http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=65&id=37025
JUMAT, 17 Februari 2012 |
Promosi Maluku Melalui Peringatan "Anzac Day"
PERINGATAN gugurnya tentara persemakmuran pada perang dunia II atau yang dikenal "Anzac Day" di Kota Ambon, Maluku pada 25 April 2011 harus bisa diaktifkan kembali.
Hal ini penting sebagai model promosi Maluku, khususnya Kota Ambon. Demikian disampaikan Kepala Balai Pengkajian Sejarah dan Nilai Tradisional Provinsi Maluku dan Maluku Utara, Stevinus Tiwery, di Ambon,
kemarin. Ia juga menyampaikan dukungan atas langkah Pemerintah Kota (pemkot) Ambon dan Pemerintah Provinsi (pemprov) Maluku untuk mengaktifkan kembali peringatan Anzac Day tersebut. Peringatan Anzac Day di Kota Ambon sebelumnya rutin dilakukan setiap tahun, namun sempat terhenti akibat konflik Tahun 1999 silam.
Peringatan Anzac Day di Kota Ambon berlokasi di Taman Persemakmuran Kapahaha di Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Disini, terdapat 1.092 makam serdadu Australia, Inggris (810), Belanda (186), India (30), Kanada (dua) dan masing-masing satu dari Selandia Baru dan Afrika Selatan serta 15 lainnya tidak teridentifikasi. Pada kawasan makam ini juga dibangun "Tugu Ambon" oleh Commonwealth War Commission dalam rangka memperingati 289 tentara dan 171 penerbang Australia yang gugur di Maluku, Sulawesi dan kepulauan sekitarnya dalam perang dunia II.
Diakui, jika peringatan Anzac Day tersebut dapat digelar kembali maka akan meningkatkan jumlah wisatawan asal Australia yang berkunjung ke daerah ini. Demikian juga dengan wisatawan dari negara lain.
"Misalnya di Kabupaten Maluku Tenggara Barat kan sangat dekat dengan Negara Australia. Ini menjadi peluang yang besar untuk menarik wisatawan. Apalagi, pesona alam di MTB tidak kalah menariknya dengan daerah lain yang selama ini menjadi incaran wisatawan mancanegara, "jelasnya.
Namun begitu, perlu ada pembenahan dari segi infrastruktur sehingga potensi wisata dan sejarah yang ada bisa diperhitungkan dimata dunia Internasional.
"Semakin cantiknya Maluku akan membuat masyarakat internasional terus berdatangan dan tentu saja, hal itu akan berbanding lurus dengan kemajuan usaha di daerah ini, "terangnya.
[Non-text portions of this message have been removed]
Kunjungi situs INTI-net
http://groups.yahoo.com/group/inti-net
Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet
*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*