China Lompati Posisi AS
| Heru Margianto | Selasa, 7 Februari 2012 | 06:49 WIB
Shutterstock
BEIJING, KOMPAS.com - China segera menjadi pasar ekspor terbesar bagi Uni Eropa tahun ini. Ekspor UE ke China akan melampaui ekspor UE ke Amerika Serikat, dan ini terjadi untuk pertama kali dalam sejarah. Peningkatan ekspor ini terjadi seiring dengan kenaikan permintaan domestik di China.
Demikian disampaikan Markus Ederer, Duta Besar UE untuk China di Beijing, Senin (6/2/2012).
Satu hari sebelumnya, Perdana Menteri China Wen Jiabao menyatakan akan membantu Eropa keluar dari krisis dengan berinvestasi di lembaga dana talangan milik Uni Eropa. Wen menyatakan, kestabilan Eropa penting bagi perekonomian China.
"Ekspor Eropa bertumbuh sangat pesat dibandingkan dengan impor Eropa dari China," ujar Ederer di Beijing.
Posisi China merupakan kebalikan dari kisah masa lalu. Ketika itu UE justru merupakan pasar ekspor terbesar bagi China.
Neraca perdagangan di antara keduanya bertumbuh sangat pesat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2011, neraca perdagangan UE-China mencapai 567 miliar dollar AS.
Ekspor China ke UE bertumbuh sebesar 14,5 persen pada tahun 2011 dibandingkan dengan tahun 2010. Namun, pertumbuhan impor dari Eropa meningkat lebih cepat. Impor negara-negara Asia dari UE, misalnya, bertumbuh 25,6 persen pada tahun 2011, menurut data resmi China. Ini menunjukkan perekonomian China dan Asia lebih menggeliat dari UE.
Namun, Beijing sedang berupaya mengurangi ketergantungan ekspor mengingat ekonomi UE dan AS sedang lesu. China ingin agar konsumsi domestiknya meningkat.
Pertumbuhan bisa turun
Dana Moneter Internasional (IMF) di Beijing memperkirakan, jika penurunan ekonomi di Eropa terus terjadi, pertumbuhan ekonomi China akan terpangkas hingga separuhnya. IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi China masih bisa mencapai 8,2 persen tahun ini.
Akan tetapi, jika krisis di Eropa terus berlanjut, pertumbuhan akan berkurang menjadi hanya 4 persen. IMF menyatakan, China harus bersiap menyediakan stimulus ekonomi untuk menjaga tingkat pertumbuhannya.
"Pemulihan global masih dibayangi oleh kendala dari zona euro dan kerentanan di tempat lain. Jika saja skenario terburuk menjadi kenyataan, China harus menanggapi keadaan tersebut dengan paket fiskal yang signifikan melalui anggaran pemerintah pusat maupun daerah," demikian pernyataan IMF.
China berhasil membaik dengan cepat ketika terjadi krisis tahun 2008. Perekonomiannya terus bertumbuh pesat karena kuatnya dana pemerintah untuk mendukung kebijakan fiskal demi mendorong pertumbuhan ekonomi. (AFP/Reuters/joe)
http://www.analisadaily.com/news/read/2012/02/07/34092/imf_krisis_eropa_dapat_pangkas_separuh_pertumbuhan_china/
Terkini - Hari ini Pkl. 07:52 WIB
IMF: krisis Eropa dapat pangkas separuh pertumbuhan China
Washington (ANTARA News) - Sebuah eskalasi krisis utang Eropa dapat memangkas separuh pertumbuhan ekonomi China tahun ini, Dana Moneter Internasional mengatakan Senin, mendesak Beijing mempersiapkan langkah-langkah stimulus untuk mengatasinya.
IMF, dalam sebuah laporan prospek ekonomi dunia terbesar kedua itu, menyoroti kerentanan China terhadap permintaan global, lapor AFP.
"Ekonomi global sedang pada tahap genting dan risiko penurunan telah meningkat tajam," kata IMF, mengutip kemungkinan krisis mendalam di sektor keuangan Eropa yang akan dirasakan di seluruh dunia.
"Seharusnya risiko buntut volatilitas keuangan yang berasal dari Eropa disadari, itu akan menyeret pertumbuhan China lebih rendah."
IMF menguraikan dampak negatif jika krisis zona euro menjerumuskan Eropa ke dalam resesi yang dalam, menyeret pertumbuhan China lebih rendah, terutama karena guncangan melalui perdagangan.
Dalam "skenario penurunan" pertumbuhan China akan turun sekitar 4,0 persen tahun ini dari tingkat 8,2 persen yang diproyeksikan IMF pada Januari.
"Oleh karena itu, risiko terhadap China dari Eropa, besar dan nyata."
Dalam hal ini, "China harus menanggapinya dengan paket fiskal yang signifikan."
Paparan China terhadap dampak situasi keuangan terbatas, IMF mengatakan, mencatat aset asing, termasuk utang negara, hanya mewakili 2,0 persen dari aset-aset bank China.
Namun, ekonomi yang bergantung ekspor sangat terbuka melalui hubungan perdagangan. Hampir setengah dari ekspor China ke Eropa dan Amerika Serikat.
Permintaan global yang lebih rendah akan semakin mengurangi investasi dan lapangan kerja dan dapat memicu penurunan pasar properti China.
IMF mengingatkan bahwa kerentanan China itu terungkap dalam krisis keuangan global 2008-2009, ketika pertumbuhan global anjlok.
China meluncurkan kredit besar dan stimulus fiskal dalam menanggapinya, membatasi dampak tajam pada perekonomian domestik -- namun pertumbuhan masih tenggelam lima persentase poin.
"Namun, track record disiplin fiskal China telah memberikan banyak ruang untuk menanggapi seperti kejutan eksternal," kata IMF.
Jika kawasan euro terhuyung-huyung, IMF merekomendasikan Beijing meluncurkan program stimulus substansial, setara dengan sekitar 3,0 persen dari produk domestik bruto tersebar di 2012-2013.
Itu akan membatasi penurunan pertumbuhan menjadi sekitar 1,0 persen, mengurangi dampak negatif terhadap lapangan kerja dan mata pencaharian rakyat, kata IMF.
Langkah-langkah stimulus dapat mencakup pengurangan pajak konsumsi, memajukan rencana perumahan sosial dan perluasan investasi di bidang jaring pengaman sosial, antara lain.
"Tidak seperti pada tahun 2008, paket stimulus ... harus melewati anggaran dan tidak akan bergantung pada infrastruktur publik," kata IMF, mengacu pada cara meningkatkan pengeluaran sebelumnya yang ditangani melalui sistem perbankan, perusahaan negara dan pembiayaan kendaraan pemerintah lokal.
"Prospek eksternal lemah menggarisbawahi pentingnya mempercepat transformasi ekonomi China untuk mengurangi kerentanan terhadap prilaku aneh dari permintaan global," katanya menambahkan. (A026)
[Non-text portions of this message have been removed]
Kunjungi situs INTI-net
http://groups.yahoo.com/group/inti-net
Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet
*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*