12 Februari 2012

[inti-net] Calon Legislator Perempuan Diusulkan Dapat Nomor Peci

 

http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/02/10/ArticleHtmls/Calon-Legislator-Perempuan-Diusulkan-Dapat-Nomor-Peci-10022012006012.shtml?Mode=0

Calon Legislator Perempuan Diusulkan Dapat Nomor Peci
JAKARTA

Para aktivis perempuan mendesak Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat menyusun pasal perlakuan khusus kepada calon legislator perempuan. Hal itu penting guna memperkuat keterwakilan 30 persen perempuan di Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, maupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
Wakil Ketua Komisi Nasional Anti-Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Masruchah, mengusulkan agar calon legislator perempuan mendapat nomor peci supaya kans mereka terpilih lebih besar pada pemilihan umum 2014. "Perempuan pada nomor urut teratas, nomor satu atau dua,"ujar Masruchah dalam diskusi di kantornya di Jakarta kemarin.

Selain nomor urut teratas, Komnas Perempuan meminta pemenuhan calon legislator perempuan pada daftar calon di setiap daerah pemilihan minimal 30 persen perempuan di setiap daerah pemilihan di semua tingkatan. Partai politik yang tidak melaksanakannya harus dikenai sanksi.

Pegiat Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia, Sri Budi Eko Wardhani, menambahkan, ada dua perubahan pasal yang diusulkan para aktivis perempuan, yaitu Pasal 53 dan 55 dalam UndangUndang Nomor 10 Tahun 2008 itu. Dalam Pasal 53 ia mengusulkan agar kalimat "memuat paling sedikit 30 persen keterwakilan perempuan" diubah menjadi "wajib memuat sekurang-kurangnya 30 persen keterwakilan perempuan".

Ketua Kaukus Perempuan Parlemen RI, Andi Timo Pangerang, mengatakan akan memperjuangkan usulan itu. Meski begitu, kata dia, topik ini akan menjadi perdebatan alot dalam pembahasan revisi undang-undang. "Pasti ada banyak reaksi pro dan kontra, tapi harus kita perjuangkan,"ujar politisi dari Partai Demokrat ini.

Peneliti senior Centre for Electoral Reform, Refly Harun, menilai politik feminin dengan jumlah anggota parlemen perempuan lebih banyak akan membuat lembaga legislatif lebih akuntabel."Permasalahan tidak bisa didasarkan pada gender, tapi bisa dicoba,"ujarnya.● MUNAWWAROH | FRANSISCO ROSARIANS

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___