19 Januari 2012

[inti-net] Usut Juga Pemborosan Anggaran di Istana

 

Usut Juga Pemborosan Anggaran di Istana
| Tri Wahono | Rabu, 18 Januari 2012 | 18:55 WIB
KOMPAS/RIZA FATHONI Sekjen DPR Nining Indra Saleh menjelaskan kepada wartawan mengenai Ruang Badan Anggaran yang baru di kompleks Gedung DPR, Jakarta, Rabu (11/1). Ruang di Gedung Nusantara II DPR ini menghabiskan anggaran lebih dari Rp 20 miliar. Upaya renovasi itu untuk mengoptimalkan kapasitas ruang, memperbarui sistem penerangan, pendingin, sound system, akustik, lantai, dan plafon.

JAKARTA, KOMPAS.com - Koordinator Advokasi dan Investigasi Sekretariat Nasional Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (Seknas FITRA), Ucok Sky Khadafi menantang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut pemborosan anggaran negara. Bukan cuma di DPR, tapi juga di Istana.

"Saya juga sedang persiapkan judicial review terhadap penggunaan APBN. Yang ternyata, dipakai bukan untuk kepentingan rakyat, tetapi malah dipergunakan untuk kepentingan para pejabat. Akibatnya, rakyat yang dikorbankan dan negara dapat dikatakan menyimpang dari UUD 1945. Dalam waktu dekat kita akan uji materil ke MK," kata Ucok, Rabu (18/1/2012).

Ucok berharap, KPK dapat menunjukkan keberaniannya, masuk ke lingkaran Istana mengusut dan melakukan penyelidikan atas penggunaan anggaran negara. Menurut dia, salah satu yang layak dicermati adalah anggaran renovasi Istana dan Sekretariat Negara yang mencapai lebih dari 80 miliar.

"Tapi saya ragu, apa KPK berani masuk ke ranah Istana. Padahal dalam UUD 45, disebutkan APBN dipergunakan untuk kepentingan rakyat, bukan untuk para pejabat yang malah terjadi pemborosan," ujar Ucok.

Beberapa waktu lalu, Ucok merilis data mutakhir, terkait pembangunan ruang Banggar DPR yang menggunakan dana cukup fantastis Rp 20 miliar. Investigasi Ucok, tak sampai soal anggaran merenovasi ruangan Banggar DPR yang baru seharga Rp 20 miliar. Sampai hal-hal kecil anggaran di DPR, juga ia dapat dengang melihat secara detail pusat data di DPR.

Alhasil, Ucok membocorkan adanya anggaran untuk pengadaan anggaran yang mencapai Rp 1,3 miliar. Yang lain, soal anggaran pengadaan pengharum ruangan, juga miliaran. Termasuk, anggaran untuk renovasi toilet mencapai Rp 2 miliar, khusus di Gedung Nusantara 1, tempat berkumpul para wakil rakyat.

"Saya tak perlu sewa intel untuk mendapatkan data anggaran yang dipakai. Data yang saya dapat, sebenarnya dapat diakses, hanya publik banyak yang tak tahu," kata Ucok.(Tribunnews.com/ Rachmat Hidayat)

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___