11 Januari 2012

Re: [inti-net] 10 Tahun tak Dipimpin Kader Golkar, Maluku Miskin

PANDANGAN LAIN TENTANG GOLKAR

Untuk mengenali apa dan bagaimana Golkar Sesungguhnya, tentu tidak
cukup hanya dengan melihat Golkar sekarang ini. Yang saya ketahui,
diantara seluruh partai yang didirikan sejak berdirinya orde baru,
maka Golkar adalah kekuatan politik yang paling lama. Golkar telah
berdiri jauh sebelum orba pimpinan Jenderal Suharto berdiri.
Berdirinya Golkar bersamaan dengan diberlakukannya Dwifungsi ABRI pada
era demokrasi terpimpin Presiden Soekarno. Justru Golkarlah sebagai
mesin politik di dalam negeri untuk menggulingkan pemerintahan
Presiden Soekarno.

Ketika di jaman Presiden Soekarno terbentuk perusahaan-perusahaan
negara BUMN hasil nasionalisasi perusahaan modal asing musuh-musuh
revolusi, sejak itu diberlakukan fungsi kekaryaan terhadap pensiunan
perwira tinggi militer kahususnya Angkatan Darat. Dimulai dengan BUMN
yang dipegang oleh Jenderal Suhardiman selaku pendiri SOKSI. Bahkan
kemudian berkembang tidak hanya terhadap perusahaan-perusahaan negara,
melainkan juga perusahaan swasta banyak yang Diektur Utamanya dijabat
oleh perwira Angkatan Darat, misalnya Pabrik Panci di Grogol sampai
akhir 1965 dijabat oleh Kolonel Atmoko. Justru melalui mesin politik
Golkar itulah para perwira Angkatan Darat berhasi menggalang kekuatan
ekonomi untuk melakukan konsolidasi di kalangan militer, hingga
berhasilnya penggulingan pemerintahan Pesiden Soekarno.

Publik sangat mengetahui bahwa ketika orba berdiri, mulai dari
presiden, gubernur,sampai tingkat pemerintahan paling bawah pun
dijabat oleh militer. Kalau jaman awal pemerintahan kolonialis Belanda
di Batavia ditempatkan Gubernur Jenderal sebagai wakil pemerintahan
Belanda di Inonesia, maka ketika orde baru berdiri dibawah pimpinan
Jenderal Suharto, seluruh gubernur di Indonesia dijabat oleh para
jenderal Angkatann Darat.

Ketika kaum imperialis dibawah pimpinan Amerika Serikat menjalankan
taktik melalui "demokrasi", orba Suharto pun merubah dari fasis
militer menjadi sistim "demokrasi" melalui pemilu, sehingga
dibentuklah tiga kontestan yang terdir PPP, PDI dan Golkar. Tetapi hal
itu cuma sandiwara ketoprak yang tidak lucu. Sebab kedua kontestan
(PPP dan PDI) itu hanyalah pelengkap untuk memenangkan Golkar dalam
setiap pemilu, sehingga kedua pimpinan kedua partai itu harus mendapat
restu atau persetujuan jenderal Suharto selaku Ketua Pembina Golkar.

Sandiwara itu tidak lain adalah untuk melestarikan kekuasaan mayoritas
militer dalam beberapa kali pemilu selama kekuasaan jenderal Suharto.
Melalui 3 jalur ABG (Abri, Birokrasi dan Golongan) Golkar berhasil
menjadi mayoritas tunggal dalam setiap pemilu.

Dengan demikian, diangkatnya Suharto sebagai presiden terkorup nomor
dua dan memenangkan Indonesia sebagai negara penghutang terbesar di
dunia, juga tidak lepas dari peranan mein politik orba yang tak lain
adalah Golkar.

Hutang itu sampai sekarang tak habis-habisnya dan memang tak akan
pernah habis selama sistim orba yang membuat ketergantungan
Indonesia pada hutang itu tak ada perubahan. Dengan sistim semacam ini,maka yang kaya semakin kaya hanya terjadi pada para penyelenggaran
negara. Sedangkan yang miskin tambah melarat, karena hak-hak Rakyat
semakin dirampas habis-habisan. Sumber daya alam yang seharusnya untuk
dipergunakan bagi kemakmuran rakyat sebesar-besarnya, malah diberikan
untuk konsesi negara-negara imperialis penanam modal.

Jadi siapa yang sesungguhnya mengkhianati Pancasila dan UUD 1945?

Wassalam,
nurman

Pada tanggal 12/01/12, Sunny <ambon@tele2.se> menulis:
> Refl: Selama 32 dibawah kekuasaan Golkar dengan jenderal Haji Mohammad
> Soeharto sebagai pemimpin apakah Maluku mendapat kemajuan? Lantas yang duduk
> dipusat kekuasaan kleptokrasi itu tidak ada anggota Golkar? Kemajuan apa
> dilaksanakan membuat rakyat Maluku membanggakan Golkar?
>
> http://www.siwalimanews.com/post/10_tahun_tak_dipimpin_kader_golkar_maluku_miskin
>
> Wednesday, 11 January 2012
> 10 Tahun tak Dipimpin Kader Golkar, Maluku Miskin
>
> Ambon - Provinsi Maluku mengalami kemiskinan serius, setelah 10 tahun
> provinsi seribu pulau ini, tak lagi dipimpin oleh kader Partai Golkar.
>
> Hal ini ditegaskan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Bidang
> Pemenangan Pemilu untuk wilayah Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat,
> Freddy Latumahina dalam orasi politiknya saat deklarasi pasangan calon
> Bupati dan Wakil Bupati Maluku Tengah (Malteng), Hamzah Sangadji-Melkias
> Mozes Lohy di Balai Pertemuan Mae Oku-Masohi, Senin (9/1).
>
> Latumahina mengungka­p­kan, saat ini Maluku berada di peringkat ketiga
> provinsi termiskin di Indonesia. "10 tahun Maluku lepas dari ke­pemimpinan
> Golkar, kita alami kemiskinan seri­us. Maluku berada di peringkat ketiga
> termiskin di Indonesia, sehingga menjadi komit­men agar Par­tai Golkar
> da­pat merebut kekuasaan di Maluku," tandasnya.
>
> Ia me­nan­­das­kan, kenya­taan yang dialami oleh Maluku yang mas­yarakatnya
> miskin itu harus menjadi semangat dan spirit bagi kader Golkar untuk terus
> berupaya merebut kekuasaan dan mengembalikan kejayaan Partai Golkar untuk
> terus berjuang demi kemahaslahatan warga dan masyarakat Maluku.
>
> Ia mengingatkan kader Partai Golkar di dae­rah ini untuk tidak main-main dan
> tetap bekerja keras merebut kembali kekuasaan di Maluku yang sudah terlepas
> kepemimpinannya dari kader Partai Golkar, sehingga dampak yang dialami
> Maluku adalah kemiskinan.
>
> Latumahina menandaskan, perjuangan untuk merebut kekuasaan di Maluku diawali
> dari kemenangan di Malteng, sehingga semua kader Partai Beringin ini diminta
> untuk tetap solid dan merapatkan barisan guna meme­nangkan pasangan Hamzah
> Sangadji dan Melkias Mozes Lohy (HASIL).
>
> "Kami ingin mengembalikan kepemimpinan Partai Golkar di Maluku dan Malteng.
> Partai Golkar ingin memberikan yang terbaik, Golkar ingin mempercepat
> pembangunan, Golkar ingin mengatasi Provinsi Maluku dengan segala
> problematiknya. Dari Maluku Tengah kita memulai, tidak ada pilihan,"
> katanya.
>
> Diakuinya, Malteng memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat
> melimpah dan jika dikelola dengan maksimal, maka dapat menopang Malteng dari
> kemiskinan dan Mengangkat Malu­ku dari kemiskinan nasional.
>
> Pada kesempatan itu juga, Latumahina mengungkapkan, tingkat kemiskinan di
> Kabupaten Maltengjuga tertinggi di Maluku, se­hingga pasangan Hamzah
> Sangadji dan Melkias Mozes Lohy yang jika pada pesta demokrasi tanggal 4
> April nanti diberi mandat dan keperca­yaan, maka harus terus berupaya untuk
> mewujudkan perubahan dan ia yakin pasangan yang diusung partai Golkar,
> Partai Bulan Bintang (PBB), Pakar Pa­ngan dan Partai Karya Peduli Bang­sa
> (PKPB) ini dapat membawa perubahan Bumi Pamahanunusa. (S-26)
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>


------------------------------------

Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/inti-net/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/inti-net/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
inti-net-digest@yahoogroups.com
inti-net-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
inti-net-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/