6 Januari 2012

[inti-net] Negeri Ini Nggak Lucu, Pejabatnya yang Lucu - Kemerdekaan Indonesia Baru Sampai Alinea Kedua UUD 45

 

Pong: Negeri Ini Nggak Lucu, Pejabatnya yang Lucu
http://www.gatra.com/hiburan/apa-siapa/6874-pong-negeri-ini-nggak-lucu-pejabatnya-yang-lucu

Jakarta - Kritik demi kritik terkait kebijakan pemerintah tak pernah berhenti keluar dari mulut Pong Hardjatmo. Meski tengah mempromosikan salah satu film terbarunya, aktor senior ini tetap saja menyelipkan pesan maupun kritik terhadap kebijakan pemerintah RI.

Pong, ditemui saat peluncuran film terbarunya di FX Lifestyle X'nter, Senayan, Jakarta, juga ditanyai pendapatnya soal perkembangan kancah politik Tanah Air. "Saya nggak bisa ramal (politik 2012), tapi mungkin berdasarkan kenyataan adalah, selama aparat atau pejabat tidak bisa jujur, kayaknya nggak bakal ada perkembangan," kritiknya.

"Terutama presiden. Karena menurut saya, tidak ada prajurit yang salah, tapi komandannya," Pong, menambahkan. "Dan bukan negeri ini yang lucu, tapi pejabatnya yang lucu."

Selebritas yang beberapa kali melakukan aksi protesnya terhadap kebijakan pemerintah dan gaya hidup wakil rakyat di Senayan ini kembali melontarkan slogannya yang terkenal, "jujur, adil, dan tegas!".

Meski doyan kritik, Pong memastikan belum akan melakukan aksi nekatnya, sebagaimana yang pernah dilakukannya saat memanjat lantas mencoret kubah Gedung DPR RI.

Belakangan Pong berpikir, aksinya itu kurang jitu untuk mendorong masyarakat melawan ulah nakal para pejabat maupun wakil rakyat. "Nggak ngaruh juga. Pengen yang cespleng lagi!" ujarnya.

"Itu kan saya naik ke atas, kan saya juga berharap ada respon dari mahasiswa. Tapi malah saya dengar, kalau mahasiswa demo, nanti di-DO (drop out)," tambah Pong.

"Tapi nggak semua pejabat, nggak semua anggota DPR, menteri, bupati, atau wali kota itu jelek. Rieke (Dyah Pitaloka) OK. Pak Dahlan OK. Pak Joko yang Wali Kota Solo juga OK. Tapi saya masih sebatas mengimbau mereka dulu untuk bagaimana negeri ini ke depannya," kata Pong, seraya mengisyaratkan bahwa dirinya bakal kembali dengan aksi-aksi protesnya. [EL]

http://www.gatra.com/nasional-cp/1-nasional/6883-kemerdekaan-indonesia-baru-sampai-alinea-kedua-uud-45
Kemerdekaan Indonesia Baru Sampai Alinea Kedua UUD 45
Friday, 06 January 2012 06:03
Jakarta - Indra, dari Serikat Pekerja Nasional, menyatakan, bangsa Indonesia belum sepenuhnya merasakan kemerdekaan sesuai amanat pembukaan undang-undang Dasar (UUD) 1945. Menurutnya, sesuai isi pembukaan UUD 45, negara ini baru sampai di alinea kedua, yakni pada kata menghantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang.
"Sedangkan kalimat selanjutnya, 'Kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka bersatu, berdaulat, adil dan makmur' belum tercapai," ujarnya pada "Kongres Perubahan Hentikan Rezim Korup, Kekerasan, Pendusta" di Gedung YTKI, Jakarta Selatan, Kamis (5/1).

Dijelaskannya, karena hanya baru sampe di kata "ke depan pintu gerbang kemerdekaan", bangsa ini belum menikmati kemerdekaan sesuai amanat UUD 45. "Kita belum mbcapai alinea ke 3 dan seterusnya," ucapnya.

Menurutnya, pemerintah belum bisa mewujudkan berkehidupan kebangsaan yang bebas, melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah, mensejahterakan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan seterusnya sesuai Pembukaan UUD 45.

"Agar bangsa ini masuk ke alinea 3 dan seterusnya pada UUD 45, buruh akan bergerak dan berjuang. Pergerakan buruh harus didukung elemen lain," ujarnya.

Masih pada acara ini, Fuad Bawazir menyatakan, republik ini palsu dan menjadi VOC atau penjajah. "Seluruh provinsi Indonesia sudah dikavling penjajah," ucapnya.

Sedangkan Iwan Piliang, mengatakan, "Negara ini tidak akan genah karena segalanya fulus mulus. Harusnya, politisi buka celana, kencingin itu uang. Kalau politisi belum bisa lakukan itu, maka bangsa ini belum bisa maju."

Kiai asal Cirebon dan anggota PKB kubu Gusdur, Maman Iman Nulhak, menerangkan, negara ini tidak akan pernah hancur oleh bencana karena, negeri ini di tengah kawasan bencana.

"Negara ini juga tidak akan pernah hancur oleh perbedaan karena negara ini didirikan atas perbedaan. Negara baru akan hancur oleh moralitas jelek para elit," ujarnya.

Kongres ini dihadiri tokoh, seniman, ekonom, politisi, aktivis, pemuka agama, antara lain; Soeharto, Hariadi, Sujiwo Tedjo, Indro Tjahyono, Yudi Latif, Tyasno, Said Iqbal, Sudir, Ichsan Noorsy, Revrison, Hendri Saparini, Hendarsi, Hatta Taliwang, Indra M, Hadi Rachman, Freddy Soesanto, Kerong, dan Adhi Massardi, Iwan Piliang, Darmawan, Kiai Damanuri, Kiai Maman Iman Nulhak, Fuad Bawazier, Romo Kristo, Indra dari Serikat Pekerja Nasional, dan puluhan tokoh lainnya. [IS]

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

.

__,_._,___