Elvan Dany Sutrisno - detikFinance
Jakarta - Asosiasi pengusaha Indonesia (Apindo) menggugat kenaikan upah buruh di Bekasi dan Tangerang. Kenaikan upah buruh terlalu besar disebut sebagai lonceng kematian bagi usaha kecil.
"Sekarang ini sulit mencari kepuasan. Kita harus memuaskan diri, menerima apa yang ada. Gugatan Apindo terkait keputusan Gubernur agar menyadarkan kepala daerah menepati mekanisme yang ditetapkan. Upah minimum ditetetapkan melalui musyawarah, masalahnya kemarin itu tidak mengikuti mekanisme itu," kata Ketua advokasi kebijakan publik Apindo, Antony Herman, dalam Polemik Sindo Radio bertajuk 'Buruh Mengeluh' di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/2/2012).
Kenaikan gaji buruh di Bekasi dan Tangerang dirasa terlalu besar. Apindo pun mengingatkan kepala daerah untuk tidak meremehkan pengusaha.
"Bayangkan kemarin kenaikan gaji buruh 18,5% sampai 36% kenaikannya. Itu berlaku dari usaha kecil-mungil sampai besar. Bagi usaha kecil ini bisa jadi lonceng kematian bagi mereka. Ada suasana politis lebih kental. Seolah-olah melecehkan teman-teman yang sudah bekerja keras, melakukan survei dan sebagainya," kata dia.
Pernyataan Antony diprotes kalangan buruh. Buruh menilai Apindo tidak pro kesejahteraan buruh.
"Sudah saatnya rezim upah murah itu dihentikan. Dari era Soeharto kebijakan upah murah selalu dikedepankan pengusaha dan pemerintah. Kalau di brosur di BKPN masih ada brosur upah buruh di Indonesia kompetitif. Itu artinya sangat murah. Padahal upah buruh yang kemarin digugat kenaikannya di Bekasi dan Tangerang itu tak sampai US$ 200 per tahun," protes M. Iqbal selaku Presiden KPSI/FSPMI, dalam acara yang sama.
http://export-import-indonesia.blogspot.com/ http://jakartapost.blogspot.com/
http://indonesiaupdates.blogspot.com/ http://www.pulsagram.com/?id=CN121810
http://www.asetBCA.com/?id=bimagroup
http://adv.justbeenpaid.com/?r=kQSQqbUGUh&p=jsstripler5
[Non-text portions of this message have been removed]
Kunjungi situs INTI-net
http://groups.yahoo.com/group/inti-net
Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet
*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*