SUATU KONTRADIKSI YANG SANGAT MEMALUKKAN Dan ini kemungkinan hanya terjadi
di INDONESIA ..........
* BINATANG ( Orang Hutan) YANG MEMPUNYAI " NALURI KEMANUSIAAN " ...Dan
sebaliknya
* MANUSIA2 Indonesia ("pemburu" ? atau cenderung "Pembunuh" ) yang
mempunyai "NALURI KEBINATANGAN " ....
-------Original Message-------
From: Bima Bhakti Group Indonesia
Date: 28.1.2012 17:39:36
To: inti-net@yahoogroups.com
Cc: kolom@yahoogroups.com; indonews@yahoogroups.com
Subject: [rakyat-peduli] Hendak Ditembak Pemburu, Induk Orangutan Peluk
Anaknya
Memalukan sekali, kejadiannya di belantara hutan Kalimantan,
tapi diekspos di Inggris. Bagaimana respon Pemerintah Indonesia ?
Paling komentarnya, manusia yang jelas2 warganegara aja nggak
terurus semua, apalagi Orangutan ?
Hendak Ditembak Pemburu, Induk Orangutan Peluk Anaknya
Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Sabtu, 28/01/2012 18:33 WIB
Four Paws/Daily Mail
London - Sungguh dramatis. Seekor orangutan betina yang tengah hamil dan
anaknya hanya bisa saling berpelukan saat dikepung dan hendak dibunuh oleh
sekelompok pemburu di Kalimantan. Beruntung, sepasang ibu dan anak orangutan
tersebut berhasil selamat setelah aktivis penyelamat hewan dari Inggris
datang.
Aktivis penyelamat hewan liar bernama Four Paws, yang bermarkas di Inggris,
menghentikan aksi pembantaian yang akan dilakukan oleh para pemburu tersebut
tepat pada waktunya. Kedua orangutan tersebut akhirnya diamankan ke sebuah
hutan terpencil dan aman dari para pemburu.
Namun, pihak Four Paws memasangkan alat pelacak pada keduanya agar mereka
bisa dipantau pergerakannya demi keselamatan mereka. Demikian seperti
diberitakan oleh media Inggris, Daily Mail, Sabtu (28/1/2012).
"Kedatangan kami tidak bisa lebih tepat waktu. Jika terlambat beberapa menit
saja, pasti orangutan tersebut sudah tewas," ujar ahlir primata dari Four
Paws, Dr Signe Preuschoft.
"Kami menemukan sekelompok pemuda mengepung mereka dan kedua orangutan
terlihat membatu karena takut. Kelompok pemuda tersebut tampak bergembira
karena membayangkan upah yang mereka dapat dengan menangkap dan membunuh
orangutan. Pembantaian seperti ini harus dihentikan," imbuhnya.
Preuschoft menuturkan, aktivis Four Paws telah menyisir wilayah hutan
Kalimantan yang berada di perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia untuk
menemukan orangutan yang berhasil selamat dari pembantaian. Namun upaya
mereka tidak membuahkan hasil.
Dijelaskan dia, habitat orangutan terus berkurang akibat penebangan liar dan
ini berdampak pada berkurangnya jumlah spesies orangutan secara drastis.
Kondisi ini ditambah dengan adanya perusahaan kelapa sawit yang menganggap
orangutan sebagai hama karena mengancam kelangsungan bisnis mereka. Mereka
pun menyewa sejumlah orang untuk memberantas orangutan dan bahkan setiap
kepala orangutan dihargai nyaris Rp 1 juta.
Pembantai orangutan ini menjadi berita heboh di Indonesia pada September
2011 lalu. Saat itu, sejumlah aktivis dan mahasiswa setempat menemukan
tulang belulang orangutan dalam jumlah besar.
"Membunuh orangutan adalah perbuatan melanggar hukum di Indonesia, namun
hukum yang berlaku kurang ditegakkan dengan baik. Sebelum bulan November
tahun lalu, hanya 2 tersangka kelas teri saja yang ditangkap. Tapi pada 2
bulan terakhir, ada sekitar 10 orang yang ditangkap, termasuk seorang
manajer senior dari perusahaan perkebunan dimana tulang belulang orangutan
ditemukan," jelas juru bicara Four Paws.
Di sisi lain, bayi-bayi orangutan yang ditinggal mati oleh induknya justru
ditangkap hidup-hidup untuk dijual secara gelap.
(nvc/gah)
[Non-text portions of this message have been removed]
Kunjungi situs INTI-net
http://groups.yahoo.com/group/inti-net
Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet
*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*