19 Februari 2012

[inti-net] Masjid Ahmadiyah di Cianjur Dirusak Massa

 

Refl: NKRI ini harus segera dibikin seperti India pada tahun 1947, agar dengan begitu masing-masing bisa pilih tempat tinggal dan kemajuan kehidupan memada sebagai manusia beradab bisa diciptakan kepada masyarakat masing-masing dalam susana aman dan damai, dari pada terus-terus hidup dengan koyokan harga mati yang berarti maut merongrong kehidupan dengan pembodohan dan kemiskinan yang dijalankan oleh rezim berkuasa.

http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/02/18/ArticleHtmls/Masjid-Ahmadiyah-di-Cianjur-Dirusak-Massa-18022012005015.shtml?Mode=0

Masjid Ahmadiyah di Cianjur Dirusak Massa
CIANJUR

Masjid Nurhidayah milik jemaah Ahmadiyah di kampung Cisaat, Desa Cipeuyeum, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dirusak sekitar 200 orang kemarin. Diduga, perusak kesal karena masjid masih digunakan untuk aktivitas jemaah Ahmadiyah meski sudah ada kesepakatan untuk menghentikan segala aktivitas.
Hasan, 63 tahun, petugas penunggu masjid, mengatakan aksi perusakan terjadi sekitar pukul 09.00 WIB.

Massa meruntuhkan dinding bagian belakang masjid.

Meski tak ada korban, bangunan masjid rusak berat.

Hampir seluruh genting hancur dilempari batu. Kacakaca jendela dan pintu pecah.

Hasan memilih lari bersama cucunya begitu mengetahui ada ratusan orang merusak masjid.

"Kalau saya terus berada di sana, ada kemungkinan diamuk massa. Jadi, saya memilih kabur saja," katanya.

Masjid ini pernah diserbu massa pada Maret tahun lalu. Akibatnya, bangunan rusak. Penyerbu juga membakar kitab dan buku Ahmadiyah.

Kepala Kepolisian Resor Cianjur Ajun Komisaris Besar Agus Tri Heriyanto mengaku baru akan mendatangi masjid untuk mengingatkan agar masjid tidak digunakan untuk kegiatan Ahmadiyah. Namun masjid sudah hancur dirusak massa.

"Selain bersilaturahmi, kami mensosialisasi kembali SKB (Surat Keputusan Bersama) Tiga Menteri," ujar Agus di Cianjur kemarin. "Kami masih memintai keterangan saksi-saksi." Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Reformasi Islam (Garis) Chep Hermawan membantah organisasinya dan Front Pembela Islam (FPI) terlibat dalam aksi perusakan. Ia khawatir, aksi itu dilakukan provokator yang sengaja mengambil momen saat berkembang wacana pembubaran FPI.

"Kami menyesal dan kecolongan," kata dia di sela aksi unjuk rasa penolakan pembubaran FPI di Bandung kemarin. "Ada yang mencuri situasi, ada yang mengambil momen." Menurut dia, di daerah itu sedikitnya ada tiga keluarga pendatang yang menjadi penganut Ahmadiyah



[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___