21 Januari 2012

[inti-net] Tokoh nasional minta Presiden mampu selesaikan masalah

 

Refl: Mengapa harus diminta kepada presiden untuk menyelesaikan masalah? Bukankah yang berpangkat presiden itu dipilih oleh rakyat dan digaji oleh rakyat untuk menyeselasian berbagai masalah yang tidak menguntungkan kepentingan rakyat demi perbaikan kehidupan rakyat dari buruk menjadi baik, tetapi kalau untuk hal-hal tsb harus diminta kepada presiden tsb, berarti [a] presiden tidak tahu tugas dan tanggung jawabnya, [b] hanya makan gaji buta. Pertanyaannya ialah mengapa rakyat mau dibodohkan untuk memilih oknom yang tidak becus?

http://www.antaranews.com/berita/293582/tokoh-nasional-minta-presiden-mampu-selesaikan-masalah

Tokoh nasional minta Presiden mampu selesaikan masalah
Kamis, 19 Januari 2012 21:14 WIB |

Din Syamsuddin (FOTO ANTARA)

Jakarta (ANTARA News) - Sejumlah tokoh nasional meminta Presiden mampu menyelesaikan berbagai masalah bangsa sehingga dapat menjadi teladan.

"Pemimpin hendaknya menjadi teladan," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, yang menyimpulkan hasil diskusi Silaturahmi Tokoh Bangsa ke-3 bertema "Problematika Bangsa dan Solusinya" di Jakarta, Kamis.

Turut hadir pada acara itu mantan Wapres Jusuf Kalla, mantan Ketua DPR Akbar Tandjung, Ketua Partai Hanura Wiranto, mantan Ketua MK Jimly Ashhiddiqie, Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia Martinus Situmorang, tokoh agama Frans Magnis Suseno, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofyan Wanandi, Ketua Dewan Perwakilan Daerah, politisi Nasdem Harry Tanoe, aktivis senior Harry Tjan, serta mantan menteri Fahmi Idris.

Sementara itu, Jusuf Kalla mengatakan semua permasalahan bangsa tentunya dapat diatasi. "Tidak ada masalah yang tidak bisa kita selesaikan," kata Kalla.

"Rakyat bisa marah jika harapannya tidak tercapai. Intinya bagaimana keadilan itu tercapai. Tidak harus sama-sama senang, bisa saja sama-sama susah," katanya.

Senada dengan Kalla, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung, juga mempertanyakan penyebab konflik yang terjadi di Indonesia belakangan ini.

"Masih ada sikap yang belum menghormati kemajemukan, padahal hal itu merupakan salah satu dari empat pilar bangsa," kata Akbar.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Hanura Wiranto mengatakan keteladanan pemimpin bisa ditunjukkan dengan pemisahan kepentingan partai dan rakyat dalam roda pemerintahan.

"Jika hal itu dilakukan dan diikuti oleh pejabat negara lain di berbagai tingkatan, maka banyak kepentingan rakyat yang akan terselamatkan," katanya.
(T.P012/U002)
Editor: Ruslan Burhani

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___