3 Februari 2012

[inti-net] Booming Ekonomi China Masih Jauh dari Berakhir

 

Ekonomi - Hari ini Pkl. 00:15 WIB
Menurut Pakar Ekonomi :
Booming Ekonomi China Masih Jauh dari Berakhir

(Associated Press/Adrian Bradshaw) Kanselir Jerman Angela Merkel (kiri) dengan senyuman manis mendekati PM China Wen Jiabao untuk berjabatan tangan seusai memberi konperensi pers di Balai Agung Rakyat di Beijing, China, Kamis.
Tujuan utama kunjungan Merkel ke China adalah untuk peningkatan kemitraan strategis dan hubungan perdagangan Jerman-China. Menurut Merkel, Jerman merupakan mitra perdagangan terbesar bagi China dengan nilai perdagangan bilateral mencapai 140 miliar euro dalam 2011.
Merkel adalah seorang negarawan yang bijak. Ketimbang bersikap tak bersahabat dan iri hati terhadap kenaikan peran politik dan booming ekonomi China, memilih bersahabat dan bekerjasama demi pertumbuhan dan kesejahteraan bersama.
Oleh media AS dilaporkan, tujuan kunjungan Merkel ke China ialah agar Beijing mau menggunakan pengaruhnya untuk membujuk Iran meninggalkan ambisi kemungkinan memproduksi senjata nuklir.
Beijing, (Analisa). Sekelompok pakar yang terkenal dengan reputasi mereka yang selalu tepat dalam porkas mereka termasuk guru besar New York University Nouriel Roubini, dan pemimpin perusahaan pengelola investasi Jim Chanos, Jack Perkowski, yang dijuluki Mr. China, mengatakan kepada China Money Podcast, bahwa kini merupakan waktu paling tepat untuk berinvestasi di China, karena pemerintah China akan menjamin ekonominya tidak akan mengalami kemerosotan.
Berbeda halnya, konsultan Gary Shilling justru mengatakan ekonomi China tahun ini akan mengalami "hard landing" (sangat merosot) karena lemahnya pemintaan ekspornya dari luar negeri.

"Sangat banyak terbuka kesempatan di China. Sangat tepat mengawali investasi di sana," kata Perkowski seraya menambahkan, "Mereka yang meramalkan akan terjadi hard landing di sana samasekali tidak memperhitungkan kenyataan bahwa pemerintah China punya semua perangkat fiskal dan moneter untuk digunakan."

Perkowski, pendiri dan mitra pengurus bank dagang JFP Holdings Ltd. yang fokus ke China, sudah berpengalaman 20 tahun dalam berinvestasi di China. Perjalanan pelopornya di sana membuat dirinya menjadi salah satu pengusaha Barat paling sukses di China hingga dia dijuluki Mr. China.

Menurut Perkowski, di antara potensi investasi di sana, dia lebih menyukai dan menyokong sektor teknologi lingkungan hidup dan efisiensi energi. "Segala sesuatu yang berhubungan dengan lingkungan, yang membantu memperbaiki efisiensi energi dan mengurangi emisi (dan seterusnya) akan menjadi kesempatan besar, juga perawatan kesehatan, salah satu industri besar terakhir yang kini terbuka bagi investor luar," katanya.

"Keseluruhan sektor jasa keuangan akan sangat besar," kata Perkowski. "China masih memiliki 50% tingkat tabungan, dan sektor asuransinya tumbuh 25% per tahun, bukan karena rakyatnya menyukai asuransi, tapi karena mereka lebih memandang asuransi sebagai sarana alternatif bagus untuk menabung," katanya.

Mereka yang memprediksikan bahwa China tak bisa diabaikan akan mengalami hard landing, menetapkan tingkat pertumbuhan tahunan negara itu di bawah 7,5%, di bawah estimasi berbagai sumber pemerintah China untuk mengatur ekonominya.

"China perlu tumbuh antara 7 hingga 9% per tahun untuk membuat ekonominya bisa menyerap seluruh pekerja baru setiap tahun," kata Perkowski. Oleh karenanya, dengan stabilitas sosial menjadi prioritas utama mereka, maka para pemimpin China akan berusaha sekuat tenaga agar pertumbuhan tidak sampai anjlok hingga di bawah level pedoman mereka, katanya.

Sementara itu, presiden perusahaan konsultan A. Gary Shilling & Co., Gary Shilling, mengatakan, ekonomi China menuju "hard landing" tahun ini karena melemahnya permintaan luar negeri yang menghambat ekspornya. Shilling meramalkan dengan tepat terjadinya resesi AS mulai Desember 2007.

Menurut estimasi ekonom itu, pertumbuhan ekonomi China memang mencapai 10,4% per tahun dalam 10 tahun terakhir, lima kali tingkat pertumbuhan di AS, karena pemerintahnya meningkatkan anggaran belanja di dalam pembangunan jalan dan jembatan, dan pabriknya mengekspor segala-galanya mulai dari permainan anak-anak hingga kaus kaki. Dia memperkirakan hard landing China dengan tingkat pertumbuhan di bawah 6%.

Di lain pihak, David Rubenstein, CEO perusahaan saham swasta Carlyle Group LP mengatakan, "China memungkinkan tumbuh antara 8 dan 10% (per tahun) selama 10 tahun ke depan. "Bagi saya China menjadi tempat paling atraktif di dunia untuk berinvestasi" di luar AS, katanya. (Int.News/sy.a)
http://www.analisadaily.com/news/read/2012/02/03/33376/booming_ekonomi_china_masih_jauh_dari_berakhir/

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___