http://www.suarapembaruan.com/nasional/jangan-asal-tuding-aparat-harus-buktikan-keterlibatan-opm/17270
Jangan Asal Tuding, Aparat Harus Buktikan Keterlibatan OPM
Sabtu, 18 Februari 2012 | 21:58
[TIMIKA] Anggota Komisi A DPRD Mimika, Papua, meminta aparat kepolisian membuktikan tuduhan bahwa sempalan Organisasi Papua Merdeka (OPM) terlibat dalam serangkaian aksi penembakan di areal PT Freeport Indonesia.
"Apakah aparat sudah menemukan bukti bahwa memang benar OPM yang melakukan penembakan di areal Freeport. Itu perlu dibuktikan, tidak bisa asal menuduh," kata Allo Rafra di Timika, Sabtu (18/2).
Ia mengatakan hal itu menanggapi pernyataan Panglima Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Erfi Triassunu yang menyebut sempalan OPM pengikut Kelly Kwalik berada di balik serangkaian aksi teror penembakan di areal Freeport.
Allo Rafra mengatakan, selama ini masyarakat Mimika mengharapkan ada langkah yang nyata untuk mengamankan areal Freeport dari gangguang kelompok bersenjata.
Meski pengamanan PT Freeport selama ini sudah sangat ketat melibatkan ratusan personel Polri dan TNI, namun aksi penembakan masih terus terjadi dan sulit diungkap secara terang-benderang oleh pihak kepolisian.
Menurut wakil rakyat dari PDI-Perjuangan itu, tuduhan bahwa sempalan OPM terlibat aksi teror penembakan di areal Freeport perlu didukung dengan bukti-bukti yang autentik agar tidak terjadi pengklaiman secara sepihak.
"Apakah sudah pernah ada orang yang tertangkap dan mengaku mereka kelompok pengikut Kelly Kwalik ataukah ada kelompok lain yang bermain. Semua itu perlu dibuktikan, karena bisa saja terjadi pelaku penembakan di Freeport sebetulnya bukan orang hutan, tapi ada kelompok lain," ujar Allo Rafra yang pernah menjabat caretaker Bupati Mimika periode 2007-2008.
Ia menambahkan, kasus teror penembakan di areal Freeport yang terjadi secara beruntun sejak Juli 2009 hingga saat ini, menimbulkan trauma bagi karyawan maupun masyarakat di Mimika.
Jika aparat sudah mengetahui dan mengidentifikasi kelompok yang sering membuat teror penembakan di areal Freeport, menurut Allo Rafra, seharusnya melakukan operasi untuk menangkap gerombolan pengacau keamanan itu.
Dari data PT Freeport Indonesia, teror penembakan oleh gerombolan bersenjata tak dikenal di areal Freeport sejak Juli 2009 hingga Februari 2012 telah mengakibatkan 15 orang tewas dan sekitar 54 orang lainnya mengalami luka-luka. [Ant/L-8]
[Non-text portions of this message have been removed]
Kunjungi situs INTI-net
http://groups.yahoo.com/group/inti-net
Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet
*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*