Refl Kalau penduduk terancam kelaparan berarti miskin, sebab selain pengaruh keadaan alam dan juga pendapatan mereka tidak mampu untuk membeli bahan makanan. Garut letaknya di Jawa Barat. Sesuai sensus BPS 2010, Jawa Barat tidak termasuk wilayah miskin seperti Kawasan Timur dan Aceh diujung barat yang bukan saja miskin, tetapi termiskin di NKRI. Jadi kalau di propinsi yang tidak miskin dan lagi letaknya tidak jauh dari pusat kekuasaan negara terancam kelaparan, maka tentu sekali keadaan di wilayah termiskin lebih parah lagi. Beberapa waktu silam rezim SBY menyatakan bahwa jumlah penduduk miskin telah menurun dari 13% (2010) menjadi kurang lebih 10% adalah bualan belaka.
http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/01/31/ArticleHtmls/Ribuan-Warga-Garut-Terancam-Kelaparan-31012012010013.shtml?Mode=0
Ribuan Warga Garut Terancam Kelaparan
GARUT
Warga sudah ada yang mulai mengkonsumsi ubi hutan.
Harga beras yang tinggi dan bencana alam mengakibatkan ribuan warga Garut terancam kelaparan.
"Kalau pangannya tidak diperbaiki, bisa berakibat buruk," ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Garut Kuswendi kemarin.
Warga yang berpotensi kelaparan tersebar di 10 Kecamatan, yakni Kecamatan Cisewu, Caringin, Pamulihan, Cibalong, Peundeuy, Sukaresmi, Samarang, Talegong, Limbangan, dan Cibiuk.
Menurut Kuswendi, ancaman kelaparan ini diakibatkan oleh tingginya angka kemiskinan. Daerah rawan tersebut memiliki angka kemiskinan di atas 50 persen dari jumlah penduduknya.
Penyebab lainnya adalah daya beli masyarakat yang rendah. Dia mencontohkan, harga beras yang saat ini menembus Rp 10 ribu per kilogram membuat masyarakat miskin tidak mampu membelinya.
Tak mengherankan bila ada sebagian warga yang mengurangi jatah makan mereka. Bahkan ada juga yang beralih mengkonsumsi ubi-ubian sebagai pengganti nasi.
Selain itu, tingginya kerawanan pangan diakibatkan oleh bencana alam, seperti yang menimpa warga Cadasbodas, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibalong.
Warga di wilayah itu terpaksa mengkonsumsi pisang dan gadung atau ubi hutan sebagai pengganti beras. Kondisi itu disebabkan oleh terganggunya perekonomian warga akibat putusnya jembatan gantung yang melintasi Sungai Cisanggiri tiga pekan lalu.
Kuswendi mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya bencana kelaparan, pihaknya akan membangun gudang persediaan pangan tahun ini yang dibiayai pemerintah pusat sebesar Rp 1,2 miliar. Daerah juga menyiapkan anggaran Rp 200 juta untuk pembelian beras sebagai bahan pangan cadangan. Pemerintah daerah juga akan membangun lumbung desa dengan dana Rp 700 juta.
Wawan Kurnia, Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Garut, meminta pemerintah segera melakukan tindakan pencegahan terjadinya bencana kelaparan, di antaranya dengan mengevaluasi stok pangan di daerah.
SIGIT ZULMUNIR
[Non-text portions of this message have been removed]
Kunjungi situs INTI-net
http://groups.yahoo.com/group/inti-net
Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet
*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*