29 Februari 2012

[inti-net] Gaya Hidup Pejabat Negara + Hak Asasi, Gaya Hidup Pejabat Tak Bisa Diatur + Pejabat Negara Hedonis...Pantas Saja Korupsi Tumbuh Subur!

 

Refl: Beginilah keadaan penguasa Negara Kleptokrasi Republik Indonesia.

http://www.berdikarionline.com/editorial/20120228/gaya-hidup-pemimpin-negara-2.html

Gaya Hidup Pejabat Negara
Selasa, 28 Februari 2012 | 13:50 WIB ·

Anda tahu harga jam tangan Ruhut Sitompul? Katanya, politisi partai Demokrat ini menggunakan jam tangan berharga Rp 450 juta. Sedangkan Anis Matta, yang juga salah satu pimpinan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), mengenakan jam tangan seharga Rp 70 juta.

Itu baru harga jam tangan. Coba tengok harga mobil para pejabat negara itu. Konon, ada tiga anggota DPR yang punya mobil seharga Rp 7 milyar. Sementara harga mobil rata-rata pejabat menteri berkisar antara Rp 400 juta hingga 1,325 miliar. Bagaimana dengan harga rumah dan kekayaan lainnya?

Nah, bagaimana dengan gaji Presiden? Berdasarkan peringkat gaji presiden tertinggi di dunia, gaji Presiden SBY menempati peringkat ke-16. Ia berada di atas peringkat gaji Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, yang memimpin negeri yang jauh lebih maju dan lebih makmur dibanding Indonesia.

Gaji Presiden SBY mencapai US$ 124.171 atau sekitar Rp 1,1 miliar per tahun. Gaji itu setara dengan 28 kali lipat dari pendapatan per kapita Indonesia. Bahkan, jika dikaitkan dengan PDB per-kapita masing-masing negara, gaji Presiden SBY tercatat di peringkat ketiga di dunia. Gaji Pesiden SBY mencapai 28 kali PDB per-kapita.

Lebih tragis lagi, menurut Anis Matta, dirinya membeli arloji seharga Rp70 juta sebagai aksesoris untuk 'memantaskan' dirinya sebagai pejabat publik. Artinya, di mata Anis Matta, standar seorang pejabat publik harus punya, diantaranya, jam tangan paling murah Rp70 juta.

Apakah harus begitu? Bung Hatta, Wakil Presiden Republik Indonesia yang pertama, mengatakan, seorang pemimpin haruslah mengambil beban yang lebih berat; ia harus tahan sakit dan tahan terhadap cobaan; ia juga tidak boleh berubah hanya karena kesusahan hidup. "Keteguhan hati dan keteguhan iman adalah conditio sine qua non (syarat yang utama) untuk menjadi pemimpin," kata Bung Hatta.

Dengan demikian, di mata Hatta, seorang pejabat negara atau pemimpin tidak boleh punya gaya hidup mewah. Sebab, gaya hidup mewah akan menuntut biaya hidup yang tiggi pula. Tentunya, hal itu akan memaksa si pejabat akan menggunakan segala macam cara untuk membiayai gaya-hidupnya itu.

Hatta sendiri adalah seorang sosok pemimpin sederhana. Ia melamar istrinya dengan sebuah mas kawin berupa buku karyanya sendiri. Ia juga harus menabung bertahun-tahun untuk memenuhi keinginannnya membeli sepatu. Konon, Hatta pernah negosiasi panjang dengan kusir bendi soal tariff. Akan tetapi, karena tidak terjadi titik temu, Hatta pun memilih jalan kaki.

Bung Karno juga begitu. Semasa hidupnya, sebagaian besar pakaian kebanggaan Bung Karno dijahit dan dipermak sendiri. Salah satu seragam kebesaran Bung Karno adalah pakaian bekas militer wanita Australia.

Orang bisa mengatakan jaman sudah berubah. Apakah bisa begitu? Tidak juga. Buktinya, Fidel Castro, Presiden Kuba, hanya menerima gaji sebesar 900 peso atau kira-kira 36$ per bulan. Atau, mari kita dengar cerita tentang Ahmadinejad. Konon, Presiden paling dibenci oleh AS ini tidak menerima gajinya. Ketika ia pertama kali menempati jabatan Presiden, ia memerintahkan menggulung karpet antik peninggalan Persia untuk dimuseumkan. Ia juga menolak kursi VIP di pesawat kepresidenan. Bahkan ia memilih tinggal di rumahnya yang sederhana.

Kenapa bisa berbeda begitu? Ini menyangkut beberapa hal. Pertama, ini adalah soal mendefenisikan kekuasaan. Di jaman Bung Karno dan Bung Hatta, kekuasaan dianggap sebagai sarana untuk memperjuangkan masyarakat adil dan makmur. Sedangkan sekarang, kekuasaan dijadikan sarana untuk memperkaya diri sendiri. Kedua, politisi di jaman Bung Karno dibimbing oleh sebuah ideologi atau keyakinan politik. Sedangkan pejabat publik sekarang berjalan tanpa ideologi dan tanpa keberpihakan kepada rakyat. Ketiga, sistim politik kita makin terkomoditifikasi dan jabatan politik tak ubahnya barang dagangan.

++++

http://nasional.kompas.com/read/2011/11/18/12285435/Hak.Asasi.Gaya.Hidup.Pejabat.Tak.Bisa.Diatur

Hak Asasi, Gaya Hidup Pejabat Tak Bisa Diatur
Sandro Gatra | Glori K. Wadrianto | Jumat, 18 November 2011 | 12:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gaya hidup pejabat negara dinilai tidak bisa diatur dalam suatu peraturan. Pasalnya, gaya hidup, salah satunya mempertontonkan kemewahan, merupakan hak asasi setiap warga.

Hal itu dikatakan Dekan FISIP UIN Syarif Hidayatullah, Bahtiar Effendy, dan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ketika Kepemimpinan Presiden Gus Dur, Mahadi Sinambela, dalam diskusi di Dewan Perwakilan Daerah (DPD) bertema "Betulkah Pejabat Negara Hedonistis?", Jumat (18/11/2011).

"Kita enggak bisa melarang orang menikmati kekayaan. Kalau anggota DPR pakai mobil Bentley punya sendiri, kita enggak bisa melarang. Kita hanya bisa bertanya, apakah pantas sebagai pejabat publik," kata Bahtiar.

Mahadi mengatakan, pengaturan gaya hidup itu hanya terjadi ketika zaman kepemimpinan Presiden Soeharto. Pada zaman reformasi saat ini, kata dia, setiap warga bebas mempertontonkan kekayaan hasil kerjanya. "Negara sosialis yang melarang-larang," kata dia.

Bahtiar mengatakan, solusi mengerem gaya hidup mewah dengan instruksi lisan pimpinan lembaga masing-masing. Cara lain dengan mempraktikkan gaya hidup sederhana agar diikuti pejabat lain. "Seperti Pak Dahlan Iskan (Menteri BUMN) dan Pak Jusuf Kalla (waktu menjabat Wakil Presiden)," ucap dia.

++++

http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/11/11/29/lveqbm-pejabat-negara-hedonispantas-saja-korupsi-tumbuh-subur

Pejabat Negara Hedonis...Pantas Saja Korupsi Tumbuh Subur!
Selasa, 29 November 2011 12:38 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG - Pakar komunikasi Universitas Diponegoro Semarang Turnomo Rahardjo menilai, gaya hidup hedonis yang ditunjukkan pejabat tinggi turut memicu dan melestarikan praktik korupsi di negeri ini. "Saat seseorang terbiasa dengan gaya hidup mewah, sulit untuk mengubah gaya hidupnya menjadi sederhana," katanya di Semarang, Selasa, menanggapi gaya hidup hedonis kalangan pejabat tinggi.

Ia mengakui, banyak pejabat negara yang berlatar belakang pengusaha sehingga sudah kaya secara ekonomi sebelum menduduki jabatan publik. Sikap hedonis ini masih terbawa setelah mereka menjadi pejabat.

Namun, kata dia, apabila latar belakang pejabat negara bukan dari kalangan ekonomi atas, maka yang terjadi ada kelabilan saat mereka memasuki dunia yang cenderung menunjukkan kemewahan hidup.

"Bagi mereka yang sebelumnya sudah kaya, susah juga mengubah kebiasaaannya meski sudah jadi pejabat, namun bagi mereka yang hidupnya semula biasa saja, budaya hedonis sanggup menyeret mereka untuk berlaku korup," katanya.

Karena itu, kata pengajar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undip itu, yang patut dicurigai sebenarnya adalah mereka yang tadinya biasa saja, namun setelah menjadi pejabat gaya hidupnya berubah drastis.

Ia mencontohkan, gaya hidup hedonis yang ditunjukkan bisa dilihat dari barang-barang yang dipakainya, seperti mobil, rumah, dan sebagainya yang kemungkinan justru melebihi gaji yang didapatnya.

Memang tidak semua pejabat bergaya hidup hedonis, kata dia, namun jika ada pejabat yang menunjukkan gaya hidup mewah sebenarnya menjadi potret kesenjangan sosial, sebab mereka menjadi panutan rakyat.

Menurut dia, cermin hidup mewah yang ditunjukkan pejabat sebenarnya tak hanya bisa dilihat di kalangan pusat, sebab pejabat-pejabat daerah pun melakukan hal serupa, menunjukkan gaya hidup bermewah-mewah.

"Yang jelas menampakkan kesenjangan sosial, saat sebagian besar masyarakat bekerja keras untuk bisa makan sehari-hari, sebagian lain justru berlomba-lomba menampilkan mobil jenis terbaru," katanya.

Turnomo mengharapkan kalangan pejabat bisa menahan diri untuk tidak bergaya hidup mewah, sebab mereka menjadi panutan rakyat dan menghindari kesan kesenjangan ekonomi yang sangat besar.

Redaktur: Siwi Tri Puji B
Sumber: Antara

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___

[inti-net] Jero: Pemerintah dan Rakyat Berkorban

 

Amankan APBN
Jero: Pemerintah dan Rakyat Berkorban
Ester Meryana | Erlangga Djumena | Rabu, 29 Februari 2012 | 09:30 WIB
KOMPAS/ALIF ICHWAN Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik (kanan) didampingi Wakil Menteri Widjajono Partowidagdo mengadakan jumpa pers di Kantor ESDM, Jakarta, Senin (20/2/2012).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik, mengatakan pemerintah dan rakyat sama-sama berkorban dalam mengamankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pasalnya, sejumlah asumsi yang dipatok dalam anggaran itu sudah melenceng seiring dengan perubahan kondisi ekonomi global.

"Arahan Pak Presiden yang perlu saya sampaikan juga, kalau kantong kita kempes maka jangan rakyat saja disuruh berkorban. Pemerintah harus juga berkorban," ujar Jero, usai menghadiri rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, di DPR, Selasa (28/2/2012) malam.

Ia menyebutkan, pengorbanan pemerintah yakni dengan mengurangi APBN di kementerian. Maksudnya, pemerintah dapat menunda proyek yang belum mendesak untuk dikerjakan. Penundaan proyek-proyek pemerintah ini ditujukan untuk menyelamatkan APBN. "Proyek-proyek atau pembangunan gedung yang bisa ditunda ke tahun 2013, tundalah," tambah dia.

Pengetatan anggaran ini tidak lain sebagai upaya menyesuaikan APBN karena perubahan ekonomi global. Jero menyebutkan, sejumlah asumsi dalam APBN 2012 sudah melenceng jauh. Salah satunya adalah asumsi harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) yang dipatok 90 dollar AS per barrel. Padahal ICP per Januari 2012 saja sudah mencapai angka 115 dollar AS per barrel.

Sekalipun berusaha irit, tapi pemerintah tetap berjanji untuk melindungi masyarakat miskin. Akan ada kompensasi yang diberikan oleh pemerintah. Kompensasi itu direncanakan meliputi pangan, pendidikan, hingga transportasi. "APBN ini perlu diselamatkan karena ini masa depan negara kita," tegasnya.

Oleh karena itu, pemerintah sekarang ini sedang berusaha menyesuaikan APBN dengan melakukan perubahan terhadap sejumlah asumsinya.

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___

[inti-net] Indonesia Tidak Butuh Pemimpin Loyo!

 

Indonesia Tidak Butuh Pemimpin Loyo!
Maria Natalia | Aloysius Gonsaga Angi Ebo | Selasa, 28 Februari 2012 | 17:29 WIB
KOMPAS/HENDRA A SETYAWANFranz Magnis Suseno, SJ.

JAKARTA, KOMPAS.com — Ahli filsafat dan tokoh agama, Romo Franz Magnis Suseno, mengatakan bahwa saat ini negara membutuhkan seorang pemimpin yang berani, bukan pemimpin yang loyo dan hanya turut bersedih atas masalah rakyat, tetapi tak memberikan solusi. Saat ini, kata dia, pemerintah terlihat tidak berani dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat, seperti masalah pelanggaran hak asasi manusia di masyarakat dan masalah korupsi yang merajalela.

"Bangsa ini tidak butuh pemimpin yang loyo dan lemas. Bagaimana bisa memimpin kalau lihat reaksi masyarakat yang bersalah sama-sama menangis, tidak cukup itu. Jadi pemimpin yang hanya mengeluh juga tidak cukup. Harus berani bertindak dan menawarkan penyelesaian masalah bangsa," ujar Magnis dalam diskusi "Meneladani Misi Profetik dalam Kepemimpinan Nasional" di Mega Institute, Jakarta, Selasa (28/2/2012).

Menurutnya, jika pemimpin nasional yang loyo tak dapat diandalkan maka harus muncul pemimpin yang bersifat profetik. Artinya, orang yang memiliki sifat kepemimpinan tapi berada di luar panggung kekuasaan. Orang-orang yang memiliki suara keras untuk mengutarakan aspirasi rakyat dan mengungkapkan kebenaran.

Kini, kepemimpinan profetik itu belum terlihat karena ada berbagai kepentingan yang menginginkan kekuasaan dibandingkan membela kepentingan rakyat. "Kepemimpinan profetik adalah mereka yang tidak berkuasa. Mengatakan kebenaran terhadap mereka yang berkuasa," lanjutnya.

Menunggu datangnya pemimpin yang profetik, kata Romo Magnis, Indonesia merindukan juga sosok pemimpin seperti Soekarno. Meski tidak banyak menyelesaikan masalah negara, kata dia, Soekarno memiliki misi untuk membawa ke mana tujuan bangsanya.

"Soekarno membuat dan mengingatkan semua orang bahwa mereka menjadi rakyat Indonesia. Itu yang selalu saya ingat. Di mana pun warga Indonesia berada, mereka bangga menjadi bangsa Indonesia, karena Soekarno menanamkan itu. Pemimpin harus seperti itu, bukan yang loyo," jelasnya.

Sementara itu, tokoh senior Partai Golkar, Akbar Tanjung, mengungkapkan, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memikirkan kemaslahatan banyak orang, bukan hanya kepentingan pribadi. Namun, sosok pemimpin tersebut sulit ditemukan saat ini.

"Sulit kita mendapatkan pemimpin yang seperti itu dalam kondisi sekarang ini. Di situasi politik sekarang ini, politik dimaknai untuk mendapatkan kekuasaan dan kekuasaan saat menjadi pimpinan hanya dipakai untuk mencari kekayaan dan kehormatan," terangnya.

Ia mengatakan bahwa saat ini Indonesia kehilangan sosok pemimpin yang dapat dijadikan teladan untuk membangun bangsa yang bersih. "Kita membutuhkan orang-orang yang menjadi teladan. Kita ingin membangun kehidupan politik yang benar sehingga menghasilkan pemimpin yang terpanggil untuk memperbaiki negara ini. Itu haruslah pemimpin yang kuat memiliki misi profetik untuk membawa kebenaran," pungkas Akbar.

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___

[inti-net] Dua Pria Dibakar Massa, Polisi Kantongi Identitas Tersangka

 

http://www.suarapembaruan.com/home/dua-pria-dibakar-massa-polisi-kantongi-identitas-tersangka/17666

Dua Pria Dibakar Massa, Polisi Kantongi Identitas Tersangka
Rabu, 29 Februari 2012 | 9:12

Keluarga dua korban yang dibakar massa histeris. [sumutpos.com] [MEDAN] Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) sudah mengantongi identitas tersangka pelaku pembakaran Ricardo Jefri Sitorus (24) dan Christian Marco Siregar (24) di Desa Lau Bekeri, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).

Namun, penangkapan belum dilakukan karena penyelidikan lebih mendalam sedang dilakukan. Polisi memastikan, para pelaku yang melakukan peradilan massa itu akan ditangkap.

"Sampai saat ini, petugas luar memantau para pelaku pembakaran terhadap Jefri dan Christian Marco tersebut. Untuk proses penangkapan ini nanti dikoordinasikan dengan pihak kepolisian resort (Polres) dan Polsek setempat, biar tidak menimbulkan kericuhan," ujar Kepala Bagian Dokumentasi dan Liputan Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan kepada SP di Medan, Kamis (1/3).

Nainggolan mengatakan, tindakan main hakim terhadap orang yang belum terbukti melakukan kejahatan, seperti tuduhan masyarakat tersebut, sangat tidak dibenarkan.

Tindakan massa melakukan penganiayaan itu justru melakukan pelanggaran hukum. Oleh karena itu, polisi harus mengambil sikap tegas untuk menangani kasus itu, apalagi tindakan masyarakat itu sampai merenggut dua korban jiwa.

"Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan atas kejadian tersebut. Perwakilan dari masyarakat yang dimintai keterangan adalah kepala desa dan lainnya. Sementara itu, penyidik juga meminta keterangan tiga orang anggota polisi. Ketiganya bersama dengan dua orang korban di Desa Lau Bekeri. Saat kejadian, dua melarikan diri dan seorang petugas ditangkap massa dan nyaris dihakimi," katanya.

Menurutnya, kedatangan tiga polisi dengan membawa Jefri dan Christian untuk mendalami kasus perjudian di desa itu. Petugas ini mengidentifikasi bahwa bandar besar perjudian di desa itu bernama Kirana.

Polisi pun mencoba melakukan penangkapan, namun oleh bandar judi itu langsung diteriaki maling. Warga berhamburan keluar rumah mengejar para petugas tersebut.

"Tiga orang petugas itu, salah satunya adalah anggota reserse kriminal umum di Polda Sumut. Dua orang lagi anggota Polsek Kutalimbaru. Mereka pun dimintai keterangan oleh petugas Provesi dan Pengamanan (Propam) atas prosedur penyelidikan dan penangkapan. Selama belum menemukan bukti miring atas rencana petugas ini, maka kita belum dapat menuduh mereka terbukti bersalah," sebutnya.

Menurut informasi, Kirana yang menjadi dalang di balik pembantaian tersebut sudah melarikan diri. Dia melarikan diri karena sudah mengetahui polisi akan menangkap dirinya.

Laporan ini diketahui dari masyarakat di desa tersebut yang tidak melihat Kirana keesokan harinya. Setelah kejadian pembakaran, Kirana langsung melarikan diri malam itu juga. [155]

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___

[inti-net] Diragukan Konfrontasi Bisa Ungkap Siapa Ketua Besar - Nazaruddin Siapkan Strategi Ungkap "Ketua Besar"

 

http://www.suarapembaruan.com/home/diragukan-konfrontasi-bisa-ungkap-siapa-ketua-besar/17665#Scene_1

Diragukan Konfrontasi Bisa Ungkap Siapa Ketua Besar
Rabu, 29 Februari 2012 | 8:55

[google] [JAKARTA] Sidang lanjutan perkara suap Wisma Atlet dengan terdakwa Muhammad Nazaruddin, yang akan di gelar di Pengadilan Tipikor, Rabu (29/2) pagi, yang mengagendakan konfrontasi antara saksi Mindo Rosalina Manulang (Rosa) dengan Angelina Sondakh, akan mengungkap dengan pasti siapa ketua besar.

Tetapi dengan syarat, Angelina Sondakh harus terbuka, tidak bohong seperti persidangan sebelumnya.

"Konfrontasi itu arahnya ke ketua besar," kata salah satu penasihat hukum Nazaruddin, Ria Irsyadi saat dihubungi, Selasa (28/2).

Seperti diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, yang menyidangkan perkara suap wisma atlet dengan terdakwa Muhammad Nazaruddin memutuskan mengabulkan permintaan Nazaruddin dan penasihat hukumnya untuk mengkonfrontasi saksi Angelina Sondakh dan Mindo Rosalina Manulang (Rosa).

"Majelis Hakim memberi kesempatan menghadirkan Rosa dan Angie (panggilan akrab Angelina Sondakh) untuk dikonfrontasi pada sidang Rabu (29/2) pekan depan," kata Ketua Majelis Hakim, Dharmawati di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (22/2). [N-8]

Konfrontasi Angie-Rosa
Nazaruddin Siapkan Strategi Ungkap "Ketua Besar"
Icha Rastika | Heru Margianto | Rabu, 29 Februari 2012 | 08:19 WIB
KOMPAS/LUCKY PRANSISKA dan KONTAN/FRANSISKUS SIMBOLONAngelina Sondakh (kiri) dan Mindo Rosalina Manulang (kanan).

JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak Muhammad Nazaruddin, terdakwa kasus dugaan suap wisma atlet SEA Games, akan mengungkap peran "ketua besar" melalui konfrontasi Angelina Sondakh (anggota Dewan Perwakilan Rakyat) dengan Mindo Rosalina Manulang (Direktur Pemasaran PT Anak Negeri), yang berlangsung dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (29/2/2012) pagi ini.

Tim kuasa hukum telah mengatur strategi untuk itu. "Kami sudah mengatur strategi bagaimana caranya buktikan siapa di antara Angie (sapaan Angelina) atau Rosa yang berbohong, detailnya seperti apa, akan terungkap dalam persidangan," kata salah satu kuasa hukum Nazaruddin, Ria Irsyadi, saat dihubungi wartawan, Selasa (28/2/2012). Menurut dia, konfrontasi Angelina-Rosa akan diarahkan ke peran "ketua besar" dalam kasus ini.

Sebelumnya, Mindo mengatakan kalau "ketua besar" yang terungkap dalam percakapan BlackBerry Messenger (BBM) antara dirinya dengan Angelina merupakan kode untuk Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, atau Wakil Ketua Badan Anggaran DPR, Mirwan Amir. Berdasarkan percakapan BBM kedua wanita itu, ada jatah uang untuk "ketua besar".

Keterangan Mindo, dibantah Angelina saat dia bersaksi beberapa waktu lalu. Politikus Partai Demokrat itu mengaku tidak pernah berkomunikasi melalui BBM dengan Rosa dan mengingkari semua istilah yang muncul dalam transkrip BBM itu.

Atas permintaan tim kuasa hukum Nazaruddin, majelis hakim kemudian memerintahkan agar keterangan Angelina dan Rosa terkait BBM yang bertolak belakang tersebut dikonfrontasi dalam sidang hari ini. Ria mengatakan, dalam persidangan kali ini, tim kuasa hukum akan membenturkan kesaksian kedua wanita itu dengan keterangan saksi lain yang terkait.

"Akan kami benturkan dengan keterangan saksi lain yang berkaitan dengan dia. Itu kan sebenarnya sudah ada dalam BAP (berita acara pemeriksaan) yang dibuat Rosa, pembicaraan antara Angie (sapaan Angelina) dan Rosa," ucap Ria.

Dia juga berharap majelis hakim yang menangani perkara kliennya ini dapat bersikap tegas, mencocokkan keterangan kedua wanita ini sehingga terungkap mana keterangan bohong dan mana yang benar. "Hakim mestinya bisa tegas mengambil sikap, mencocokan keterangan keduanya yang diberikan dalam persidangan," kata Ria.

Dalam kasus dugaan suap wisma atlet SEA Games, Muhammad Nazaruddin didakwa menerima suap berupa cek senilai Rp 4,6 miliar terkait pemenangan PT Duta Graha Indah sebagai pelaksana proyek. Nazaruddin selama ini berdalih kalau cek dari PT DGI itu tidak diterimanya melainkan mengalir ke kas Permai Grup, perusahaan yang menurut dia milik Anas Urbaningrum.

Pihak Nazaruddin pun berupaya menghadirkan Anas sebagai saksi meringankan dalam sidang berikutnya. Namun belum diketahui apakah Anas bersedia jadi saksi atau tidak. Untuk hari ini, selain konfrontasi Angelina dengan Rosa, sidang juga mengagendakan pemeriksaan saksi meringankan, yakni sopir Nazaruddin yang bernama Aan, dan pegawai Nazar bernama Buntoro.

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___

[inti-net] Singapore's Lee Family and Nepotism

 

http://www.asiasentinel.com/index.php?option=com_content&task=view&id=4269&Itemid=195

Singapore's Lee Family and Nepotism
Written by John Berthelsen
Friday, 24 February 2012

Kuan Yew says how it will be
A blogger feels the wrath of the ruling family

Singapore's ruling Lee family, apparently angered by a comment made on a Singapore-based blog Temasek Review Emeritus, has come down hard, with Prime Minister Lee Hsien Loong, his wife, Ho Ching, his brother Lee Hsien Yang, all demanding apologies for intimating that they have filled top government positions with family members.

Lee Kuan Yew became prime minister of Singapore in 1959 and ran the place until 1990, when he stepped down to become a senior minister and then was appointed minister mentor by his son, with many of his critics alleging he has continued to run the island republic from behind the scenes. After an interregnum from 1990 to 2004 when Goh Chok Tong held the premiership, Lee Hsien Loong took over as prime minister and has led the People's Action Party government since.

Among other Lee family members who have held high positions in government are the elder Lee's daughter, Lee Wee Ling, who is director of the National Neurological Institute. His other son, Lee Hsien Yang, was chief executive officer of Singapore Telecommunications from May 1995 until April 2007. He was appointed the chairman of the Civil Aviation Authority of Singapore in 2009.

Ho Ching, Hsien Loong's wife, has run Temasek Holdings, the sovereign wealth fund controlled by the Singapore Ministry of Finance, since 2002 after serving as president and chief executive officer of the government-owned Singapore Technologies. Although she has been criticized for some disastrous investments, including one in former Thai Prime Minister Thaksin Shinawatra's Shin Corp that Fortune Magazine called a "spectacular misjudgment" as well as several others in flagging western investment banks, she has never been asked to step down.

TR Emeritus, as the blog is known, hastily took down the article, which is no longer available. Apparently written by a contributor or in response to another article, it has been described as pointing out that the elder Lee's appointing Hsien Loong prime minister and Hsien Loong appointing his wife to head Temasek Holdings "was nothing short of 'cronyism' and nepotism."

The blog has posted a full apology, saying, among other things, that "we recognize that the article meant or was understood to mean that Prime Minister Lee Hsien Loong had secured, or was instrumental in securing, the appointment of his wife, Mdm Ho Ching, as the Chief Executive Officer of Temasek Holdings (Private) Limited for nepotistic motives. We admit and acknowledge that this allegation is false and completely without foundation. We unreservedly apologize to Prime Minister Lee Hsien Loong for the distress and embarrassment caused to him by this allegation."

Richard Wan, representing TR Emeritus, was unreachable. He posted a statement on the website saying he would no longer respond to questions from the press. He also asked TRE readers to "refrain from making such comments about Mdm Ho Ching with regard to her appointment in Temasek Holdings (Private) Limited. Any such allegations put up by anyone on TRE will be deleted."

That may not have been enough. On Feb. 17, the government-controlled New Paper reported the parliament had pushed through an amendment to the Evidence Act that gives the courts the discretion to admit deleted online posts as evidence. The amendment, according to the paper, gives the courts "the discretion to consider relevant evidence by widening the admissibility of several categories. Among them are changes to the computer output evidence - which means computer printouts and sound and video recordings can be treated just like other evidence in Singapore courts."

The paper quoted attorney Suppiah Thangaveloo of the law firm Thanga & Co, as saying the amendment would "make it easier" for the law to go after cyber felons.

Challenging the Lee family in Singapore is a formidable undertaking. By calculation of the US-based attorney and former Singaporean dissident Gopalan Nair – who was jailed for it on a visit to Singapore -- the Lees have set a world record in filing defamation suits and a second one by never losing one, although in Singapore's notoriously pliable courts when it comes to government or Lee family actions. The family has filed charges against virtually every major publication in Asia, including the Economist, Time Magazine, the Financial Times, the International Herald Tribune, the Wall Street Journal (Asia) and its predecessor, the Asian Wall Street Journal, the now-defunct Far Eastern Economic Review and AsiaWeek, among many others. As near as can be determined, the family has never attempted to sue outside of Singapore.

In the only case on record where the family ventured out to other courts, Lee Wei Ling, the head of the Neurological Institute, attempted to bring charges in London against Simon Shorvon, the former principal investigator of a medical research project in Singapore, on allegations of professional misconduct. The London charges followed a long series of actions against Shorvon in Singapore. Witnesses told the British High Court in England that the alleged offenses by Shorvon by the Singaporeans were so minor that they weren't worth bothering with.


[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___

[inti-net] Esteban Lazo meets with religious leaders

 

http://www.granma.cu/ingles/cuba-i/24feb-lazo.html

Havana. February 24, 2012

Esteban Lazo meets with religious leaders

Dalia González Delgado

COUNCIL of State Vice President Esteban Lazo Hernández met on February 22 with a group of leaders and representatives of different Cuban religious denominations and fraternal associations.

The meeting, convened annually, reflects the unity between the Cuban government and religious institutions and associations.

Leaders of the Protestant, Evangelical, Russian and Greek Orthodox churches; Buddhists, Muslims, representatives of religions of African origin, spiritualist centers, the Hebrew community and fraternal associations all participated.

Lazo reflected that the world is experiencing an economic and structural crisis and one of energy and food; a world in which there are more poor every day and wealth is concentrated in the hands of fewer and fewer people. For that reason he emphasized the importance of respect and working together on issues which unite the people.

In this context, Caridad Diego, head of the Central Committee's Office of Religious Affairs, affirmed that the formation and restoration of values is of interest to everyone.

Many religious institutions have projects underway in their communities, and make donations to senior citizens' homes and those for orphaned children, she stated.

"It is good that our unity is publicly known," Lazo emphasized.


[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___

[inti-net] Parpol tak dipercaya

 

Refl: Bisa dikatakan dan ditulis diatas kertas bahwa negara adalah milik bersama, tetapi apa artinya milik bersama jika kekayaan negara bukan milik bersama, melainkan untuk kesejhteraan kaum berkuasa dan elit yang berkerumun keliling panggung kekuasaan negara?

http://www.harianterbit.com/artikel/rubrik/artikel.php?aid=145349

Parpol tak dipercaya
Tanggal : 27 Feb 2012
Sumber : Harian Terbit
JAKARTA - Partai politik saat ini mendapat sorotan tajam dari masyarakat. Survey yang dibuat beberapa lembaga survey memperlihatkan, kepercayaan masyarakat pada instrumen demokrasi ini semakin merosot, rakyat mulai tidak percaya pada parpol. Hal ini disebabkan perilaku elit partai yang menyimpang jauh dari harapan publik.

"Perilaku dan gaya hidup yang mewah, hedonis, ditambah ulah elit partai, baik di DPR, DPRD maupun di pemerintahan membuat rakyat muak pada partai," tegas Direktur Studi Klub Demokrasi, Sulistyo menjawab Harian Terbit di Jakarta,(27/2).

Pada hal lanjut Sulistyo, parpol merupakan instrumen demokrasi untuk mensejahterakan rakyat, namun yang terjadi partai justru berbelok, menjadi instrumen mengeruk uang negara. APBN di korup. Jika hal ini terus dibiarkan, ia yakin kepercayaan masyarakat ikut-ikutan merosot pada demokrasi.

"Rakyat seolah-olah benci pada demokrasi, pada hal sesungguhnya benci pada partai politik," kata Sulistyo.

Dalam kaitan ini ia meminta kelompok-kelompok civil society ikut memperkuat diri dan berkonsolidasi. Tujuannya, untuk menghentikan perilaku partai-partai politik yang menyimpang dari fungsinya. Keadaan yang terjadi ini tidak bisa dibiarkan.

"Negara ini milik kita bersama, bukan milik eli-elit partai saja," katanya. Terkait dengan terobosan partai politik memperbaiki diri, pengamat politik Adilsyah Lubis menyarankan, perekrutan calon-calon anggota legislatif (caleg) tidak cukup hanya melakukan psikotes seperti yang akan dibuat oleh PDIP. Parpol juga harus menghindari permainan uang dan praktek kolusi dan nepotisme. (andoes)

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___

[inti-net] Pansus beli `surga`

 

http://www.harianterbit.com/artikel/rubrik/artikel.php?aid=145245

Pansus beli `surga`
Tanggal : 25 Feb 2012
Sumber : Harian Terbit
SETELAH beli pesawat kepresidenan, DPR telah membentuk Pansus (panitia khusus) untuk beli surga? Semoga pemilik surga tak berniat menjualnya......(ha...ha...ha...only joke).

Begitulah bunyi pesan singkat seorang teman. Saya kaget dan juga geli membacanya. Kaget karena teman saya itu seakan-akan 'surga' bisa dibeli. Saya tertawa geli karena sahabat saya itu menyebut kalimat "Pansus untuk membeli surga'. Apa iya surga bisa dibeli?

Tapi saya memakluminya. Sahabat saya itu ternyata frustasi dan patah hati dengan para wakil rakyat kita yang terus-menerus membentuk panja (panitia kerja) dan pansus (panitia khusus) untuk mengusut pelanggaran atau penyimpangan yang dilakukan eksekutif (pemerintah, red). Namun, tak satupun yang membuahkan hasil.

Rasa putus asa yang dialami sahabat saya itu juga dialami mungkin jutaan rakyat. Maka, kita sering mendengar ucapan pembentukan panja atau pansus sebagai lelucon 'dagang sapi'.

"Mau itu Panja, Pansus, Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) tanpa ada keterlibatan masyarakat di dalamnya, itu semua omong kosong. Itu hanya praktek 'dagang sapi' para elite politik saja," kata dari Serikat Buruh Tani Binbin Firmansyah, baru-baru ini.

Putus asa publik terhadap lahirnya panja dan pansus-pansus DPR yang dibentuk selama ini wajar. Skandal Bank Century, misalnya, hingga saat ini tidak juga selesai. Padahal, skandal itu sempat ramai dipublikasikan, dan Badan Pemeriksa Keuangan sudah memberikan banyak bukti-bukti adanya penyimpangan uang negara dalam kasus itu.

Maka, tak heran lah bila sahabat ku itu, dan saking marahnya dia dengan para wakil rakyat kita, dia mengirim pesan singkat,"Setelah beli pesawat kepresidenan, DPR akan buat Pansus beli surga." (ali akbar)

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___

[inti-net] Dubes AS Terkesan Dengan Anak Cerdas Papua

 

http://www.cenderawasihpos.com/index.php?mib=berita.detail&id=5060

btu, 25 Februari 2012 , 01:45:00

Dubes AS Terkesan Dengan Anak Cerdas Papua
Semua Dialog Dilakukan Dengan Bahasa Inggris

Semua Dialog Dilakukan Dengan Bahasa Inggris. (Isak/cepos)
JAKARTA-Duta besar Amerika untuk Indonesia Scot Marciel terkesan dnegan anak cerdas Papua saat mengunjungi Surya Institute di Gedung Surya Research and Education Center, Gading Serpong, Jumat (24/2/2012). Kedatangan Duta besar Amerika ini untuk berdiskusi dan melihat langsung dengan pelajar-pelajar Papua dan Papua Barat yang mengeyam pendidikan di Surya Institue.
Dalam dialog tersebut, sang Dubes pun banyak dibuat terseyum, bagaimana tidak rata-rata anak-anak Papua dan Papua Barat yang maju untuk berdialog dengannya, semuanya menggunakan bahasa Inggris dengan lancar dan sangat bagus,bahkan Dubes Amerika tersebut terkesan dan sempat bangga serta mengakui jika Bahasa Inggris salah satu anak Papua yang sempat melontarkan pertanyaan kepadanya cukup bagus.
"Bahasa inggris anda cukup bagus,bahkan lebih bagus dari saya,"ujar Dubes AS untuk Indonesia Scot Marciel, yang diterjemahkan oleh penerjemah dari surya institute.
Sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh anak-anak Papua tersebut semuanya pun sederhana namun cukup masuk akal, sebab mereka memiliki mimpi yang cukup maju dan jauh ke depan, padahal anak-anak tersebut ada yang dari SD kelas VI,SMP dan SMA.
"Pak Dubes Bagaimana agar saya bisa menjadi seperti Barack Obama, ?"ujar Alfred Kwalik anak SD Impres Amungme Timika.
Pertanyaan ini dijawab dengan lugas oleh Dubes AS."Kuncinya cuma satu, kalian harus sekolah sebab di dalam pendidikan ada pengetahuan, melalui pengetahuan yang ada miliki, maka anda bisa seperti Obama, disamping itu harus didukung dengan keluarga,"jelas Duta besar, dengan senangnya.
"Pada saat Obama kecil seperti kamu, pasti tidak ada yang menyangka ia akan menjadi presiden Amerika. Intinya adalah pantang menyerah dan terus belajar dan harus didukung keluarga. Saya yakin kamu bisa sukses," tambah Scot.
Scot terkesan dengan apa yang sudah dilakukan oleh Surya Institute di bidang pendidikan, khususnya untuk memajukan pendidikan di daerah tertinggal seperti pedalaman Papua. Dubes AS ingin mengetahui lebih jauh bagaimana Surya Institute dapat mendidik anak-anak dari pedalaman di Indonesia Timur.
Pemerintah Amerika Serikat akan terus mengedepankan kerja sama di bidang pendidikan dengan Indonesia. Hal ini sejalan dengan program US-Indonesia Comprehensive Partnership yang telah dicanangkan oleh Presiden AS Barack Obama dan Susilo Bambang Yudhoyono pada 2010 di Bali.
"Presiden Obama bertemu dengan SBY mengatakan bahwa kerja sama di bidang pendidikan merupakan urusan nomor satu kita. Kami sedang mencari cara untuk bisa mendatangkan universitas yang bekerja sama di sini dan juga bisa membawa mahasiswa-mahasiswa di sini untuk bersekolah di Amerika Serikat," kata Scot.
Ia mengatakan, selain pelajar asal Papua, AS berupaya membawa mahasiswa-mahasiswa dari daerah lain di indonesia untuk menempuh pendidikan di Negeri Paman Sam juga bagian dari rencana peningkatan pendidikan di Indonesia.

Pemerintah AS telah menyiapkan dana sebesar 150 juta dollar AS untuk pemberian beasiswa maupun pengajaran Bahasa Inggris untuk menunjang program pendidikan tersebut.
Pendiri Surya Institute Yohannes Surya menyambut baik kedatangan Duta Besar AS di kampusnya. "Kami dari Surya Institute sangat senang sekali dengan kedatangan Dubes AS. Kami ingin mendorong supaya anak-anak di daerah tertinggal Papua bisa melanjutkan studi ke Amerika Serikat. Di sana untuk belajar dengan teknologi ke depan agar mereka bisa kembali membangun Papua menjadi lebih baik," kata Yohannes Surya.
Dialog pelajar maupun mahasiswa Papua dengan Dubes AS ini diharapkan dapat menjadi semangat untuk kemajuan pendidikan di Papua dan Papua Barat, menunjukan bahwa Papua bisa.
Koordinator Nasional Kaukus Papua di Parlemen Indonesia Paskalis Kossay yang hadir dalam dialog tersebut mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung sekali program kerja sama antara pemerintah Papua dan surya institute, dirinya mengakui jika program ini akan sangat membantu sumber daya anak Papua ke depan.
" Saya sarankan semua Kabupaten di Papua kerja sama dengan surya instite, gunakan dana Otsus yang banyak itu, untuk kirim anak-anak Papua ke surya institute, mereka inilah yang akan pulang untuk membangun Papua,"tegasnya.

Bahkan dirinya meminta agar jangan ada pandangan politik soal kerja sama ini, misalnya dengan mengatakan program ini adalah program Barnabas Suebu atau program Jhon Tabo, keduanya hanya mempeloporkan, program ini harus dilihat sebagai langkah untuk membawa anak-anak Papua yang memiliki pikiran cemerlang di masa yang akan datang.
Bupati Bupati Sorong Selatan Otto Ihalauw, sebagai salah satu kabupaten dari Papua Barat, yang juga bekerja sama dengan Surya intitute, saat diwawancarai usai dialog, mengakui jika pihaknya sendiri sudah tiga tahun terakhir menganggarkan sekitar Rp 5 Miliar untuk menunjang program ini.
"Sorong selatan sudah mengirim anak SD,SMP, SMA, bahkan sudah sekitar 80 guru dari sorong selatan, mendapat ilmu disini, khususnya ilmu eksata,"jelasnya.
Bahkan dengan kerja sama tersebut, dirinya kini mendapatkan dana hibah dati dari negara donor dan Asia dan Eropa, sebab lembaga donor melihat bahwa ada keberhasilan dari Pemrintah Sorong Selatan sebagai Kabupaten baru, namun sudah mengalokasikan dana sekitar 20 persen dari APBD dan Otsus untuk menunjang pendidikan, termasuk kerja sama dengan surya istitute.
Sekadar diketahui, pada tahun 2011, ada tiga anak SD dari Kabupaten Sorong Selatan yang mendapatkan penghargaan, bersama dengan anak Papua yang lain, seperti Agustina Kohoin Marandei medali emas pada olimpiade asia,Ester Dina Aifufu Medali Perunggu olimpiade asia, Syors Srefle, peraih medali perak pada olimpiade metematika Asia.

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___

[inti-net] Dua Anggota Polda Sumatra Utara Tewas Dibakar Massa

 

http://www.mediaindonesia.com/read/2012/02/28/301666/76/20/Dua-Anggota-Polda-Sumatra-Utara-Tewas-Dibakar-Massa

09.00 WIB Deli Serdang, Sumut

Dua Anggota Polda Sumatra Utara Tewas Dibakar Massa
Selasa, 28 Februari 2012 00:00 WIB Komentar: 0
0 0

TERIAKAN maling mengakhiri hidup Ricardo Jefry Sitorus, 24, dan Cristian Marko Siregar, 24. Kedua anggota Reserse Polda Sumatra Utara berpangkat brigadir itu tewas dihakimi massa dengan cara dibakar di Desa Sei Glugur, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, Minggu (26/2) malam.

Saat kejadian, keduanya tengah bersama tiga brigadir lain, yakni Moses Minardo Purba, Bambang Irwanto, dan Abertus Zebua, yang selamat setelah berhasil melarikan diri. Mereka mengendarai mobil Kijang Innova, yang juga ludes dibakar massa.

"Kelima anggota hendak melakukan penangkapan terhadap bandar togel berinisial K. Saat hendak ditangkap, K melarikan diri sambil berteriak maling," kata Kadiv Humas Polri Irjen Saud Usman Nasution di Jakarta, kemarin.

Teriakan itu membuat warga melempari mobil petugas. Kelima anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum itu berusaha melarikan diri, tapi dihadang 10 sepeda motor.

Ratusan warga menyeret mereka keluar dari mobil sambil memukuli. Saat pengeroyokan berlangsung, korban berteriak bahwa mereka anggota Polri, tapi tidak dihiraukan. Dua anggota dibakar massa dan tiga lainnya bisa melarikan diri.

Kabid Humas Polda Sumatra Utara Kombes Raden Heru Prakoso menambahkan polisi masih memburu K yang memprovokasi warga.

Di Purworejo, Jawa Tengah, dua anggota polisi yang diduga menembak Supri Handoko, warga Desa Jrakah, Kecamatan Bayan, sudah ditahan. "Mereka telah salah tangkap sehingga menyebabkan seorang warga tewas tertembak. Keduanya akan diproses secara hukum," tutur Kapolres Purworejo AKB M Taslim Chairuddin. (YN/TS/Ant/N-2)

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Recent Activity:
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net   
http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/
Subscribe our Feeds :
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___