16 Februari 2012

[inti-net] FPI Dibiarkan, Jajang C Noer Kritik Pemerintah - FPI Lahir Setelah Reformasi Bergulir

 

FPI Dibiarkan, Jajang C Noer Kritik Pemerintah
Fabian Januarius Kuwado | Tri Wahono
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Jajang C Noer

JAKARTA, KOMPAS.com Wacana pembubaran Front Pembela Islam (FPI) oleh massa yang mengatasnamakan Gerakan Indonesia Tanpa FPI di Bundaran HI, Jakarta Pusat, menarik minat masyarakat untuk bergabung dalam aksi tersebut, tak terkecuali seniman senior, Jajang C Noer.

"Ada imbauan Indonesia damai tanpa FPI di sini, ya saya ikut," ujarnya kepada Kompas.com saat unjuk rasa tengah berlangsung, Selasa (14/2/2012).

Ia menyesalkan tindakan ormas tersebut yang kerap menyertakan kekerasan dalam beberapa aksinya, padahal organisasi tersebut berlatar belakang agama. "Mereka suka sembarangan, main hakim sendiri, seharusnya mereka introspeksilah," lanjutnya.

Wanita yang aktif terlibat dalam dunia teater tersebut mengaku memiliki pengalaman langsung terhadap aksi kekerasan yang dilakukan FPI. Saat ia dan massa dari Forum Kerukunan Antarumat Beragama mengadakan aksi serupa di Monumen Nasional, Minggu (1/6/20111) lalu.

"Itu ibu-ibu dipukulin pakai apa tahu, kita semua kabur-kaburan," ujarnya.

Meski kerap memakai kekerasan, Jajang C Noer juga menyesalkan pemerintah yang terkesan lambat dalam bereaksi terhadap ulah FPI tersebut. "Lihat aja, pemerintah enggak bisa ngapa-ngapain, polisi hanya berjaga saja," lanjutnya.

Meski demikian, ia mengaku tetap optimistis terhadap perdamaian di Indonesia. Sebelumnya diberitakan, massa yang mengatasnamakan Gerakan Indonesia Tanpa FPI tengah melakukan unjuk rasa di Bundaran HI, Jakarta. Dalam aksi tersebut, massa menolak keberadaan FPI yang kerap melakukan kekerasan di Tanah Air.

Aksi tersebut berakhir sekitar pukul 18.00 WIB dengan tertib. Setidaknya lima orang ditangkap dalam aksi tersebut. Satu di antaranya diketahui bernama Bandi, salah seorang peserta unjuk rasa, sementara empat lainnya tak dikenal dan diduga provokator.

FPI Lahir Setelah Reformasi Bergulir
TEMPO.CO 15 Feb 2012
TEMPO.CO, Jakarta - Front Pembela Islam (FPI) cenderung identik dengan kekerasan. Akibatnya, muncul penolakan di berbagai daerah. Paling anyar, penolakan warga Dayak di Palangkaraya, Kalimantan Tengah atas niat pendirian cabang FPI Kalimantan Tengah, Sabtu 11 Februari 2012. Bagaimana awal mula berdirinya FPI pimpinan Rizieq Syihab?

FPI lahir dalam suasana reformasi. Sekitar tiga bulan setelah Presiden RI ke-2 Soeharto lengser, organisasi wadah kerjasama ulama dan umat itu didirikan secara resmi tepatnya 17 Agustus 1998. Tujuannya, mengajak umat pada kebaikan dan mencegah kesesatan.

Ratusan habib, ulama, mubalig, kiai, dan santri dari Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi hadir dalam deklarasi pendirian FPI. Di Halaman Pondok Pesantren Al-Um, Kampung Utan, Cempaka Putih, Ciputat, Tangerang, Banten, kala itu penuh sesak.

Pada saat terbentuk, ulama dan habib sepuh memilih Rizieq Syihab menjadi Ketua. Menurut Sumber Tempo, ia dinilai muda, lugu, dan tidak punya afiliansi politik. Ilmu agama Rizieq juga dianggap masih segar karena ia baru lulus sekolah di Riyadh, Arab Saudi.

Meski menjabat sebagai ketua, Rizieq tak otomatis mendominasi FPI. Di dalam organisasi, Rizieq menangani urusan masjid. Adapun habib sepuh mengurus hubungan dengan pihak luar. Namun, pasca rusuh Ketapang, November 1998, peran Rizieq semakin menonjol dan mendominasi. Sejak itulah, FPI berkembang di bawah kendali Rizieq.

Di bawah Rizieq, FPI terus meluaskan pengaruhnya ke beberapa wilayah di tanah air. Namun, aksi mereka yang identik dengan kekerasan membuat sejumlah daerah melancarkan aksi penolakan. Aksi penolakan paling anyar dilakukan ratusan warga Dayak. Mereka menghadang rombongan FPI di Bandara Cilik Riwut untuk mencegah pendirian cabang FPI di Kalimantan Tengah.

DIOLAH DARI BERBAGAI SUMBER | RINA W

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___