21 Januari 2012

Re: [inti-net] Makna Imlek di Kota-Kota Indonesia

Sebenarnya , walaupun secara resmi sudah ada larangan perayaan Imlek itu,
kendati saya tidak tahu sama sekali adanya larangan itu sampai tahun 1998.
Setahu saya, dikantor pemerintah, dimana ayah saya bekerja saat itu, para
pegawai sipilnya hampir separuh dari mereka mendatangi rumah kami untuk
mengucapkan selamat tahun baru Imlek kepada keluarga saya. Hari itu ayah
saya tidak masuk kantor, pegawai2 sipil lainnya mereka masuk sampai jam
11:30 dan beramai2 pakai mobil kantor datang kerumah kami , beranjangsana
dan makan hidangan imlek bersama (tentu yang halal makananya lho), setelah
itu mereka kembali lagi bertugas ke Kantor. Ini berlangsung sudah lama
sekali, sejak zaman Sukarno - ke Harto, sampai ayah saya pensiun. Bahkan
setelah pensiun mereka masih datang juga.

Kalau disekolah, rasanya pada awal orde baru, sekolah saya tidak ada libur
tahun baru imlek, tapi setelah beberapa kali pada kosong kelasnya , maka
Tahun Baru Imlek diliburkan secara tidak resmi.

Jadi ini tergantung dari komunitas mayoritasnya.

Kalau dalam urusan perdagangan dulu, Pada malam tahun baru Imlek, (besoknya
tahun baru imlek) kita tidak boleh nagih bon. Suatu kali jatuh pada hari
itu saya sebagaimana biasanya pergi nagih bon ke Glodok, Lalu customer saya
bilang "Mo lin sin" (dialek Khek) , katanya tidak tahu sopan santun,
menagih uang pada hari itu. Tapi tidak semua customer seperti itu. Untuk
tidak menyebabkan mereka merasa offended maka saya tidak melakukan
penagihan bon pada hari2 itu lagi. Yah namanya orang kalau ditagih utang
selalu saja cari alasan ini, itu.

2012/1/20

> **
>
>
> Makna Imlek di Kota-Kota Indonesia
> Oleh Marco Kusumawijaya | Newsroom Blog – 12 jam yang lalu
>
> Imlek pada dasarnya adalah perayaan awal musim semi. Ia terkait erat
> dengan siklus pertanian. Tetapi pertanian tidak terlepas dari kehidupan
> perkotaan, tempat banyak orang hidup bersama dalam jarak dekat, sehingga
> banyak produk pertanian dikonsumsi dan: dirayakan!
>
> Jane Jacobs dalam bukunya, Economies of City, menulis bahwa pertanian maju
> justru karena ekonomi perkotaan. Ekonomi perkotaan bukan saja membangkitkan
> kebutuhan akan produk pertanian, tetapi juga menciptakan inovasi-inovasi
> yang meningkatkan produktivitas dan keragaman.
>
> Maka sebenarnya perayaan Imlek bukan hanya terdiri dari kembang api dan
> angpau. Ia boleh dikatakan merayakan apa yang sekarang disebut metabolisme
> sirkuler. Desa mengirim makanan ke desa, sebaliknya kota mengirimkan pupuk,
> bibit hasil silang, kebutuhan pertanian lainnya, serta
> pembaharuan-pembaharuan.
>
> Oleh karena itulah unsur makanan menjadi salah satu hal terpenting pada
> perayaan Imlek. Salah satu agenda pokok keluarga-keluarga yang merayakan
> Imlek di Indonesia adalah makan bersama keluarga dengan menu tertentu,
> misalnya hidangan tanpa daging. Di keluarga lain bisa berlaku menu lain,
> misalnya daging tertentu atau ikan.
>
> Di Pulau Bangka, daging ayam menjadi makanan istimewa di masa kecil saya,
> mungkin karena makanan sehari-hari adalah makanan hasil laut seperti ikan,
> udang dan kepiting, selain babi tentunya. Kue keranjang yang sangat manis
> dan cukup tahan lama itu sangat mungkin merupakan hasil olahan orang kota,
> karena merupakan campuran berbagai bahan yang diperdagangkan di kota.
> Proses pengolahannya sendiri mungkin memerlukan alat-alat yang diciptakan
> di kota.
>
> Nah, daripada mendapatkan angpau, sebenarnya lebih menarik apabila
> berkesempatan menyantap makanan-makanan khas itu di keluarga-keluarga yang
> masih menghidangkannya. Keluarga-keluarga tertentu sangat mungkin
> mengembangkan resep atau cara penyajian yang unik, berbeda satu dari yang
> lainnya. Ini baru pengalaman interkultural yang asyik.
>
> Orang Tionghoa dilarang berdagang di luar kawasan perkotaan oleh Peraturan
> Presiden No 10 Tahun 1959. Maka perayaan Imlek sejak itu rupanya menjadi
> lebih terpusat di kota-kota yang cukup besar, hingga terbitnya Inpres 14
> Tahun 1967 yang melarang pelarangan Imlek bersama seluruh tradisi Cina
> lainnya.
>
> Sekali lagi, dalam hal ini pun terdapat pengecualian di daerah-daerah
> berpenduduk keturunan Tionghoa dengan jumlah signifikan. Di Pulau Bangka
> misalnya, tetap banyak keturunan Tionghoa yang tinggal di desa hingga
> sekarang.
>
> Dalam masa Orde Baru sebenarnya "perayaan" diam-diam tetap berlangsung,
> terutama di kota-kota yang memiliki penduduk keturunan tionghoa yang
> signifikan. Setiap tahun di Pangkalpinang dulu anak-anak kecil--tionghoa
> atau pun bukan--selalu antri untuk mendapatkan angpau pada hari Imlek di
> rumah paman saya, yang terkenal sebagai dermawan kampung. Kadang-kadang
> secara tidak menyolok juga ada pertunjukan barongsai oleh beberapa
> perkumpulan kungfu yang masih tersisa dan diam-diam tetap latihan secara
> teratur.
>
> Kini Imlek bebas dirayakan. Makan malam keluarga pun keluar ke ruang
> publik, ke restoran-restoran, secara lebih bebas dan meningkat. Intensitas
> konsumsi yang industrial di kota-kota mungkin akan memediasi pengalaman
> interkultural yang berbeda.
>
> Bagaimana pengalaman Imlek di kota Anda? Bagikan cerita atau foto-foto
> Anda dalam merayakan imlek di kotakita@yahoo-inc.com
> Marco Kusumawijaya adalah arsitek dan urbanis, peneliti dan penulis kota.
>
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/inti-net/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/inti-net/join
(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
inti-net-digest@yahoogroups.com
inti-net-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
inti-net-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/