Hanya bisa memohon dengan memelas, semoga uang guru dikembalikan oleh yang mulia juragan Liauw Inggarwati
Kalau gak dikembalikan, didoakan aja rame2, semoga sakit parah & sengsara sampai 7 turunan
(pesimis bahwa hukum akan bisa menindak mafia perusak masa depan negeri ini)
===============================
On Sat, 2/11/12 Aliansi Pendidikan wrote:
Guru2 Dipaksa Beli Laptop Dengan Harga 2x Lebih Mahal
Membaca 2 (dua) berita ini, apakah ada yang punya ide untuk menggalang solidaritas membantu guru2 yang mengalami pemerasan terselubung ini?
Sudah beberapa kali diberitakan di media massa.. tapi hal ini tetap berlangsung
Sudah mengadu ke DPRD.. tapi guru yg mengadu malah dimutasi dll
----------------------------------------------------------
http://tyaset.com/2012/02/10/guru-yg-lulus-sertifikasi-dipaksa-beli-laptop-oleh-dinas-pendidikan/
KOTA MALANG HEBOH !.....guru yang lulus sertifikasi dipaksa beli laptop oleh Dinas Pendidikan. Seluruh guru harus beli laptop yang dikirim PT. Budi Karya Mandiri. Bagi guru yang sudah punya laptop, mereka tetap harus beli lagi.
Guru2 takut, jika tidak taat. Karena sudah ada kejadian , guru2 yang lapor ke DPRD , malah guru2 tersebut dimutasi. Yang memberatkan, laptop merk & type yang sama di pasar harganya 3,5jt, sedangkan guru2 dipaksa membeli pada PT Budi Karya Mandiri dengan harga 7-8jt.
Siapakah Liauw Inggarwati pemilik perusahaan2 ini? Konon dia adalah orang kuat & selalu bawa2 nama pejabat tinggi penegak hukum sebagai backing, seperti nama Marwan Effendi, Jamwas Kejaksan Agung yang mungkin tidak tau bahwa namanya selalu dipakai
menakut2i pejabat setempat. Ternyata pemaksaan ini bukan hanya terjadi
di Malang, tp terjadi hanpir di seluruh Jawa Timur, seperti di Jember dll, sebagaimana pernah diberitakan koran besar di Jatim beberapa waktu yang lalu, para guru dipaksa beli laptop dengan harga 2x lipat lebih mahal daripada harga di toko. Pelaku adalah Inggarwati cs yang
memakai perusahaan berbeda.
Hal ini bisa dilakukan karena juga selalu bawa nama ketua Kadin - Kamar Dagang & Industri Jawa Timur (LaNyalla Mattaliti - Red) , berapa besar uang yang diraup oleh Inggarwati dari pemaksaan pembelian laptop puluhan ribu guru2 di Jatim ini.
Padahal dg sertifikasi, dana dari pemerintah diharap dapat tingkatkan
kesejahteraan & kualitas guru.
Nasibmu ohh.. pak & bu guru....
----------------------------------------------------------
http://www.harianbhirawa.co.id/demo-section/berita-terkini/42296-guru-lolos-sertifikasi-wajib-beli-laptop
Guru Lolos Sertifikasi Wajib Beli Laptop
Wednesday, 08 February 2012 19:27
Media Online Bhirawa
Malang, Bhirawa
Kebijakan Dinas Pendidikan Kota Malang yang memaksakan para guru yang lolos sertifikasi, untuk membeli Laptop mulai ditentang. Lantaran kebijakan tersebut dinilai memberatkan, karena harganya senilai Rp7,8 juta.
Salah satu guru, mengatakan ini jelas pemaksaan dari
Diknas Kota Malang. Karena walaupun guru sudah memiliki laptop sejak
lama, tetap wajib beli. Makanya, pihaknya menolak bersama guru
lainnya.
Guru SDN Kebonsari 2, Sukun Kota Malang, yang tidak berani
menyebut identitasnya, karena takut di intimidasi oleh Kepada Dinas
Pendidikan Dra. Hj. Sri Wahyuningtyas MSi, Rabu 8/2 mengatakan, kebijakan itu sangat memberatkan.
Bahkan
guru-guru yang menolak itu, mendatangi SMK Negeri 4 Grafika, Kota
Malang, bersama puluhan guru lainnya, dari SDN di wilayah Kecamatan
Sukun. SMKN 4 Grafika. 200 laptop didistribusikan di daerah tersebut.
"Tolong
jangan disebutkan nama saya dan teman-teman yang menolak. Karena
ancamannya pasti dimutasi oleh Diknas kalau bicara di media. Banyak
sudah korbannya, gara-gara komentar di media langsung dimutasi,"ujar
wanita berjilbab itu.
Sejak awal para guru sudah menolak. Tapi
karena takut ada sanksi, para guru tak bisa melawannya. Karena pembelian
itu diwajibkan pada guru yang lolos sertifikasi. Pihaknya datang ke SMK
4 bukan untuk membeli laptop tapi untuk klarifikasi bagaimana kalau
sudah punya laptop, apa harus beli lagi?
Para guru menolak karena sudah punya laptop. Selain sudah punya laptop, harganya cukup mahal. Bayangkan saja, merek Toshiba, tipe C 640, dengan prosesor I3, hardisk 500 GB, harganya Rp7,8 juta. Harga awalnya Rp 7,3 juta.
Padalah
katanya, harga laptop dengan merek sama dan tipe sama di pasaran,
harganya hanya Rp 4,150.000. Selain mendapatkan laptop, juga mendapatkan
modem dan kartu perdana untuk fasilitas modem.
Selain
pendistribusian laptop, saat itu juga, para penerima laptop langsung
ikut pelatihan mengoprasikan laptop yang sudah dibelinya. Tutornya dari
Ikatan Guru Indonesia (IGI).
Sementara dari pihak Dinas pendidikan
tak terlihat di lokasi tersebut. Pendistribusian laptop diberikan oleh
PT Budi Karya Mandiri Surabaya. "Saya hanya bertugas mendistribusikan
laptop ini. Selanjutkan saya tidak tahu," kata Suyanto, karyawan PT Budi
Karya Mandiri yang ditemui wartawan disela-sela pendistribusian laptop
kepada para guru.
Suyanto, ditanya lebih lanjut enggan untuk
menjelaskan kepada awak media. Karena hanya disuruh membagikan laptop
ini sebanyak 200 unit, dan penerima langsung mengikuti pelatihan dengan
tutor Ikatan Guru Indonesia.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Sri
Wahyuningtyas, hingga berita ini ditulis, tak bisa dikonfirmasi. Di
hubungi melalui ponselnya, dan melalui pesan pendek, juga tak ada
respon.
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Christea
Frisdiantara, menegaskan, silahkan ditolak kalau pembelian itu
dipaksakan. "Kalau sudah dipaksa harus beli itu yang tidak boleh.
Silahkan dilaporkan kalau harus dipaksa beli," tegasnya.
Guru yang merasa dipaksa, kata Christea, diminta untuk segera melaporkan ke dewan secara langsung. [mut]
Blog Indonesia Updates
http://indonesiaupdates.blogspot.com
Blog JakartaPost
http://jakartapost.blogspot.com
Blog LowonganNet : Pusat Informasi Lowongan Terlengkap
http://lowonganNet.blogspot.com
http://adv.justbeenpaid.com/?r=kQSQqbUGUh
Kunjungi situs INTI-net
http://groups.yahoo.com/group/inti-net
Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet
*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*