11 Januari 2012

[inti-net] Re: [GELORA45] Dahlan Iskan Akan Cetak Sawah Baru Rp 9 Triliun - Dahlan Iskan: Kita Malu Impor Beras

 

Merasa malu mengetahui Indonesia negara agraris harus import beras sudah betul. Apalagi di Indonesia yang tidak ada musim dingin, jadi panen padi boleh 2 kali setidaknya dalam setahun. Jadi, kalau dikerjakan dengan baik, dan mendapatkan irigasi yang baik tentu Indonesia bisa menghasilkan beras lebih dari cukup. Mudah-mudahan saja prakarsa Dahlan Iskan yang baik ini bisa berjalan sebagaimana rencana, tidak terus digrogoti oleh pejabat korup dan akhirnya tidak juga berhasil BERDIKARI dalam pangan.

Tapi kenapa membuka lahan pertanian baru, ya? Lalu harus mendatangkan petani dari mana untuk mengerjakannya? Kenapa tidak mengambil jalan paling mudah, memberi kemudahan kredit pada petani untuk mengembangkan usaha pertaniannya. Misalnya kredit diberikan pada petani untuk membeli alat-alat produksi, baik membeli truk, traktor, pompa-air, bibit, pupuk bahkan ternak, ... biar mereka mendapatkan syarat lebih baik meningkatkan produksi padinya. Ini yang dijalankan Pemerintah TIongkok membangkitkan kegairahan kerja dan produksi pertanian didesa-desa, .. dan nampaknya berhasil cukup baik.

Salam,
ChanCT

----- 原始郵件-----
寄件者: GELORA45
收件者: GELORA_In
傳送日期: 2012年1月11日 21:59
主旨: [GELORA45] Dahlan Iskan Akan Cetak Sawah Baru Rp 9 Triliun - Dahlan Iskan: Kita Malu Impor Beras



Rabu, 11 Januari 2012 | 10:05 WIB
Dahlan Iskan Akan Cetak Sawah Baru Rp 9 Triliun

TEMPO.CO, Balikpapan - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan rupanya risau soal defisit pasokan beras di negeri ini. Berbeda dengan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan yang mengusulkan solusi ganti makan beras dengan makan singkong, Dahlan punya usulan lain untuk mengatasi masalah tersebut. Dia ingin membuka sawah baru.

Kementeriannya kini menyiapkan investasi hingga Rp 9 triliun untuk pencetakan sawah baru dan proyek produksi beras mulai tahun 2012. "Kalau iklim investasi tidak kondusif, atau diganggu, kami akan pergi," ujar Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan di depan Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak serta para bupati dan wakil bupati/wali kota se-Kalimantan Timur di Hotel Gran Senyiur, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa, 10 Januari 2012 malam.

Investasi itu akan disampaikan melalui tiga BUMN, yaitu PT Pupuk Sriwijaya (Pusri), PT Pertani, dan PT Sang Hyang Sri atau SHS. Ketiga BUMN ini akan mencetak sawah baru seluas 100 ribu hektare, di mana PT SHS membuka 40 ribu hektare, PT Pusri kebagian 30 ribu hektare, dan PT Pertani juga 30 ribu hektare.

Dahlan berjanji, sebagai badan usaha yang modalnya harus dipertanggungjawabkan kepada para pemilik saham, para BUMN ini akan tetap menggunakan pendekatan bisnis. Karena itu, ujar Dahlan lagi, sebelum memastikan berinvestasi di Kalimantan Timur, Kementerian BUMN akan melakukan evaluasi selama sebulan. "Bila Kaltim tidak layak, kami masih punya pilihan lain, seperti Jambi, Sumatera Selatan, atau Papua," kata Dahlan.

Untuk pengadaan lahan itu, direktur-direktur utama ketiga BUMN itu sudah turun langsung ke kabupaten-kabupaten di Kalimantan Timur. Menteri Dahlan sendiri akan meninjau lokasi-lokasi tersebut mulai dari Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau, dan Bulungan, dengan helikopter dari Balikpapan, Rabu, 11 Januari 2012, dan makan siang di Bontang, lalu kembali ke Balikpapan dari Tarakan pukul 17.00 WITA.

Dahlan juga menyampaikan bahwa lahan-lahan tersebut akan dimiliki oleh BUMN-BUMN tersebut. Kepemilikan lahan untuk menjamin kelangsungan produksi beras. "Jangan sampai seperti BUMN gula di Jawa yang lahannya hanya pabriknya," ujarnya.

Lebih lanjut Menteri Dahlan menjelaskan bahwa pengadaan beras selama ini terabaikan. Selain dari Kementerian Pertanian, tidak ada yang secara khusus mengurusi produksi beras. Akibatnya Indonesia kembali mengimpor beras. Dan untuk menekan inflasi, terpaksa menggelontorkan hampir 500 ribu ton beras ke pasaran.

"Memang tahun lalu inflasi kita yang terbaik selama ini hanya 3,7 persen, tapi jumlah beras yang kita gelontorkan juga yang terbanyak sepanjang sejarah dan itu mahal sekali," kata Dahlan, yang tampil dengan kemeja putih tanpa dasi ditutup jaket hitam dan bersepatu kets.

Karena itu, Dahlan mengutip Presiden Yudhoyono, bahwa program ini dinilai penting dan harus sukses. Jadi sudah waktunya beras ditangani oleh korporasi dan tidak hanya tradisional. Ia juga menyebut persoalan beras, yang adalah makanan pokok orang Indonesia, bisa berdampak politik.

ANT | BS | SG WIBISONO

Rabu, 11 Januari 2012 | 10:24 WIB
Dahlan Iskan: Kita Malu Impor Beras

TEMPO.CO, Balikpapan - Urusan impor beras ternyata membuat malu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. "Kita malu impor beras. Kita negara agraris, punya lahan luas, masak impor beras," kata menteri yang bekas wartawan itu.

Urusan perut, menurut Dahlan, tak bisa dianggap enteng. Dalam pandangannya, beras adalah soal politik. "Kebanggaan ekonomi dan politik tidak ada lagi kalau terjadi krisis beras (di Indonesia)," ujarnya. "Dengan kata lain, pemerintah tidak mampu menyediakan pangan untuk rakyatnya," kata Dahlan, Selasa, 10 Januari 2012 malam.

Karena itu, dia ngotot meminta perusahaan-perusahaan BUMN turun tangan dalam soal ini. Dia telah memerintahkan perusahaan-perusahaan pelat merah untuk menyiapkan investasi mencetak sawah baru sebesar Rp 9 triliun. (Baca: Dahlan Siapkan Rp 9 Triliun untuk Cetak Sawah Baru).

Bila program ini sukses, menurut Dahlan, Kementerian BUMN akan menambah luas lahan program tersebut 200 ribu hektare lagi, sehingga akan menjadi 300 ribu hektare.

Dalam lahan berikutnya ini, BUMN akan terbuka dengan berbagai pola kerja sama. "Apakah BUMN yang ada ini nanti bikin anak perusahaan yang sahamnya bisa dimiliki siapa saja, masyarakat, pengusaha lain, sehingga akan jadi badan usaha milik bersama," ujar Dahlan.

Menanggapi permintaan Dahlan, Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak menegaskan, "Kalau Pak Menteri 'all out', kita lebih 'all out' lagi". Namun demikian, Gubernur Awang minta program ini melibatkan masyarakat karena selama ini investor yang masuk cenderung mengesampingkan rakyat.

Awang sebelumnya mengatakan Kalimantan Timur telah menyiapkan lahan sekitar 200 ribu hektare untuk program "food estate". Bahkan, dalam perkembangan terakhir, sudah tersedia 300 ribu hektare yang tersebar di 10 kabupaten, antara lain Kabupaten Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kutai Timur, Berau, Bulungan, dan Nunukan.

Untuk pengadaan lahan itu, direktur-direktur utama ketiga BUMN itu sudah turun langsung ke kabupaten-kabupaten di Kalimantan Timur. Menteri Dahlan sendiri akan meninjau lokasi-lokasi tersebut mulai dari Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau, dan Bulungan, dengan helikopter dari Balikpapan.

ANT | SG WIBISONO

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

.

__,_._,___