29 Januari 2012

[inti-net] Perjuangan Buruh Berbuntut Rusuh - Dampak demo buruh Bekasi kompleks

 

Perjuangan Buruh Berbuntut Rusuh

Demo buruh melawan Apindo (FOTO ANTARA/Agus Bebeng)
Jalan tol Jakarta-Cikampek lumpuh pada Jumat (27/1/2012) kemarin. Ruas jalan tol yang menjadi nadi perekonomian di kawasan Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang Bekasi) itu diblokir oleh ribuan buruh. Amarah mereka terpanggang oleh pengingkaran janji para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Bekasi, yang membatalkan pencabutan gugatan upah minimum kabupaten (UMK). Aksi yang diikuti oleh seluruh buruh pabrik sekabupaten Bekasi itu dimulai sekitar pukul 09.00 WIB.

Pusat aksi difokuskan di 7 kawasan industri seperti Ejip, Hyundai, Delta Silicon, Jababeka 1, Jababeka 2, MM 2100, dan Kawasan Gobel. Mereka menutup jalan di KM 31 Cikarang Barat. Akibatnya, arus lalu lintas dari arah Jakarta menuju Cikampek maupun sebaliknya, mengalami macet hingga puluhan kilometer.

Kemacetan bahkan mengular hingga jalan Kalimalang, Cawang, Jalan Raya Pangkalan Jati dan Bekasi. Arus lalu lintas di wilayah itu pun nyaris lumpuh. Situasi pun kian memanas saat Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar menemui demonstran yang memusatkan konsentrasi massa di km 24.400, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat.

Menurut Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, Muhaimin memang diminta Presiden untuk segera melakukan komunikasi aktif dengan perwakilan para buruh sehingga tercapai kesepahaman. Pihak istana menilai, aksi pemblokiran jalan tol telah merugikan masyarakat banyak. "Tindakan itu tidak perlu terjadi bilamana komunikasi antarpihak terkait dilakukan dengan baik," ujar Julian.

Aksi buruh Bekasi menguasai jalan tol bukan kali ini saja. Pada 19 Januari 2012 lalu, mereka juga memblokir jalan tol Jakarta-Cikampek saat menggelar aksi unjuk rasa menuntut kenaikan upah. Buntutnya, kemacetan panjang hingga kawasan Cikunir pun tak bisa dihindari.

Koordinator aksi, Obon Tabroni, mengungkap bahwa sumber permasalahan aksi masal Buruh Bekasi Bergerak (BBB) adalah keputusan Pengadilan Tata usaha Niaga (PTUN) Bandung yang memenangkan gugatan UPK Bekasi tahun 2012 yang diajukan DPK Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Bekasi.

Sejatinya, menurut Obon, UMK Bekasi tahun 2012 lahir dari hasil rekomendasi Dewan Pengupahan Kab Bekasi. Dalam proses dan mekanisme pembahasan rekomendasi tersebut telah melibatkan Apindo Bekasi. Namun, diakui Obon, DPK Apindo Kab Bekasi memang melakukan aksi walkout di saat terakhir perundingan. Toh Dewan Pengupahan Kabupaten melalui mekanisme voting tetap menyepakati angka UMK Bekasi.

"Sebenarnya buruh tidak puas terhadap angka UMK tersebut. Karena angka buruh di kisaran Rp2.247.000, sementara yang disepakati hanya sekitar Rp1.491.866. Walau jauh dari harapan, namun buruh terpaksa menerima angka tersebut karena menghormati mekanisme yang ada dan kesepakatan yang disepakati bersama," kata Obon.

Rekomendasi UMK Kab Bekasi pun lolos tanpa cacat, sekaligus ditandatangani dan disahkan dalam rapat pleno Dewan Pengupahan Provinsi Jabar yang didalamnya terdiri dari unsur Serikat Pekerja, Pemerintah, termasuk DPP Apindo Provinsi Jabar. "Semua perwakilan tersebut, termasuk DPP Apindo Jabar, menandatangani surat rekomendasi yang akhirnya disahkan dalam bentuk SK Gubernur," ungkap Obon.

Tetapi DPK Apindo Bekasi kemudian melayangkan gugatan ke PTUN Bandung untuk mencabut SK Gubernur mengenai UMK Kab. Bekasi tersebut. Langkah pengusaha pun ditanggapi dengan ancaman buruh yang akan menggelar aksi demonstrasi pada 16 hingga 19 Januari 2012.

Aksi itu urung dilakukan setelah DPP Apindo Kabupaten Bekasi dengan Serikat Pekerja menyepakati beberapa poin dari pertemuan di Hotel Grand Sahid, Jakarta. Dalam kesepakatannya, DPP Apindo berjanji akan mencabut gugatannya di PTUN Bandung pada Kamis, 19 Januari 2012. Serikat Pekerja sepakat membatalkan rencana aksi demonstrasi tersebut.

Ternyata, kata Obon, DPK Apindo Bekasi tak kunjung mencabut gugatannya di PTUN Bandung hingga waktu yang disepakati. Bahkan, para buruh menilai, kuasa penggugat tidak menunjukan itikad baik. Hingga pada Kamis, 26 Januari 2012, sidang PTUN Bandung membacakan putusan yang memenangkan gugatan DPK Apindo Bekasi. Majelis Hakim memerintahkan agar Gubernur Jabar merevisi SK UMK Tahun 2012. Tak pelak, para buruh pun langsung merespon dengan demo besar-besaran dengan memblokir rus tol Jakarta-Cikampek.

Pihak pengusaha pun angkat bicara soal tersebut. Committee of Manpower, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Mulyadi Djaya, menegaskan, gugatan di Pengadilan Tinggi Usaha Negara Bandung muncul karena adanya pengingkaran penerbitan Surat Keputusan (SK). "Perundingan dan keputusannya lain, sehingga Gubernur harus turun tangan," kata Mulyadi.

Menurut Mulyadi, Apindo sama sekali tidak ikut menandatangani jumlah kesepakatan UMK antara buruh dan pengusaha. Dengan demikian pengusaha menilai keputusan UMK hanya disepakati sepihak.

Apapun alasan yang dikeluarkan oleh para buruh maupun pengusaha, pemblokiran jalan tol yang menjadi nadi perekonomian bangsa itu jelas merugikan masyarakat. Data Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya menunjukkan, kemacetan di jalur tol menuju Cikampek masih berlangsung hingga pukul 18.35 WIB.

Bahkan, dampak kemacetan masih terus terjadi di Jalan Tol Dalam Kota hingga malam hari. Titik jalan seperti di kawasan Pejompongan, Semanggi, Kuningan, Pancoran, hingga Cawang padat merayap hingga menjelang tengah malam.

Dari sisi ekonomi, aksi pemblokiran dan mogok masal buruh ini menyebabkan efek gangguan produksi di beberapa kawasan industri, yang menyebabkan kerugian hingga miliaran rupiah. Kerugian terutama berasal dari keterlambatan penyerahan barang yang harus dikirim melalui udara.

Dampak lebih luas, demo dengan memblokir akses jalan utama telah menimbulkan persepsi negatif dari para investor. Kabarnya, sekitar 400 perusahaan akan merelokasi pabriknya ke luar Jakarta dan sekitarnya, termasuk Bekasi. Jika para investor kabur dari wilayah ibukota negara dan sekitarnya, bisa jadi, bakal memicu hengkangnya investor asing.

Karena itu, pihak-pihak terkait harus segera menemukan solusi agar hubungan baik antara pengusaha dan buruh tetap terpelihara. (HP)
http://www.gatra.com/terpopuler/46-ekonomi/7797-perjuangan-buruh-berbuntut-rusuh
Saturday, 28 January 2012 11:42

Dampak demo buruh Bekasi kompleks
Saturday, 28 January 2012 02:33
Bekasi - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan bahwa dampak demonstrasi buruh Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dengan melumpuhkan ruas tol Jakarta-Cikampek sangat kompleks. "Dampaknya sangat kompleks karena merugikan banyak pihak," kata Rikwanto saat memantau aksi demo di pintu tol Cikarang Barat III, Jumat (27/1/2012).

Rikwanto mengatakan, dampak terparah dirasakan kalangan pengusaha di wilayah timur Jakarta. Seluruh armada angkut industri terjebak kemacetan akibat akses tol terputus di KM 31. "Akibatnya, pengiriman barang produksi lumpuh total," ujarnya.

Dampak domino (ikutan) dari kejadian itu, kata dia, perjalanan pengguna jalan juga terhambat baik mereka yang hendak bepergian mapun yang pulang ke rumah. "Pelaku bisnis jasa seperti travel tak jalan," katanya.

Rikwanto berharap, seluruh pihak yang terlibat dalam penetapan UMK Kabupaten Bekasi kembali duduk bersama mendiskusikan jalan keluar masalah itu. "Sebaiknya berunding lagi mencari solusi terbaik, jangan seperti ini," katanya.

Di lokasi demo, sekitar 3.200 petugas keamanan gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Bekasi Kabupaten dan Polres Metropolitan Bekasi Kota, tak bisa berbuat banyak dalam mengamankan aksi massa. Satuan Brigade Motor (Brimob) juga diterjunkan tetapi mereka masuk ke massa demonstrasi guna mencegah adanya penyusup yang berpotensi melakukan provokasi.

"Kami hanya bisa menjaga situasi tetap aman. Saya pesankan kepada pihak-pihak terkait berunding kembali," kata Rikwanto.

Rikwanto menambahkan, pihaknya telah memutuskan menutup tol mulai dari Bintara Bekasi Barat, sampai Karawang. Tetapi tak sedikit kendaraan telah terjebak di ruas tol, terutama di kawasan Cikarang Barat.

Truk kontainer milik industri yang terjebak di ruas tol malah dijadikan panggung massa untuk berorasi. Bahkan, massa sempat menggelar shalat Jumat berjamaan di badan jalan tol. (HP, Ant)

The Most Comprehensive Travel Blogs
http://adsensetravel.blogspot.com/
http://adsensetravelreviews.blogspot.com/
http://indonesiatravelupdates.blogspot.com/

Travel Mailing Lists
http://groups.yahoo.com/group/liburan
http://groups.yahoo.com/group/IndonesiaTravelClub

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___