17 Januari 2012

[inti-net] Pimpinan Syiah Sampang Mengungsi

 


http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/01/16/index.shtml?ArtId=003_007&Search=Y

Pimpinan Syiah Sampang Mengungsi

SAMPANG

Dilarang kembali ke Desa Nangkernang di Sampang.

Empat orang petinggi Islam aliran Syiah di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, akhirnya memilih menetap untuk sementara di Kabupaten Malang.
Mereka adalah pimpinan Syiah Sampang, Ustad Tajul Muluk; Ustad Iklil Hilal; Ustad Syaiful; dan Ustad Alimullah sekeluarga. "Ibu saya yang seorang Sunni juga ikut bersama kami," kata Ustad Iklil kepada Tempo Sabtu lalu.

Menurut Iklil, Malang dipilih karena dianggap tempat paling aman bagi dirinya dan keluarganya.

Selama setahun terakhir, kata dia, adiknya, Ustad Tajul, juga bermukim di Malang sejak ia diusir dari kampung halamannya oleh Pemerintah Kabupaten Sampang. "Kami mau istirahat dulu, menenangkan pikiran. Kami lelah dengan masalah di Sampang," ujarnya.

Iklil menuturkan, mereka berangkat ke Malang Jumat pekan lalu dengan

dikawal sejumlah personel Kepolisian Resor Sampang.
Sebelum memutuskan pergi ke Malang, Iklil dan pimpinan Syiah lainnya sudah mantap untuk pulang ke Desa Nangkernang bersama ratusan jemaahnya setelah diusir paksa oleh pemerintah Sampang Kamis pekan lalu.

Namun, saat mereka sudah di Nangkernang, polisi melarang Iklil dan Tajul tinggal. Hanya jemaah mereka yang diperbolehkan menetap. Pada Kamis sore, mereka dibawa lagi ke Kota Sampang oleh polisi.

"Kami menurut saja, demi keamanan jemaah," ujar Iklil.

Sebelumnya, Kepala Kantor Kementerian Agama Sampang Abdul Hali Toha mengatakan pemerintah Sampang memang melarang empat tokoh Syiah itu pulang ke Nangkernang.

Mereka dianggap biang kerok kerusuhan warga di Nangkernang. "Sudah lama kami melarang Kiai Tajul pulang, tapi selalu dilanggar," ujarnya.

Akhir Desember tahun lalu, sekelompok orang yang menamakan diri mereka kelompok Sunni me nyerang

pondok pesantren yang beraliran Syiah di Desa Nangkernang, Sampang, Madura. Selain pondok pesantren, mereka juga membakar rumah warga.
Warga Syiah di Desa Nangkernang kemudian mengungsi ke sebuah gelanggang olahraga di sana. Namun, meski masih dicekam rasa takut, warga sudah dipaksa pulang ke kampungnya pada Kamis lalu. Pemulangan paksa ini mendapat tentangan dari berbagai pihak.

Komisi untuk Orang Hilang dan korban Tindak Kekerasan (Kontras) Surabaya mengecam pe mulangan paksa para pengungsi Syiah. Tindakan pemulangan paksa oleh pemerintah Sampang telah dianggap pelanggaran hak asasi manusia. "Pemerintah setempat telah melalaikan tanggung jawabnya untuk melindungi hak-hak dasar kelompok Syiah. Bahkan Pemerintah Kabupaten Sampang telah menjadi salah satu aktor yang mem biarkan terjadinya ke kerasan terhadap warga Syiah," ujar Koordinator Kontras Surabaya Andy Irfan Junaidi. ● MUSTHOFA BISRI




[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

.

__,_._,___