14 Februari 2012

[inti-net] Djohar Urus Utang PSSI ke Swiss

 



http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/02/13/ArticleHtmls/Djohar-Urus-Utang-PSSI-ke-Swiss-13022012020015.shtml?Mode=0

Djohar Urus Utang PSSI ke Swiss
JAKARTA

Tagihan bukan US$ 700 ribu, melainkan tak sampai US$ 100 ribu.

Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Djohar Arifin Husin dan wakilnya, Farid Rahman, terbang ke Swiss, Kamis malam pekan lalu. Keberangkatan yang terkesan mendadak itu, selain menghadiri acara Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), untuk memperjelas status utang PSSI yang diklaim konsultan Piala Dunia, Michel Bacchini, mencapai US$ 700 ribu.
Deputi Sekretaris Jenderal PSSI Bidang Urusan Luar Negeri, Rudolf Yesayas, mengatakan PSSI berharap Pengadilan Arbitrase Internasional untuk Olahraga (CAS) membatalkan tagihan utang tersebut.

"Setelah acara FIFA itu, baru mereka menemui Patrick Mbaya," kata Rudolf ketika dihubungi Tempo kema rin. Patrick adalah pengacara internasional yang dikontrak PSSI untuk menangani gugatan Bacchini di CAS.

Sengketa ini bermula saat PSSI dipimpin Nurdin Halid (2004-2011). Nurdin kala itu berniat menjadikan Indonesia tuan rumah Piala Dunia 2022. Untuk melancarkan berbagai urusan, ia pun menyewa Bacchini.

Namun Nurdin lengser di tengah jalan. Proyek menjadikan Indonesia tuan rumah Piala Dunia 2022 pun gagal total, karena FIFA menunjuk Qatar. Bacchini, yang mengklaim telah mengeluarkan sejumlah uang, lalu menagih ke PSSI melalui arbitrase, dengan memasukkan pengaduan pada 27 Juli 2010.

Selama proses arbitrase berlangsung, PSSI mengaku tak pernah tahu ada kasus ini. Informasi soal itu baru diketahui pada awal Oktober 2011, saat Bacchini memberi tahu Farid. PSSI pun bergerak cepat. Mereka melayangkan surat kepada CAS pada 8 November 2011. Isinya, meminta CAS tak gegabah mengetuk palu karena selama ini mereka hanya menerima informasi dari satu pihak, yakni dari Bacchini.

CAS kemudian mengabulkan permintaan PSSI agar panel dibuka lagi. Celah inilah yang dimanfaatkan PSSI untuk meminta Bacchini membuktikan klaimnya.

PSSI, kata Rudolf, optimistis CAS tak akan mengegolkan tuntutan Bacchini karena nilai klaimnya tak masuk akal.

Dalam salinan klaim Bacchini yang diterima Tempo disebutkan bahwa PSSI harus membayar US$ 442 ribu untuk pembayaran kontrak plus bunga senilai US$ 39.140. Bacchini juga menuntut uang tunjangan US$ 139 ribu, biaya perkara US$ 44 ribu, dan biaya pengacara US$ 33 ribu. Total tagihan yang diklaim Bacchini mencapai US$ 699 ribu.

Rudolf mengatakan, kalaupun Bacchini menang, tagihan yang harus dibayarkan tak sampai US$ 100 ribu

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___