17 Februari 2012

[inti-net] nggris Suntik US$ 80 Juta untuk Hutan Indonesia + SBY: Tidak Fair Memboikot Kelapa Sawit Indonesia

 

Refl: Sebelumnya dari Norwegia dikasi US$ 1,—miliar, Perancis US$ 300,—Juta, Australia US$ 250,—sekarang Inggris kasi US$ 80,—juta untuk hutan Indonesia. Kalau dihitung jumlahnya sudah sebanyak US$ 1.630 juta. Apakha uang berjumlah 1.630 miliar dolar ini untuk membantu dan kompensasi kepada penduduk pedesaan yang kehilangan mata pencaharian mereka dari hasil hutan yang telah dibabat atau untuk rehabilitasi hutan yang sudah tidak ada ataukah untuk memperluas kebun kelapa sawit atau barangkali yang lazim dipraktekan lansung dimasukan kantong para pentinggi penguasa NKRI.

Berbahagialah mereka yang dilimpahkan berkat hutan dollar.

http://us.finance.detik.com/read/2012/02/15/181317/1843448/4/inggris-suntik-us--80-juta-untuk-hutan-indonesia?f9911023

Rabu, 15/02/2012 18:13 WIB

Inggris Suntik US$ 80 Juta untuk Hutan Indonesia
Feby Dwi Sutianto - detikFinance

Jakarta - Pemerintah Kerajaan Inggris memberikan bantuan US$ 80 juta kepada Indonesia. Bantuan ini akan digunakan untuk penanganan kerusakan hutan dan mengatasi perubahan iklim global.

"Total bantuan yang diberikan US$ 80 juta setara 50 juta poundsterling untuk 4 tahun ke depan untuk perubahan iklim dan kerusakan hutan," kata Menteri Pembangunan Internasional Inggris Andrew Mitchel usai menemui Menko Perekonomian Hatta Rajasa di kantor menko perkonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (15/2/2012)

Ia mengatakan dalam kunjungannya ke Indonesia, selain di Jakarta ia juga ke Balikpapan Kalimantan untuk meninjau hutan Indonesia. Ia juga optimistis di bidang lain seperti perdagangan kedua negara akan terus meningkat.

Sementara itu Hatta menambahkan bahwa Inggris adalah mitra utama Indonesia juga negara sahabat. Hubungan kedua negara terus meningkat terutama di bidang ekonomi meskipun situasi ekonomi Eropa dalam kondisi tidak begitu baik secara keseluhan.

"Kami sepakat pentingnya hubungan kerjasama kedua negara tidak hanya bidang global climate change, kehutanan, bidang mengurangi emisi karbon, tetapi juga penting juga Indonesia dan Inggris meningkatkan kerjasama perdagangan dan investasi," katanya.

Indonesia saat ini bersama Uni Eropa termasuk Inggris di dalam sedang menjajaki perdagangan bebas komprehensif atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).

"Kita berpesepakat, untuk masuk ke tahap berikutnya masuk ke CEPA antara Indonesia dan Uni Eropa di mana tentunya sangat menguntungkan kedua pihak, karena kondisinya melengkapi satus sama lain," katanya.
a..
a.. Berita lain
a..
a.. Rabu, 15/02/2012 17:58 WIB
Babat Hutan Berhektar-Hektar, Freeport Cs Belum Kantongi Izin!
a.. Rabu, 15/02/2012 16:18 WIB
Kemenhut Klaim Paling Pelit Kasih Izin Pinjam Pakai Hutan

++++
http://www.presidenri.go.id/index.php/fokus/2012/02/15/7674.html

Rabu, 15 Februari 2012, 11:16:05 WIB
SBY: Tidak Fair Memboikot Kelapa Sawit Indonesia

Presiden SBY ketika memaparkan perkembangan Indonesia kepada 128 perwakilan asing, di Kemenlu, Jakarta, Rabu (15/2) pagi. (foto: rusman/presidensby.info)
Jakarta: Aksi boikot atau pelarangan perkebunan kelapa sawit Indonesia oleh lembaga asing sebagai tidak fair. Presiden Susilo Bambang Yudhyono menyampaikan hal ini dalam pertemuan dengan 128 perwakilan asing, perwakilan tetap untuk ASEAN, dan organisasi internasional, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Rabu (15/2) pagi.

"Kita hidup dalam percaturan global juga harus fair satu sama lain. Melarang sebuah negara untuk tidak berkebun kelapa sawit, padahal itu punya makna ekonomi dan kesejahteraan bagi rakyat di negara berkembang yang masih ada kemiskinan dan masalah, menurut saya bukan opsi yang baik," kata PresidenSBY.

Presiden sepakat agar ada kontrol lebih efektif terhadap perkebunan kelapa sawit yang merusak lingkungan. Presiden juga menyambut baik dan mengajak lembaga swadaya masyarakat (LSM) bekerja sama mengawasi perkebunan yang merusak lingkungan. "Namun, setelah kami melakukan itu semua, kami divonis kepala sawit berbahaya dan tidak boleh dijadikan sumber pencaharian," ujar SBY. Menurut Presiden, hal ini tidak adil bagi Indonesia.

Menyangkut isu lingkungan hidup, Presiden SBY menegaskan bahwa Indonesia sangat serius dalam menanganinya. Dunia memang memiliki kepentingan terhadap hutan Indonesia sebagai paru-paru dunia. Namun, Indonesia juga memiliki kepentingan. "Kalau ada apa-apa dengan hutan kami, akan membawa kesengsaraan bagi masa depan kami, anak cucu-cucu, dan tanah air kami," SBY menjelaskan.

Indonesia, lanjut Kepala Negara, telah menjalankan komitmen untuk mengurangi emisi karbon hingga 26 persen. "Silakan untuk mengikuti apa saja yang kami lakukan untuk menuju pengurangan emisi karbon sebanyak 26 persen tersebut," kata Kepala Negara.

Langkah pengurangan emisi karbon ini, antara lain, berupa pencegahan perusakan hutan, melaksanakan reforestasi, dan mencegah kebakaran hutan, dan melawan pembalakan liar. "Saya minta kerja sama dengan negara sahabat, karena ada sindikat internasional yang menadah curian (illegal logging) dari Indonesia," ajak SBY.

Indonesia juga menetapkan moratorium untuk penggunaan lahan gambut karena merusak. Kemudian memperbaiki tata ruang daerah yang ada kawasan hutannya, seperti Kalimantan dan Papua. Saat ini, lanjut Presiden, Indonesia terus menggalakkan penanaman pohon melalui program Tanam Satu Miliar Pohon.

"Saya yakin 35 tahun lagi dengan satu tahun 1 milar pohon lebih, Indonesia akan menjadi lebih bagus, lebih bersih, dan mampu berkontribusi menghadapi perubahan iklim dan pemenasan global pada tingkat dunia," Presiden SBY menandaskan. (dit)

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___