Refl :Makin sexy menunjukan makin gagal dan oleh karena itu banyak antre untuk mengeruk kekayaan. Waktu Soeharto naik panggung juga amat sangat sexy bertumpuk-tumpuk antre dan masuk ke dalam sumsum bidang vital, apakah pengalaman tsb belum cukup memuaskan?
http://us.finance.detik.com/read/2012/01/21/141202/1821827/4/ri-makin-seksi-perusahaan-lokal-diantre-investor-asing
Sabtu, 21/01/2012 14:12 WIB
RI Makin Seksi, Perusahaan Lokal 'Diantre' Investor Asing
Wahyu Daniel - detikFinance
Jakarta - Beberapa hari lalu perusahaan pemeringkat Moody's menaikkan peringkat Indonesia setelah sebelumnya Fitch Ratings melakukan hal yang sama. Kondisi ini berpengaruh dengan banyaknya investor asing yang ingin bekerjasama dengan perusahaan lokal.
Direktur Sinar Mas Gandi Sulistiyanto mengatakan, sebelum peringkat Indonesia dinaikkan pihaknya susah sekali membuat janji untuk bertemu dengan perusahaan-perusahaan asing guna mengajak kerjasama.
"Namun sekarang kami dihubungi oleh tokoh-tokoh dan juga perusahaan kelas dunia. Padahal tahun lalu kami sulit menghubungi mereka, sekarang jadi gampang," kata Sulis saat ditemui di kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jakarta, Jumat (20/1/2012).
Dikatakan Sulis, tiap hari ada sekitar 25 daftar janji dari pihak asing yang ingin bertemu dengan pihaknya. "Indonesia sekarang benar-benar seksi dan akibat kenaikan peringkat tersebut perbedaannya terasa sekali," kata Sulis.
Sinar Mas yang bergerak di sektor kelapa sawit atau CPO banyak mendapat tawaran kerjasama dengan pihak asing saat ini. Apalagi produksi sawit Indonesia merupakan yang terbesar di dunia.
"Saat ini negara-negara lain ingin belajar ke kita soal kelapa sawit. Bahkan dari Afrika ingin agar kami berinvestasi di sektor kelapa sawit di sana karena lahan mereka luas," kata Sulis.
Karena itu dalam kesempatan pertemuan World Economic Forum (WEF) di Davost, Swiss pada 25-29 Januari 2012 nanti, Sinar Mas bakal berbicara soal lingkungan pada industri kelapa sawit yang saat ini banyak disorot oleh LSM asing. "Kami ingin jelaskan soal lingkungan," katanya.
Di tempat yang sama, Vice President Corporate Communications Garuda Pujobroto mengatakan pihaknya juga mengalami hal yang sama dengan Sinar Mas. Saat ini banyak pihak asing yang datang untuk menawarkan kerjasama.
"Sekarang kami sangat dianggap. Apalagi dengan lesunya ekonomi di Eropa dan AS membuat bisnis penerbangan di Indonesia dan kawasan menjadi sangat berpotensi. Mudah-mudahan dengan momentum WEF akan banyak investor yang berinvestasi khususnya di infrastruktur penerbangan kita," jelas Pujobroto.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengatakan, kenaikan peringkat Indonesia ini membuat atensi dunia terhadap Indonesia meningkat.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan ketiga tertinggi di dunia setelah RRT dan India. Kita dapat menghadapi krisis dan mengalami pertumbuhan yang berkesinambungan," tukas Mari.
++++
http://www.gatra.com/nasional-cp/1-nasional/6858-negara-gagal-dalam-berbagai-hal
Negara Gagal dalam Berbagai Hal
Thursday, 05 January 2012 15:36
Jakarta - Kongres Perubahan Hentikan Rezim Korupsi, Kekerasan, dan Pendusta, menilai, negara Republik Indonesia belakangan ini mengalami kerusakan di segala bidang kehidupan.
Pernyataan itu merupakan isi Seruan Nasional Kongres Perubahan yang dibacakan Koordinator Aktivis Gerakan Perubahan, Kasino, di Gedung YTKI Jakarta, Kamis (5/1).
Dijelaskannya, kondisi sosial, politik, ekonomi, dan hukum mengalami kekacauan tanpa moralitas. Masyarakat kehilangan rasa aman dan terganggu dalam perikehidupannya.
Hal tersebut terjadi lantaran pemerintah gagal menjalankan amanat UUD 1945 dan menghianati cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Kemudian, pemerintah membiarkan dan bahkan menjadi pelaku dalam berbagai peristiwa kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM), baik yang dilakukan aparat maupun sesama warga bangsa.
Pemerintah juga gagal mencerdaskan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Tandanya, diterbitkannya berbagai undang-undang dan peraturan yang lebih berpihak kepada pemilik modal besar dan asing. Bukan berpihak kepada rakyat.
Selain itu, pemerintah membiarkan korupsi meluas dan yang melibatkan para pejabat. Membiarkan rezim pendusta, korup, dan kekerasan hanya akan mengakibatkan kerusakan yang semakin besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Atas dasar itu, kongres ini menyeru seluruh rakyat Indonesia untuk berjuang bersama-sama secara damai untuk mempercepat proses perubahan menuju Indonesia lebih baik.
Kemudian, mengakhiri rezim pendusta, korup, dan kekerasan dengan menyelenggarakan pemilu yang lebih cepat. Membatalkan UU dan peraturan yang berpihak kepada kepentingan rakyat dengan cara menegakan ekonomi konstitusi. Tetap menjaga dan menghormati persatuan dan kebhinekaan bangsa Indonesia.
Kongres ini dihadiri tokoh, seniman, ekonom, politisi, aktivis, tokoh agama, antara lain; Soeharto, Hariadi, Sujiwo Tedjo, Indro Tjahyono, Yudi Latif, Tyasno, Said Iqbal, Sudir, Ichsan Noorsy, Revrison, Hendri Saparini, Hendarsi, Hatta Taliwang, Indra M, Hadi Rachman, Freddy Soesanto, Kerong, dan Adhi Massardi. [IS]
[Non-text portions of this message have been removed]
Kunjungi situs INTI-net
http://groups.yahoo.com/group/inti-net
Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet
*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*