6 Januari 2012

[inti-net] Suara Rendah, Kualitas Sperma Juga Rendah

 


Ref. Benarkah teori ini, kalau penyanyi Barry White bersuara rendah maka teori ini ada kekecualian , karena badannya besar dan mempunyai 8 orang anak. Silahkan nikamti lagunya : "You 're the first, my last, my everything" bersama Pavaroti : http://www.youtube.com/watch?v=fHCcM_uV-r8&feature=related

http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/01/05/index.shtml?ArtId=011_003&Search=Y

Suara Rendah, Kualitas Sperma Juga Rendah



Pria bersuara berat identik dengan berbagai sifat maskulin, seperti dominasi fisik, ukuran tubuh besar, dan lebih menarik perhatian perempuan. Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa pria bersuara berat memiliki kualitas sperma yang rendah.
Kelompok ilmuwan dari Australia memulai ekspe rimen mereka dengan meminta pandangan sejumlah perempuan mengenai suara dan hubungannya dengan kualitas sperma.
Hasilnya, sebagaimana bisa ditebak: perempuan menilai suara berat mencerminkan sosok yang maskulin.

Peneliti menganggap hal ini wajar karena, sepanjang evolusi manusia, perempuan cenderung memilih pasangan pria subur lewat ciri fisiknya. "Karakter seksual sekunder, seperti rambut tubuh, ukuran otot, dan kualitas suara, sering dikaitkan dengan tingkat kesuburan," kata Leigh Simmons dari Center for Evolutionary Biology, School of Animal Biology, University of Western Australia, selaku kepala peneliti.

Untuk membuktikan dugaan ini, mereka meminta bantuan 54 pria untuk memberikan rekaman suara dan sampel sperma. Pemeriksaan sampel memperlihatkan, pria bersuara "nge-bas" bukan berarti memiliki sperma yang tangguh. "Pria bersuara rendah justru memiliki konsentrasi sperma rendah," ujar dia.

Dalam publikasi melalui jurnal PLos ONE pada 22 Desember 2011, peneliti memiliki penjelasan untuk fenomena ini. Menurut mereka, terjadi imbal balik pada tubuh manusia. Karakter yang melambangkan keperkasaan dan daya tarik, termasuk suara berat, harus dibayar dengan kualitas sperma yang rendah.

Suara rendah berhubungan dengan kadar testosteron yang tinggi. Meski juga memainkan peran penting dalam pembentukan sperma, kehadiran hormon ini pada level tinggi justru merusak produksi sperma. LIVESCIENCE | ANTON WILLIAM

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
MARKETPLACE

Stay on top of your group activity without leaving the page you're on - Get the Yahoo! Toolbar now.

.

__,_._,___