9 Februari 2012

[inti-net] Biaya Naik Lima Kali Lipat, Puskesmas Sepi

 

Refl: Jelas, jika biaya untuk berobat naik 5 kali lipat membuat puskemas sepi dan penduduk berpendapatan rendah pun cemas, karena mereka yang membutuhkan pengobatan, tidak mampu untuk berobat menjadi sehat segar bugar, sebab mereka tak mampu membayar harga pengobatan. Dengan lain kata bisa juga berarti bahwa jumlah orang mati akan cepat bertambah banyak angkanya. Apakah makin cepat dan banyak kematian di kalangan penduduk yang tidak bisa dirawat akan mempengaruhi menurunnya konsumsi beras atau bahan makanan lainnya, masih terlalu pagi untuk dikatakan. Tetapi yang penting ialah bukti politik rezim dalam bidang kesehatan sangat tidak pro kehidupan rakyat kecil untuk berobat apabila jatuh sakit.

http://www.republika.co.id/berita/regional/nusantara/12/02/08/lz2i4d-biaya-naik-lima-kali-lipat-puskesmas-sepi

Puskesmas, ilustrasi

Biaya Naik Lima Kali Lipat, Puskesmas Sepi
Rabu, 08 Pebruari 2012 16:24 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR - Sejumlah Puskesmas yang ada di Kota Denpasar sejak beberapa hari terakhir kelihatan lebih sepi dibandingkan sebelumnya. Itu diduga terkait kenaikan tarif berobat sampai lima kali lipat, yang membuat masyarakat jadi enggan datang ke Puskesmas.

Kenaikan tarif berobat di pusat layanan kesehatan milik pemerintah di Denpasar itu, mulai naik sejak 6 Pebruari lalu, dari sebelumnya hanya Rp 3.000 per orang, jadi Rp 15.000. Namun Kasubag Penyaringan, Pengumpulan dan Pemberitaan Humas Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai S.Sos, MSi, menolak menyebut kenaikan itu dengan istilkah naik, melainkan penyesuaian.

"Sekarang ini kan sudah tidak ada lagi biaya berobat Rp 3.000, sedangkan biaya sebesar Rp 15.000 adalah biaya riil, biaya yang wajar," kata Rai, kepada Republika, Rabu (8/2).

Dikatakannya, walau biaya berobat di Puskesmas telah disesuaikan menjadi Rp 15.000 per orang, sebenarnya masyarakat Denpasar tidakmembayar apa-apa alias berobat secara gratis. Karena kata Rai, warga biaya berobat warga Denpasar dijamin oleh Program Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM), yang dibuat oleh Pemprov Bali.

Sementara itu, sejumlah warga masyarakat, mengeluhkan kenaikan tarif berobat di Puskesmas itu, terutama warga pendatang yang tinggal di Denpasar, namun tidak memiliki KTP Denpasar. Karena, JKBM hanya diperuntukkan bagi warga Bali atau yang ber-KTP Bali.

Redaktur: Hafidz Muftisany
Reporter: Ahmad Baraas

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___