http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/02/15/ArticleHtmls/Indonesia-Butuh-Impor-Gula-220-Ribu-Ton-15022012105022.shtml?Mode=0
Indonesia Butuh Impor Gula 220 Ribu Ton
JAKARTA
Gula impor harus dija- min tak merembes ke Jawa dan Sumatera.
Produksi gula Indonesia saat ini belum mampu menutupi kebutuhan masyarakat setara satu bulan sebelum musim giling. Dewan Gula Indonesia (DGI) mengusulkan pemerintah untuk mengimpor gula mentah (raw sugar) sebanyak 240 ribu ton atau setara dengan 220 ribu ton gula kristal putih (GKP) untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Ketua DGI Suswono menyebutkan, ketersediaan fisik gula kristal putih di gudang sampai 31 Januari 2012 sebanyak 530.578 ton. Sedangkan produksi gula per Januari sampai 30 April 2012 di wilayah Sumatera 68.354 ton, sehingga diperkirakan kebutuhan GKP hing
ga Mei mencapai 598.932 ton. Adapun kebutuhan gula untuk empat bulan ke depan diperkirakan 860 ribu ton, sehingga akan ada kekurangan sampai 31 Mei 2012 sebesar 261.068 ton.
"Dulu perkiraan akan kurang dari dua bulan sebelum musim giling. Tapi, dari survei yang dilakukan, hanya kurang dari satu bulan ke depan atau sekitar 220 ribu ton gula putih,"ucap Suswono, yang juga Menteri Pertanian, kemarin.
Dia memastikan hanya akan mengimpor gula mentah agar bisa diproses oleh pabrik gula nasional. Gula mentah impor ini akan diprioritaskan untuk Indonesia bagian timur karena kebutuhan Sumatera dan Jawa sudah tercukupi. Kebijakan impor tetap harus diputuskan dalam rapat bersama di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Pelaksana impor terbuka bagi setiap perusahaan swasta gula ataupun BUMN gula yang memenuhi persyaratan lisensi. Perusahaan itu harus bisa memproses gula mentah ke GKP dan menjadi pelaku langsung untuk menyalurkan ke wilayah Indonesia timur.
Perusahaan yang memperoleh izin juga harus menjadi pelaku langsung, dan tidak boleh menjual hasil impor ke pabrik gula lain untuk diolah.
Pelaksanaan impor gula sendiri akan berlangsung sejak Februari hingga akhir April sebelum masa giling tiba. Jika melewati batas waktu, importir akan dikenai sanksi. "Tapi, untuk proses tender dan kuota, biasanya tergantung keputusan Kementerian Perdagangan." Direktur Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia
Suyoto Hadisaputro mengatakan negara asal gula impor belum ditentukan."Tapi ada kemungkinan impor diambil dari Thailand atau Australia,"kata dia.
Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia Sumitro Samadikun meminta pemerintah menjaga kestabilan harga gula di dalam negeri saat keran impor gula mentah ini dibuka. Ia khawatir impor gula membuat harga gula di tingkat petani anjlok seperti pengalaman yang di masa lalu. "Kalau harus ada impor, kami tidak ingin ini berpengaruh pada harga petani." Dia juga meminta agar ada pengawasan ketat terhadap pelaksanaan impor. Pemerintah harus menjamin bahwa gula impor tidak merembes ke pasar Jawa dan Sumatera yang tidak mengalami kekurangan.
[Non-text portions of this message have been removed]
Kunjungi situs INTI-net
http://groups.yahoo.com/group/inti-net
Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet
*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*