23 Februari 2012

[inti-net] Ikan-ikan Menjauh dari Pulau Badik

 

Refl: Ikan-ikan menjauh, mungkin karena keadaan alam, seperti temperatur air laut naik menjadi lebih panas, polusi atau juga karena ikan-ikan itu ditangkap (over fishing) sebelum mendekati pantai. Bagaimana menghindari hari depan suram yang sudah muali bagi kehidupan penduduk pedesaan pesisir pantai yang tergantung pada hasil lautan?

Di California dulu terdapat ikan sardine yang berlimpah, banyak pabrik ikan kaleng. Tiba-tiba pada tahun 1946 hilang ikan sardine tsb. Pabrik-pabrik tutup, banyak orang yang bekerja pada pabrik ikan kaleng atau menangkap ikan Sardine. Laut Batlik juga dulu banyak ikan, tetapi sekarang ikan sudah sangat berkurang, maka untuk mencegah habis ikan diadakan persetujuan untuk masing-masing negeri boleh menangkap. Persetujuan ini berlaku untuk Laut Utara bagi negeri-negeri Uni Europa. Di bahagian Alaska, USA juga ada peraturan demikian dan musimnya pun dibatasi, jadi tidak setiap kali orang boleh menangkap ikan untuk komersial.

Di Maluku juga ada hukum adat yang namanya "sasi", yaitu tiap penangkapan masing-masing ikan jenis ada waktunya begitupun hasil hutan, mungkin sekali peraturan demikan dianggap peraturan kafir bodoh sebab dibuat pada masa silam zaman nenek moyang kafir, jadi tidak lagi berlaku. Sekarang zaman mereka. Merdeka untuk merusak pun boleh dilakukan.

http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/02/22/ArticleHtmls/Ikan-ikan-Menjauh-dari-Pulau-Badik-22022012251005.shtml?Mode=0

Ikan-ikan Menjauh dari Pulau Badik

"Sikap hidup konsumtif manusia sangat berbahaya dan potensial untuk merusak bumi."

Luna Vidya Pieter muncul dengan dandanan sederhana.
Sebelum bercerita, ia menyapu sedikit area panggung dengan sapu lidi di tangannya. Tak berapa lama, ia terduduk. Wajahnya terlihat cukup terang dikelilingi sinar temaram cahaya lilin yang berjejer di depannya. Ia mulai menuturkan kisah tentang Pulau Badik di hadapan puluhan remaja dalam kegiatan aksi penyambutan Earth Our 2012 di depan Monumen Mandala Makassar, Jumat lalu.

"Saya tidak tahu, apakah kalian yang ada di sini tahu tentang Pulau Badik," ujar Luna. "Tidak Jauh kok, hanya 15 mil dari Makassar. Tapi mungkin tidak ada yang tahu kalau sekarang masyarakatnya sering terancam oleh debit air laut yang semakin tinggi,"kata Luna, dengan mimik pesimistis.

Ia terus bertutur dengan gaya khas monolognya. Tentang pentingnya menyelamatkan bumi, juga tentang Pulau Badik dan tentang penduduknya yang hanya mengandalkan kehidupan dengan mencari ikan. Mereka tidak perlu menggunakan banyak barang elektronik yang menyerap energi tinggi hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mereka.

Seiring dengan perkembangan teknologi, masyarakat Pulau Badik justru harus berjuang lebih keras untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka."Jika dulu mereka dengan mudah menangkap ikan di sekitar pulau, kini mereka harus menempuh jarak sekitar 45 kilometer karena ikan-ikan menjauh dari Pulau Badik," Luna menceritakan.

Melalui monolognya, Luna ingin menyampaikan sebuah perbandingan kenyataan tentang keadaan lingkungan pada masyarakat perkotaan dan masyarakat penduduk pulau yang masih berpegang pada nilai-nilai tradisional. Sedangkan masyarakat perkotaan terlalu sibuk dengan BlackBerry atau segala sesuatu yang berbau elektronik.

Menurut Luna, banyak manusia di dunia yang terlalu heboh mencipta, membangun sana dan sini, tapi tak tahu siapa yang mau berkontribusi terhadap penyelamatan energi bumi. Hutan dibabat habis, tambang-tambang dibangun tanpa menyadari efek buruk yang diakibatkan, sehingga sering kali masyarakat lokal dan tradisional yang terkena imbasnya.

"Mari kita menghindari sikap konsumtif karena sikap hidup konsumtif manusia sangat berbahaya dan potensial untuk merusak bumi," Luna menambahkan.
"Mungkin kita tidak mampu untuk mencegah kekuatan modal besar terus mengeksploitasi energi bumi, tapi kita bisa melakukan hal kecil dengan mengubah pola hidup keseharian."

Sebelum Luna, guyonan pelawak Stand-Up Comedy Makassar mengalir memberi lelucon yang mengundang tawa. Aksi penyambutan Earth Our 2012 di Makas sar ini diikuti oleh 30 komunitas di Makassar. Berbagai selebaran dan stiker tentang pesan untuk menjaga bumi disebar. Di antaranya ajakan untuk mematikan lampu dan penyejuk udara bila tak digunakan.

Ketua Panitia Penyambutan Earth Our 2012 di Makassar, Abadi Gunawan, mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah membangun kekuatan kampanye lebih besar dalam hal penghematan energi. "Kami sengaja mengadakan peringatan lebih awal," ucapnya. Earth Our Day sendiri akan berlangsung pada 31 Maret mendatang. "Kami tidak akan menyalakan lampu atau menggunakan energi listrik selama 60 menit pada jam aktif pukul 17.00-22.00 Wita," ucap Abadi. Adapun target utama dari kampanye ini adalah rumah tangga, sebagai konsumen energi listrik terbesar. ISMIRA SYAHRIR

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___