Refl: Tahun lalu dengan resmi diumumkan "Klub Istri Patuh Suami", baru sekarang para ulama kecam. Barangkali ulama-ulama yang mengecam ini sudah lewat umur masa muda mereka, jadi klub ini tidak lagi berguna bagi mereka.
http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/01/27/ArticleHtmls/Ulama-Kecam-Klub-Istri-Patuh-Suami-27012012015021.shtml?Mode=0
Ulama Kecam Klub Istri Patuh Suami
SHAH ALAM
Pemimpin ulama Negara Bagian Selangor, Malaysia, Datuk Mohd Tamyes Abd Wahid, dua hari lalu mengecam Klub Istri Patuh Suami. Ia menilai kampanye "Rasulullah Tokoh Seks Suci Islam" sangat menghina pemimpin umat muslim itu. "Kampanye ini justru dapat merusak citra Nabi Muhammad," kata Tamyes.
Kampanye yang akan diselenggarakan selama dua pekan itu, menurut Tamyes, digelar untuk memperingati ulang tahun Nabi, yang akan jatuh pada 5 Februari mendatang atau pada 12 Rabiul Awal tahun Hijriyah.
"Ini bukan cara tepat untuk memperingati ulang tahun Nabi. Beliau tidak menikah sekadar untuk seks.
Beliau menikahi banyak perempuan dari berbagai suku untuk menyatukan dunia Arab dan menyebarkan ajaran Islam," tutur Tamyes.
Selain Tamyes, pemimpin ulama Negara Bagian Perak, Tan Sri Harussani Zakaria, juga mendesak agar kampanye tersebut dihenti
kan."Ini tak hanya menghina Nabi, tapi juga agama," ujar Harussani. Bahkan dalam kitab suci Al-Quran, ia menambahkan, tidak ada referensi yang menyatakan Nabi Muhammad adalah idola seks.
Departemen Urusan Islam Perak pun menghentikan paksa kampanye yang tengah berlangsung di Kota Ipoh.
Sejumlah spanduk dan poster milik kelompok tersebut disita petugas."Anggota Klub Istri Patuh Suami kini tengah diperiksa dalam kaitan dengan kampanye negatif terhadap Nabi Muhammad," ucap Kepala Departemen Urusan Islam Perak, Yusop Husin.
Namun Presiden Klub, Fauziah Ariffin, berkukuh membela kampanye itu. Ia mengaku tidak ingin memulai kontroversi, justru mengajarkan pasangan muslim agar mencontoh kehidupan Nabi.
"Nabi adalah contoh terbaik bagi referensi kita, termasuk dalam urusan ranjang sesuai hadis," Fauziah mengungkapkan.
NEW STRAITS TIMES | ASIA ONE | THE TELEGRAPH | SITA PLANASARI A
[Non-text portions of this message have been removed]
Kunjungi situs INTI-net
http://groups.yahoo.com/group/inti-net
Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet
*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*