10 Januari 2012

[inti-net] TKI Karawang Terancam Hukuman Mati - Jenazah TKW Tarlem tiba di kampungnya

 

TKI Karawang Terancam Hukuman Mati
Mukhamad Kurniawan | Robert Adhi Ksp

KARAWANG, KOMPAS.com - Susansi binti Mahpudin (22), tenaga kerja Indonesia asal Desa Cikarang, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terancam hukuman mati di Arab Saudi. Dia divonis membunuh anak majikan oleh pengadilan pada 20 April 2011 lalu.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Karawang, Banuara Nadeak, Selasa (10/1/2012) mengatakan, informasi mengenai vonis Susanti terlambat diketahui karena pihak berwenang terlambat menyampaikan salinan putusan. Sidang vonis digelar 20 April 2011, namun salinan putusan baru disampaikan ke Kedutaan Besar RI lima bulan kemudian atau September 2011.

Pihak keluarga di Karawang juga baru mengetahui kabar itu akhir Desember 2011. Sejak keberangkatan Susanti ke Arab Saudi tahun 2008, keluarga tidak menerima kabar, baik surat maupun telepon. Bersama Dinas Tenaga Kerja Karawang, keluarga akhirnya melacak keberadaan Susanti ke perusahaan penyalur dan instansi terkait di Jakarta.

Banuara menambahkan, Susanti divonis hukuman mati karena tuduhan membunuh anak majikan. Dia tidak didampingi pengacara dan mengaku dipaksa membunuh anak majikannya. Menurut pengakuan Susanti, anak majikannya yang berusia 13 tahun sebenarnya tewas karena gantung diri.

Banuara menambahkan, pemerintah Indonesia telah mengupayakan pengacara bagi Susanti untuk menyusun pembelaan. Pembelaan itu telah disampaikan ke pemerintah dan raja Arab Saudi sebagai upaya meninjau lagi kasus yang menimpa Susanti. Harapannya, hukuman diperingan atau bahkan dibatalkan.

Jenazah TKW Tarlem tiba di kampungnya
Senin, 9 Januari 2012

Awes (44), suami Tarlem yakni TKI yang meninggal dunia di Jordania memandangi peti jezahan istrinya sesampainya di Rumah Duka RSCM, Jakarta, Minggu (8/1).(ANTARA/Andika Wahyu)

Sebab di sekujur tubuh Tarlem terdapat bekas luka memar berwarna biru kehitam-hitaman. Pihak keluarga Tarlem juga menuntut sisa pembayaran gaji yang belum dibayar oleh majikannya selama enam bulan terakhir,"
Karawang (ANTARA News) - Isak tangis keluarga dan saudara mewarnai kedatangan jenazah Tarlem binti Unus (40), tenaga kerja wanita asal Kecamatan Ciasem, Subang, Jawa Barat, yang meninggal dunia di Yordania, Senin.

Suasana haru mulai pecah ketika mobil ambulans yang membawa jenazah Tarlem tiba di kampung halaman keluarganya, di Kampung Krajan, Desa Sukahaji, Kecamatan Ciasem, Subang.

Beberapa anggota keluarga Tarlem terlihat menangis histeris menyaksikan kedatangan jenazah TKW tersebut, bahkan suaminya Awes (45) terpaksa dijauhkan karena selalu meronta melihat jenazah istrinya di dalam peti mati.

Tarlem adalah TKW asal Subang yang meninggal dunia di Yordania. Jenazahnya tiba di Indonesia pada Minggu (8/1). Namun baru bisa dibawa ke kampung halamannya pada Senin (9/1) karena harus diotopsi dan dimandikan terlebih dahulu di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Ali, seorang kerabat almarhumah Tarlem, mengatakan pihak keluarga tetap menduga meninggalnya Tarlem akibat siksaan dari majikannya.

"Sebab di sekujur tubuh Tarlem terdapat bekas luka memar berwarna biru kehitam-hitaman. Pihak keluarga Tarlem juga menuntut sisa pembayaran gaji yang belum dibayar oleh majikannya selama enam bulan terakhir," katanya.

Tarlem menjadi TKW di Yordania sebagai pembantu rumah tangga sejak 13 April 2010. Ia berangkat melalui PJTKI PT Delta Rona Adigun di Jakarta, dan akan habis kontrak Maret 2012.

Pihak keluarga mendapat kabar meninggalnya korban pada 24 Desember 2011 dari Dinas Tenaga Kerja Subang. (KR-MAK)
Editor: Aditia Maruli

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___