Refl: Kalau jembatan duniawi NKRI sering ambruk, maka pertanyaan yang timbul ialah apakah bisa dipercaya keselamatan jembatan Depag untuk bisa mencapai dunia seberang demi kehidupan kekal?
http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/02/20/ArticleHtmls/Jembatan-Ambruk-1-Orang-Tewas-dan-8-Orang-20022012005006.shtml?Mode=0
Jembatan Ambruk, 1 Orang Tewas dan 8 Orang Hilang
BOGOR
Satu orang tewas dan delapan lainnya hilang akibat tercebur ke Sungai Cihideung kemarin pagi. Mereka adalah sebagian dari 23 korban jembatan kayu yang mendadak ambruk di Kampung Pabuaran Kaum, Desa Cibanteng, Ciampea, Bogor, Jawa Barat. Tujuh orang di antaranya berhasil menyelamatkan diri dari arus deras sungai itu.
"Tim SAR gabungan kepolisian dan pemerintah daerah masih mencari korban hilang,"kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bogor Yos Sudarajat kemarin. Korban yang hanyut adalah Eka, Ratih, Ajay, Zahra, Manah, Maesaroh, Tia, Jamal, dan Yuli. Enam di antaranya anak-anak.
Peluang para korban selamat sangat tipis. "Ini sudah lebih dari delapan jam, bisa dipastikan meninggal,"kata anggota Tagana Bogor, Cecep, di lokasi kejadian.
Menurut dia, arus sungai yang terhubung dengan Sungai Cisadane itu cukup deras. Para korban dengan mudah terseret arus. Tim penyelamat sudah melakukan pencarian di sepanjang bantaran sungai hingga ke muara. Mereka juga telah memasang jaring di muara.
Saksi mata, Neneng, 35 tahun, mengatakan peristiwa terjadi pada pukul 10.00 WIB. Neneng bersama rombongan warga Pabuaran Kaum baru pulang dari acara peringatan Maulid Nabi Muhammad di kampus Institut Pertanian Bogor. Warga memang biasa menyeberangi Cihideung melalui jembatan itu. "Tiba-tiba jembatan roboh dan (kami) langsung jatuh (ke sungai)." Neneng adalah salah satu dari korban selamat. "Alhamdulillah, saya bisa menyelamatkan diri dengan berenang ke pinggir sungai,"ujar Neneng, yang masih terlihat syok.
Kepala Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bogor Ajun Komisaris Imron Ermawan mengatakan, untuk sementara, penyebab ambruknya jembatan itu diduga tiang penyangga tidak kuat menahan beban.Warga menyeberang secara bersamaan. "Apalagi arus sungai juga sedang
deras, setelah Bogor diguyur hujan semalaman hingga pagi tadi (kemarin)."
Ujung jembatan bambu yang panjangnya 15 meter dengan lebar sekitar 1,2 meter itu sudah keropos. Ujung penopangnya ditanam di tanah. Adapun dua tiang kayu penopang di tengah sungai tampak terlalu ringkih untuk menahan beban berat.
Jembatan itu merupakan jalan pintas menuju kampus IPB."Jembatan itu warga yang bikin," kata Miftahudin, 58 tahun, penduduk setempat yang turut dalam pencarian korban. IPB, kata Miftahudin, pernah melarang warga membuat jalan pintas itu. Namun, lantaran mengetahui kebutuhan warga, akhirnya IPB mengizinkan.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bogor Ade Ruhandi, yang datang meninjau, menilai jembatan itu tidak layak digunakan."Seharusnya tak jatuh korban kalau kondisi jembatan ini baik."
ARIHTA U SURBAKTI
[Non-text portions of this message have been removed]
Kunjungi situs INTI-net
http://groups.yahoo.com/group/inti-net
Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet
*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*