23 Februari 2012

[inti-net] Ribuan Guru Bergaji Cuma Rp 200 Ribu

 

Refl: SBY dan klompotan kerkuasa serta elitnya bersorak-sorak gembira ria bahwa pendapatan per capita NKRI sekarang sudah US$ 3.000,—, koq masih ada guru yang bertugas mendidik harapan bangsa hari depan mempunyai gaji kurang lebih dalam dollar adalah US$ 22,—per bulan? Mereka yang berpendapat demikian ini di pulau Jawa, pusat konsentrasi kemajuan, perkembangan dan pertumbuhan ekonomi, lantas bagaimana dengan gaji para guru di wilayah luar Jawa yang tidak tertinggal kemajuannya?

http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/02/22/ArticleHtmls/Ribuan-Guru-Bergaji-Cuma-Rp-200-Ribu-22022012222017.shtml?Mode=0

Ribuan Guru Bergaji Cuma Rp 200 Ribu
SEMARANG

Para guru swasta di Jawa Tengah mendesak pemerintah agar memperhatikan nasib mereka.
Juru bicara Forum Komunikasi Guru Tidak Tetap Sekolah Negeri di Jawa Tengah, Sukijo, menyatakan, saat ini nasib para guru swasta sangat tragis. Selain tak mendapatkan tunjangan, gaji mereka masih sangat minim, yakni Rp 200-300 ribu per bulan.

"Padahal mereka sudah menjadi guru selama bertahun-tahun," kata Sukijo di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah.

Kemarin puluhan guru swasta mendatangi kantor DPRD Jawa Tengah untuk mengadukan nasibnya.

Jumlah guru swasta di Jawa Tengah, kata Sukijo, saat ini ribuan orang.

Ada yang sudah masuk dalam database honorer, ada pula yang masuk dalam kategori guru tidak tetap. Mereka terkatung-katung tak juga diangkat menjadi pegawai negeri sipil oleh pemerintah pusat.

Dalam pertemuan itu, Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah Yoyok Sukawi meminta pemerintah tak hanya memperhatikan kesejahteraan guru pegawai negeri sipil, tapi juga para guru swasta. Sebenarnya, menurut

dia, pemerintah kabupaten/kota diberi dana kesejahteraan untuk membantu guru swasta.Tapi yang terjadi, para guru swasta kesulitan mendapatkan bantuan tersebut.
"Jangan guru yang sudah diangkat pegawai negeri sipil dibantu lagi.

Ini kan dobel jadinya. Sementara guru swasta sangat kesulitan,"kata Yoyok. Menurut dia, adalah sebuah ironi jika dana pendidikan nasional sangat besar, tapi masih ada guru yang hanya digaji Rp 200 ribu per bulan.

Pihak DPRD Jawa Tengah berjanji akan menyusun data mengenai guru swasta yang perlu segera diberi bantuan. Data itu nantinya mereka sodorkan kepada pemerintah agar guru-guru tersebut segera mendapatkan tunjangan.

Dimintai tanggapan soal ini, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah Kunto Nugroho menyatakan pemerintah tak akan menutup mata mengenai masalah guru dan kesejahteraannya. Namun, kata dia, tunjangan kesejahteraan guru dari pemerintah sebenarnya hanya bersifat stimulan. Dia menambahkan, tidak mungkin bagi pemerintah untuk mengangkat semuanya menjadi pegawai negeri. ● ROFIUDDI




[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___