16 Februari 2012

[inti-net] Raih 30% Suara, Golkar Ingin Cetak Sejarah Baru - Kalau Elektabilitas Ical Rendah, Konvensi Capres Solusinya

 

Raih 30% Suara, Golkar Ingin Cetak Sejarah Baru
Rabu, 15 Februari 2012 | 22:05

Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie [JAKARTA] Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar (PG) Aburizal Bakrie mengemukakan bahwa partainya berjuang untuk mencetak sejarah baru pascareformasi dengan meraih suara lebih dari 30 persen pada Pemilu 2014

Ia yakin target itu tercapai, karena Golkar pernah menang pada Pemilu 2004 lalu dengan perolehan suara 20 persen. Pengalaman itu bisa membangkitkan Golkar untuk naik menjadi 30 persen.

"Saya yakin dengan kerja keras dan soliditas seluruh kader Partai Golkar, termasuk di wilayah Jawa I, target politik, mencetak sejarah baru 30 persen tersebut dapat kita raih," kata Aburizal saat membuka rapat koordinasi teknis bidang pemenangan pemilu wilayah Jawa 1 (DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten) di Slipi, Jakarta, Rabu (15/2).

Rakornas PG Jawa 1 berlangsung 15-16 Februari 2012 dan diikuti oleh 600 orang, terdiri atas ketua dan sekretaris Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan ketua pemenangan pemilu. Selain itu, acara tersebut dihadiri juga oleh anggota DPR Jabar, DKI, dan Banten serta anggota DPRD kota dan kabupaten di seluruh wilayah Jawa I.

Ical, sapaan Aburizal, menjelaskan, hasil survei terakhir menyatakan jika pemilu digelar hari ini, maka Partai Golkar akan memenangkan pemilu dengan suara sebesar 18,9 persen mengungguli partai-partai lainnya. Angka itu melampaui level aman pertama, yaitu melewati perolehan suara Partai Golkar pada Pemilu 2009 sebesar 14,5 persen.

"Kami sedang berusaha mencapai level aman kedua, yaitu melampaui perolehan suara Partai Golkar pada Pemilu 2004 sebesar 21 persen, dan berjuang sekeras-kerasnya untuk mencetak sejarah baru pascareformasi dengan berupaya meraih suara lebih dari 30 persen pada Pemilu 2014 yang akan datang," ujarnya.

Ical menegaskan bahwa wilayah Jawa I, yakni Banten, Jabar, dan DKI Jakarta sebagai wilayah prestisius, yang menjadi barometer nasional, dan menjadi penentu menang atau tidaknya Partai Golkar secara nasional karena itu harus direbut kembali.

Untuk itu semua kader harus berjuang sekuat tenaga untuk 'menguningkan' ke tiga provinsi tersebut pada Pemilu 2014. [R-14]
http://www.suarapembaruan.com/home/raih-30-suara-golkar-ingin-cetak-sejarah-baru/17148

Akbar: Kalau Elektabilitas Ical Rendah, Konvensi Capres Solusinya
Elvan Dany Sutriso - detikNews
Kamis, 16/02/2012 08:20 WIB
foto: detikcom
Jakarta - Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung merespon rendahnya elektabilitas Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (Ical) di survei terakhir. Jika elektabilitas Ical tak juga naik, menurut Akbar, perlu dilakukan konvensi capres Golkar.

"Ya jadi apa yang dihasilkan oleh beberapa lembaga survei itu bisa dijadikan masukan bagi partai Golkar. Partai Golkar juga bisa melakukan evaluasi apakah melanjutkan rencana pencapresan Ical atau tidak tergantung elektabilitas capres dari Partai Golkar tersebut,"kata Akbar kepada detikcom, Kamis (16/2/2012).

Akbar sendiri menghormati hasil survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang menempatkan Jusuf Kalla lebih populer ketimbang Ical. Bagi Akbar, capres Golkar memang belum diputuskan secara resmi sampai saat ini.

"Kalau lihat saat ini elektabilitas Aburizal memang di bawah Pak Jusuf Kalla. Tapi terlalu pagi untuk menempuh satu prosedur yang baru, tapi kita ikuti sajalah. Menurut kesepakatan di internal Partai Golkar penyampaikan ke publik itu akan ditentukan dua momen, pertama rapimnas Oktober 2012 atau rapimnas khusus yang akan diadakan untuk itu,"kata Akbar.

Namun demikian, menurut Akbar, kalau elektabilitas Ical masih saja lemah akan dicari solusi lain. Seperti menggelar konvensi untuk capres Golkar.

"Kalau Oktober masih di bawah, bisa saja dicari solusi atau rencana baru. Bisa saja nanti konvensi atau melibatkan pengurus daerah tingat dua untuk memilih siapa capres yang akan diusung Golkar," tandasnya.

Survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menunjukkan hasil mengejutkan. Salah satunya, Aburizal Bakrie yang selama ini digadang-gadang Golkar maju di pemilu 2014 justru 'dikalahkan' mantan Ketua Umum Golkar, Jusuf Kalla (JK).

Ical, demikian sapaan akrab Aburizal Bakrie, kalah dalam hal dukungan dan popularitas terhadap JK berdasarkan survei CSIS pada 2.117 responden selama 16-24 Januari 2012. Menggunakan metode kuesioner dengan 288 variabel pertanyaan, didapatkan dari 2.117 responden, yang mendukung JK 5,6 persen, sementara yang mendukung Ical 'hanya' 5,2 persen.

Selain itu dalam hal popularitas, responden ternyata lebih mengenal JK dibanding Ical. Perbedaan cukup signifikan terlihat dari hasil survei. 84,6 Persen responden mengenal JK. Sedangkan 61,4 persen mengenal Aburizal Bakrie.

Survei ini dilakukan 16-24 Januari 2012 dengan 2.117 responden di 23 provinsi di Indonesia. Ada 10 yang tidak diikutsertakan karena alasan populasinya yang kecil, pertimbangan medan, serta biaya. 10 Provinsi itu yaitu Papua, Papua Barat, Sulawesi Barat, Kalimantan Tengah, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, Bangka-Belitung, Kepulauan Riau, dan Bengkulu.

(van/fiq)
tags : golkar, partai golkar, golongan karya

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___