Rabu, November 11, 2009

[inti-net] Indonesians stand up to corruption

 


Bagi yang mau lihat tv footage, click situs :

http://english.aljazeera.net/news/asia-pacific/2009/11/20091111133250544572.html

Wednesday, November 11, 2009
18:08 Mecca time, 15:08 GMT

Indonesians stand up to corruption


The deputy chief of Indonesia's anti-corruption body has told Al Jazeera that he is being framed in a police investigation against him.

Chandra Hamzah is facing charges of corruption, but says he is the target of a conspiracy to weaken the anti-graft agency.

His case has drawn sympathy from the Indonesian public who want a total clean up of corruption - a demand that is becoming harder for the government to ignore.

Al Jazeera's Step Vaessen reports from Jakarta in Indonesia.


[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net    http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___

[inti-net] Tiga Hari Diperiksa Penyidik, Wiliardi Tidak Boleh Tidur

 

Refleksi : Tidak boleh tidur juga dikenal dengan istilah "sleep deprivition" adalah salah bentuk penyiksaan (torture) yang dipakai dalam pemeriksaan terhadap tertuduh dengan maksud untuk orang mengakui apa yang dituduhkan kepadanya. SBY sebagai anggota militer yang pernah ikut pendidikan pada "the scool of assasination" di Fort Bening tentu tahu tentang hal ini dan oleh karena itu rezimnya terus mempraktek penyiksaan tsb. Penyiksan tidak boleh tidur ini teristimewa dipakai juga pada para tahanan politik 1965/1966. Selebihnya secara singkat akibat dari penyiksaan tidak boleh tidur adalah sbb: " Going without sleep is intensely stressful, with unpredictable short and long-term effects. People lose the ability to act and think coherently. And as it leaves no physical mark on the victim, the interrogator can claim that they never laid a finger on those in their charge. "

http://www.kompas.com/read/xml/2009/11/11/15150654/Tiga.Hari.Diperiksa.Penyidik..Wiliardi.Tidak.Boleh.Tidur

Rabu, 11 November 2009 | 15:15 WIB
Tiga Hari Diperiksa Penyidik, Wiliardi Tidak Boleh Tidur

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Kapolres Jakarta Selatan Wiliardi Wizar pada awal pemeriksaan diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya dengan berbagai tekanan tanpa didamppingi kuasa hukum. Bahkan, tidak diperkenankan tidur selama tiga hari.

"Bagaimana dia (Wiliardi) bisa makan dan tidur kalau diintrogasi terus menerus selama tiga hari," ungkap kuasa hukum Wiliardi, Apollo Djara Bonga, di Mabes Polri, Rabu (11/11 ). Ia datang untuk menemai kliennya dalam agenda pemeriksaan oleh penyidik. "Belum tahu pemeriksaan terkait apa. Mungkin terkait pernyataan pak Wili kemarin," tambah dia.

Wiliardi menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulakarnain. Kasus ini juga melibatkan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar. Dalam kesaksiannya pada persidangan Antasari, Wiliardi mencabut berita acara pemeriksaan (BAP) dan mengungkapkan adanya rekayasa dalam pembuatan BAP.

Apollo menjelaskan, selama pemeriksaan awal pada tanggal 28-30 April 2009, Wiliardi diperiksa tanpa didampingi kuasa hukum dan tanpa surat penangkapan. Padalah, tersangka dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun harus didampingi kuasa hukum seperti diatur dalam KUHAP.

Selain itu, kata dia, selama pemeriksaan tiga hari tersebut, keluarga serta rohaniwan tidak diperkenankan untuk membesuk. "Selama pemeriksaan itu ada intimidasi. Keluarga atau rohaniwan tidak diperkenankan besuk," jelas dia.

Sebenarnya, tambah Apollo, Wiliardi telah lama ingin mengungkapkan adanya rekayasa dalam proses hukum mantan Ketua KPK Antasari Azhar. Namun, dulu ia masih ingin menjaga nama baik institusi Polri sehingga tidak mengungkapkannya.

"Dulu momennya masih dalam proses penyidikan. Tapi karena sudah masuk proses pengadilan maka dianggap perlu oleh pak Wili untuk katakan itu (mengungkap dugaan rekayasa). Kami telah laporkan ke Komnas HAM bulan Juli lalu tapi belum tahu perkembanganya," jelas dia.

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net    http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___

Re: [inti-net] Dikecam di Facebook Komisi III: Seribu Juta Facebookers pun Silakan, Itu Hak Rakyat

 

Mari kita perhatikan sejak orde baru bahwa setiap orang yang sebelum masuk gedung DPR (menjadi anggota DPR) mempunyai karakter yang baik, pasti akan menjadi orang yang bersikap seperti setan/iblis/jin setelah masuk gedung DPR (setelah menjadi anggota DPR), kecuali mereka yang mengundurkan diri dari anggota DPR.

________________________________
From: sunny <ambon@tele2.se>
To: inti-net@yahoogroups.com
Sent: Wednesday, November 11, 2009 0:52:20
Subject: Re: [inti-net] Dikecam di Facebook Komisi III: Seribu Juta Facebookers pun Silakan, Itu Hak Rakyat

DPR = Dewan Penipu Rakyat. Jadi tidak heran kalau dimusuhi.

----- Original Message -----
From: Boentoro Soetanto
To: inti-net@yahoogroup s.com
Sent: Monday, November 09, 2009 6:58 AM
Subject: Re: [inti-net] Dikecam di Facebook Komisi III: Seribu Juta Facebookers pun Silakan, Itu Hak Rakyat

Memang betul DPR itu "musuh rakyat" dan bukan wakil rakyat...karena kalu merasa mewakili, ngga akan ngomongnya "sengak' begitu...... ..

--- On Mon, 11/9/09, redaksi@sumbawanews .com <redaksi@sumbawanews .com> wrote:

From: redaksi@sumbawanews .com <redaksi@sumbawanews .com>
Subject: [inti-net] Dikecam di Facebook Komisi III: Seribu Juta Facebookers pun Silakan, Itu Hak Rakyat
To: inti-net@yahoogroup s.com
Date: Monday, November 9, 2009, 9:23 AM

Dikecam di Facebook Komisi III: Seribu Juta Facebookers pun Silakan, Itu Hak Rakyat
Indra Subagja - detikNews

foto: ilustrasi
Foto Terkait

Pendukung Bibit-Chandra Tumpah di HI
Jakarta - "Gerakan Sejuta Facebookers Kecam Komisi 3 DPR RI Yang Mendukung Gerakan Buaya" tak membuat keder wakil rakyat. Bagi mereka, itu hak rakyat.

"Itu suara rakyat, silakan saja. Seribu juta pun silakan," kata Ketua Komisi III DPR Benny K Harman menanggapi gerakan itu, dalam pertemuan dengan wartawan di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Minggu (8/11/2009).

Benny mengaku, gerakan di Facebook itu akan dijadikan sebagai sarana instrospeksi diri.

"Kita akan lakukan langkah koreksi internal," kuncinya.

Grup gerakan mengecam Komisi III itu saat ini telah beranggotakan lebih 4.000 orang. "Biar nggak kayak film India, sumpah pocong saja," usul member Sadmoko Hadi.

"Kualitas DPR makin buruk gara-gara banyak artis yang ada di sana, jika pemilu berikutnya ada artis jadi calon anggota DPR saya akan golput," komentar Sunardi Miskal.

(ndr/nrl)

maugabung di grup ini ?

http://www.facebook .com/arifhidayat ku?ref=name# /group.php? gid=171673482251

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net    http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___

[inti-net] Demo di Abe, Diwarnai Ketegangan

 

http://www.cenderawasihpos.com/detail.php?ses=&id=694

10 Nopember 2009 08:46:36

Demo di Abe, Diwarnai Ketegangan

Desak Penambangan Emas di Paniai Ditutup
JAYAPURA-Sekitar seratusan massa yang menamakan diri Solidaritas Penyelamatan Tanah, Hutan dan Orang Asli Papua (Setahap) menggelar aksi demo di pinggir jalan raya depan pertokoan dekat lampu merah Abepura, Kota Jayapura, Senin (9/11) kemarin.

Dalam aksinaya, mereka membentangkan berbagai spanduk dan poster yang pada intinya berisi penolakan terhadap penyalahgunaan sumber daya alam Papua serta mendesak pihak-pihak yang telah mengeksploitasi hasil alam Papua agar ditinjau kembali izin pengoperasiannya.

Demo yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIT ini sempat diwarnai ketegangan antara pendemo dengan aparat kepolisian, pasalnya para pendemo memaksa untuk melanjutkan aksi demo itu ke DPR Papua, namun polisi tidak memberikan izin sebab mereka memang tidak mempunyai izin dari kepolisian untuk melakukan demo.

Karena tidak diizinkan, maka para pendemo pun berupaya melakukan protes kepada aparat. Setelah dilakukan negosiasi, para pendemo itu akhirnya melakukan orasinya di depan pertokoan dekat lampu merah Abepura atau depan Kantor Pos Abepura.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan oleh Koordinator Lapangan Dominikus Sorabut, mereka mendesak Gubernur Papua segera menutup penambangan emas liar di Degeuwo Suku Wolani Desa Namowodide Distrik Bogobalda Kabupaten Paniai, karena kepemilikan penambangan emas liar adalah kolaborasi antara pengusaha besar dan dan penguasa negeri ini yang berwatak kapitalis.

Pendemo memberikan batas kepada Gubernur Papua untuk melakukan penutupan penambangan emas liar di Degeuwo selama satu bulan ke depan. "Kalau tidak, maka akan terjadi konflik pertumpahan darah," ancam mereka.

Massa juga mendesak pemerintah Indonesia segera bebaskan 7 orang warga sipil Suku Amungme yang sedang ditahan di rumah tahanan Polres Mimika, yang dituduh sebagai pelaku penembakan warga negara Australia.

Selanjutnya massa mendesak Polda Papua segera mengungkap siapa pelaku penembakan warga negara Australia yang adalah karyawan PT Freepot Indonesia Mr. Drew Nicholas Grant. "Pemerintah Indonesia, Gubernur Papua, DPR Papua dan Manajemen PT Freepot harus segera membuka diri terhadap masalah yang sesungguhnya yaitu bisnis ekonomi politik yang terjadi di area PT Freepot melalui mekanisme dialog," tandasnya.
Mereka juga meminta Gubernur Papua dan DPR Papua harus mengakui identitas, otoritas dan hak-hak dasar rakyat Papua dalam rangka menyelamatkan tanah, hutan dan orang asli Papua.

Setelah membacakan pernyataan sikap, para perwakilan dari beberapa aliansi menandatangani pernyataan sikap tersebut yang nantinya akan di sampaikan oleh wakil pendemo ke DPR Papua.

Kapolsekta Abepura AKP Yafit Karafir didampingi Kanit Reskrim Ipda L Simanjuntak SH mengatakan, aksi demo tersebut tidak mempunyai izin dari pihak kepolisian sehingga aparat kepolisian Polsekta Abepura yang di back up Brimob dan Dalmas Polresta Jayapura menjaga para pendemo tersebut agar tidak melakukan aksinya ke DPR Papua.
Namun setelah bernegosiasi dengan koordinator pendemo, maka aksi demo hanya dilakukan di depan Kantor Pos Abepura dan setelah itu perwakilan dari para pendemo menyampaikan pernyataan sikap mereka ke DPR Papua.

Selanjutnya, massa pendemo yang sempat menyita perhatian masyarakat ini membubarkan diri, sedangkan beberapa perwakilan pendemo menuju ke DPR Papua.
Dari pantauan Cenderawasih Pos, mereka tiba di halaman Kantor DPR Papua sekitar pukul 14.30 WIT. Mereka langsung membentangkan spanduk yang sudah dipersiapkan. Sambil membentangkan spanduk para pendemo juga melakukan orasi yang meminta supaya Ketua DPR Papua, Drs. John Ibo, MM keluar dan menerima mereka. Namun sayangnya Ketua DPR Papua dan beberapa wakil ketua tidak berada di tempat dan sedang tugas keluar kota.

Meskipun beberapa pimpinan DPR Papua tidak berada di tempat, ternyata tidak mengurungkan niat mereka untuk tetap melakukan orasi. Bahkan secara bergantian mereka menyerukan supaya anggota DPR Papua yang berada di gedung dewan terhormat tersebut keluar untuk mendengarkan aspirasi mereka.

Namun hingga sekitar setengah jam melakukan orasi, anggota dewan tidak satupun yang mau keluar untuk menemui mereka. Akhirnya perwakilan pendemo masuk untuk menemui anggota DPR Papua didampingi Kabag Ops Polresta Jayapura, Kasat Samapta Polresta Jayapura dan beberapa anggota Dalmas.

"Setelah perwakilan pendemo masuk dan mau bertemu unsur pimpinan DPR Papua ternyata tidak berada di tempat, saya memberikan pengertian kepada mereka untuk bisa membubarkan diri dengan tertib dan tidak mengganggu aktivitas lainnya di DPR Papua," ungkap Kabag Ops Polresta Jayapura, AKP. D.Rumaropen kepada Cenderawasih Pos.

Namun upaya negosiasi yang dilakukan pihak kepolisian tidak mematahkan semangat pendemo untuk menunggu anggota dewan. "Kami tetap akan menunggu anggota dewan untuk menemui kami dan kami akan menyampaikan aspirasi kami," kata Dominikus Sorabut.
Setelah menunggu lama, akhirnya aspirasi tersebut disampaikan ke DPRP dan kemudian pendemo membubarkan dengan tertib. (dni/jop/nal/fud)
(scorpions)

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net    http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___

[inti-net] UN Turns Eye on Anticorruption Clash

 

http://thejakartaglobe.com/home/un-turns-eye-on-anticorruption-clash/340875

November 10, 2009

Nivell Rayda

The UN, whose initials are seen here on one of their customary white vehicles, will discuss the KPK case at an anticorruption conference in Doha. (Photo: Morteza Nikoubazl, Reuters)

UN Turns Eye on Anticorruption Clash

The ongoing battle between the National Police and the Corruption Eradication Commission has now drawn the attention of the United Nations.

More than 1,000 delegates from 125 countries are meeting this week in Doha, Qatar, for a UN conference regarding its convention against corruption. Among the attendees will be Muhammad Jasin and Mas Achmad Santosa, deputy chairmen of the beleaguered anticorruption body, better known as the KPK.

Commission spokesman Johan Budi told reporters in Jakarta on Tuesday that among the matters being discussed at the conference, which started the day before, was the recent arrest of KPK officials Bibit Samad Rianto and Chandra M Hamzah for alleged abuse of power and extortion.

"The KPK shall make a presentation about the current corruption situation in Indonesia, including the case against Bibit and Chandra," he said. "Specifically on Bibit and Chandra, the KPK will explain the background and chronology of the case and the recent findings of the Team of Eight."

Johan was referring to the fact-finding team appointed to review police handling of the case and subsequently found that the preliminary evidence was insufficient to name the deputies as suspects.

The conference also invited several Indonesian antigraft activists, including Danang Widoyoko, chairman of Indonesia Corruption Watch, and Rezky Wibowo of Transparency International Indonesia.

The watchdogs have already forwarded their reports to the UN conference on the country's fight against corruption, including their assessments of the KPK-Police conflict.

"The KPK had shown positive steps in fighting corruption," Danang said. "But amid the battle to eradicate corruption, the body is facing political resistance, including from the Indonesian president who has done little to save the body, and the legislature, which has tried to reduce the KPK's authority."

The assessments also cover the threats facing antigraft activists, including the use of defamation laws to silence critics.

The UN conference will conclude on Friday.

Indonesia became a signatory to the UN convention against corruption in December 2003, effectively supporting measures to combat corruption affecting state laws, institutions and practices.

Indonesia however was slow to adopt the treaty, with the government only ratifying the convention in September 2006.

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net    http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___

[inti-net] Pahlawan Negeri Tengkulak

 

http://jawapos.com/index.php?act=cetak&id=28

[ Selasa, 10 November 2009 ]

Pahlawan Negeri Tengkulak
Oleh: Nadlifah Hafidz

SUDAH sering julukan tidak menyenangkan, memalukan, dan memilukan dialamatkan kepada negeri ini. Salah satu "gelar tidak terhormat" yang dilabelkan kepada kita adalah "negeri serbatidak pasti". Kalaupun ingin mendapatkan, kepastian sangatlah ditentukan oleh pengaruh bermainnya dan dominannya kekuatan elite tertentu. Ketika kekuatan itu bermain dan menunjukkan superioritasnya, kepastian bisa diperoleh.

Mengapa banyak investor yang lari atau tidak mau berurusan dengan negeri ini? Salah satu alasannya, 65 persen menyebut "negeri ini serbatidak pasti". Julukannya memang negeri dengan superioritas aturan (hukum). Tetapi dalam kenyataannya, norma itu sering dipelesetkan atau diselingkuhi oleh aparatnya sehingga tidak mempunyai kekuatan yang mengikatnya secara de jure.

"Gelar tak terhormat" tersebut terkait dengan sikap sebagian elite penegak hukum, birokrat, dan elite politik yang masih bercorak tengkulak -yang gampang menjadikan hak-hak rakyat atau pencari keadilan diperas dan dirampok. Kalau perlu, keringatnya bisa dipaksa terkuras habis hingga tinggal tulang belulangnya.

Di antara golongan strategis itu, mudah ditemukan mental menoleransi dan menghalalkan berbagai bentuk penjualan atau pembisnisan aset-aset rakyatnya. Berbagai sumber daya rakyat digali, dieksploitasi, dan dikomoditaskan guna memperbesar pundi-pundi keuntungan ekonomi. Bahkan, sumber hukum yang menjadi kekayaan istimewa negara pun ikut "diperjualbelikannya".

Target memperkaya diri dan kelompok serta meningratkan status sosial sudah membuat mereka itu layaknya segerombolan "pembunuh berdarah dingin" yang menebar ancaman kematian dan penghancuran kredibilitas di mana-mana. Meski mereka tak membuat rakyat mati mengenaskan secara langsung, namun karena perbuatannya, keberdayaan dan keberlanjutan hidup rakyat terkeroposi.

Rakyat tak ubahnya kantong basah yang terus menerus dikuras dan diperasnya supaya konstruksi kekuatannya habis. Apa saja yang masih melekat dalam diri rakyat terus dicari, kemudian dikalkulasi secara matematis nilai keuntungan yang bisa diperolehnya jika dijadikan objek jual baik kepada pebisnis di dalam negeri maupun kalangan sindikat global (Muchsin, 2008).

***

Dalam buku masterpiece-nya yang berjudul Republic, Plato mengingatkan kita melalui pesannya, "Penguasa itu dima­natkan oleh Tuhan pertama-tama dan terutama agar mereka menjadi penjaga yang baik (good guardians) sebaik seperti terhadap anak mereka sendiri."

Pesan Plato itu sangatlah sarat muatan moral-edukatif atau mengandung dimensi etika dan pendidikan. Pesan sang filsuf ditujukan kepada komunitas elite yang sedang menduduki posisi jabatan strategis, yang dikenal dengan elitisme kekuasaan. Itu dilakukan supaya saat jadi pemimpin atau pejabat, mereka ingat dan giat menegakkan amanat yang dipercayakan kepadanya.

Kepentingan publik merupakan kepentingan yang dibahasakan dari realitas kehidupan masyarakat. Aspirasi masyarakat tidak boleh dikalahkan, apalagi dikorbankan oleh kepentingan bersifat pribadi, keluarga, dan golongan. Upaya memprioritaskan kepentingan masyarakat ini sangat ditentukan oleh moralitas dan karakter pejabat berwenang.

Persoalannya, apakah pejabat ini paham, cerdas nurani, dan menyadari bahwa di pundaknya ada kepentingan masyarakat dan citra diri sebagai bangsa bermartabat yang harus diperjuangkannya, yang menuntutnya menjadi pahlawan.

***

Rakyat berada dalam kesulitan besar di tangan pemimpin yang sibuk mencari kemudahan untuk dirinya. Rakyat tertindas dan tidak berdaya ketika pemimpin sengaja mengabaikan atau mengomoditaskan amanat kepemimpinannya. Sebaliknya, rakyat akan bisa menikmati hidup makmur, bahagia, dan berdaulat di tangan pemimpin yang punya jiwa kesatria, bijak, dan arif.

Negara-negara lain akan mengacungkan jempol kepada bangsa ini lewat keteladanan keadilan dan sikap kemanusiaan pemimpin negeri ini. Dari sikap adiluhung itu, jiwa bangsa menjadi agung, tak dicibir, dan diperlakukan oleh bangsa-bangsa lain sebagai "bangsa yang serbatidak pasti" atau "pastinya hanya mempermainkan hak keadilan" orang dan bangsa lain.

Kalau pemimpin republik ini bermental tengkulak atau tak punya keberanian menunjukkan independensinya, negara-negara lain pun akan menempatkannya sebagai peluang empuk untuk mempermainkan. Katakanlah pemimpin negeri ini masih sulit melepaskan mentalitas tengkulaknya, tak bisa disalahkan jika elemen bangsa ini akan kian kental dengan julukan sebagai bangsa yang rentan diperjualbelikan.

Mantan presiden dan Proklamator RI Soekarno pernah bilang bahwa "Kita ini bukan kumpulan bangsa kuli (nation of coolies) yang mau saja dijajah oleh negara asing. Harus kita tegakkan kepala sebagai bangsa yang bermartabat, mandiri, dan kuat, bukan sebagai bangsa yang diperbudak. Harus kita bangun mentalitas bangsa ini supaya tidak direndahkan, diinjak-injak, apalagi diperbudak oleh bangsa lain".

Pernyataan Bung Karno saat pidato proklamasi itu dimaksudkan untuk mengingatkan atau menyadarkan masyarakat Indonesia, khususnya segenap komunitas elite pemimpin negeri ini supaya punya keberanian menjadi pahlawan. Kita diingatkan tentang nasionalisme yang sesungguhnya, suatu bentuk kecintaan terhadap negara dan masyarakat independen, bukan sebagai bangsa yang suka diinjak-injak oleh bangsa atau negara lain. (*)

*). Nadlifah Hafidz, pekerja pada sebuah lembaga penerbitan dan peneliti masalah anak-anak dan perempuan

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net    http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___

[inti-net] Tahun 2010 Tarif Listrik Pasti Naik

 

Rfeleksi : Bagus, bagussekali, ini namanya pekerjaan 100 hari. Hanya tarif listerik dinaikan, bagaimana dengan harga sembako dan BBM? Uang sekolah, obat-obatan bagi yang sakit tidak adakan turut dinaikan?

http://jawapos.com/index.php?act=cetak&id=28

Selasa, 10 November 2009 ]

Tahun 2010 Tarif Listrik Pasti Naik
DPR Mendukung

JAKARTA - Pemerintah memastikan akan menaikkan tarif dasar listrik (TDL) pada tahun depan. Namun, pemerintah masih menghitung berapa besar kenaikan TDL tersebut. Pemicu kenaikan tarif itu adalah dikuranginya anggaran subsidi listrik pada 2010.Selain itu, tarif yang berlaku sekarang adalah TDL yang sudah berlaku sejak enam tahun lalu.

"Saat ini Departemen ESDM bersama dengan Kantor Menko Perekonomian, Depkeu, Menneg BUMN, dan PLN tengah melakukan langkah persiapan perhitungan besaran TDL," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Saleh dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI kemarin (9/11). Darwin menegaskan, besaran TDL tersebut bakal sesuai dengan kemampuan masyarakat dan harga keekonomian untuk PLN. Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE) J Purwono menambahkan, kenaikan TDL tersebut dipicu oleh jumlah subsidi yang ditetapkan oleh pemerintah yang tak mencukupi. Sementara kebutuhan mencapai Rp 58 triliun, pemerintah hanya mengucurkan subsidi sebesar Rp 38 triliun. "Nah ada lubang Rp 20 triliun, Karena subsidinya kurang, maka untuk menutupi anggaran itu TDL 2010 dinaikkan," kata Purwono. Menurut Purwono, kenaikan TDL itu juga akan membuat PLN lebih sehat dengan tarif keekonomian. Dengan demikian, PLN bisa mempertahankan usaha dan bisa memenuhi kewajibannya untuk membayar pinjaman.

Mengenai kenaikan tarif, panitia anggaran DPR memang mendorong pemerintah supaya berani menutup kekurangan dengan menaikkan tarif. Jika pemerintah bisa menaikkan tarif berdasarkan pengelompokan pelanggan, PLN bisa mendapatkan kenaikan pendapatan.

Saat rapat dengar pendapat, Darwin juga menjelaskan tentang upaya pemerintah mencapai target 66,2 persen rasio elektrifikasi. Upaya yang dilakukan antara lain dengan pembelian Solar Home System (SHS) maupun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal, serta peningkatan jaringan listrik PLN di semua provinsi.

Dia merinci, alokasi APBN tahun 2010 Departemen ESDM untuk membangun pembangkit energi baru terbarukan (EBT), gardu distribusi, dan jaringan menurun dibanding tahun ini. Tahun depan, dana yang dialokasikan sebesar Rp 561,5 miliar untuk 81 ribu kepala keluarga di daerah terpencil. Lalu untuk pengembangan jaringan PLN disediakan Rp 591,5 miliar. Sedangkan di tahun ini, tersedia dana Rp 658,7 miliar untuk 94 ribu kepala keluarga serta 18 pulau terluar dan daerah perbatasan. Serta Rp 841,3 miliar untuk pengembangan jaringan PLN. (jan/kim

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net    http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___

[inti-net] Philippines solution to Sri Lankan asylum-seeker crisis

 

http://www.theaustralian.com.au/politics/philippines-solution-to-sri-lankan-asylum-seeker-crisis/story-e6frgczf-1225796288580

Philippines solution to Sri Lankan asylum-seeker crisis
a.. Paul Maley
b.. From: The Australian
c.. November 11, 2009 12:00AM
THE Rudd government is exploring plans to sail the Customs vessel Oceanic Viking to a detention centre in The Philippines or to Christmas Island as hopes fade for a deal to end the three-week standoff.

As the impasse between officials and the 78 Tamils aboard the boat dragged into its third week, sources told The Australian the government was preparing contingency plans to move the boat by Friday.

Officials in Indonesia, some of whom are privy to negotiations between the Australians and the 78 Sri Lankans, have made clear that patience in Jakarta is wearing thin.

The Australian government is still working to broker a solution acceptable to the Indonesians and the Tamils. But sources told The Australian that at least two other options were being explored should negotiations fail.

One would involve sailing the boat to Christmas Island, a demand that those on board have consistently made of the Rudd government since their rescue at sea more than three weeks ago.

Such a move would be politically disastrous for Kevin Rudd who has said the asylum-seekers must be processed in Indonesia.

The second option would be for the Oceanic Viking to disembark its passengers at an International Organisation for Migration-run detention centre in The Philippines.

It was not clear last night how advanced the "Philippines solution" was. Nor was it known if the government in Manila had been approached.

However, The Australian has confirmed that the option is being discussed within government.

The government will seek to have the impasse resolved by Friday, presumably to avoid having the issue carry over into next week's resumption of parliament.

Indonesia's patience is wearing thin, with some senior officials saying the Oceanic Viking's clearance to stay at Tanjung Pinang will not be extended after it expires on Friday.

It is understood that while Jakarta is sympathetic to Canberra's position, most of the opposition is coming from the local level.

Foreign Minister Stephen Smith last night was due to meet his Indonesian counterpart Marty Natalegawa in Singapore to discuss the asylum-seeker standoff. Before the meeting, he said Australia would continue to negotiate with Indonesia and the asylum-seekers.

"We continue to work very hard to resolve this issue and we're not proposing to put a deadline or a timetable on it," Mr Smith said.

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net    http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___

[inti-net] Ban Tamil Tigers, Sri Lanka urges

 

http://www.theaustralian.com.au/politics/ban-tamil-tigers-sri-lanka-urges/story-e6frgczf-1225796287066

Ban Tamil Tigers, Sri Lanka urges
a.. Paul Maley and Stephen Fitzpatrick
b.. From: The Australian
c.. November 11, 2009 12:00AM
OFFICIALS in Sri Lanka are urging Australia to ban the militant group the Tamil Tigers and strike a clear distinction between genuine refugees and economic opportunists.

As Foreign Minister Stephen Smith flew to Singapore following talks with Sri Lankan President Mahinda Rajapaksa and his Foreign Minister, Rohitha Bogollagama, aimed at stopping the flow of boats, officials in Colombo told The Australian Sri Lankan people fleeing their country did not need protection.

Yesterday, Mr Smith announced Australia would provide $11 million in funding to Sri Lanka. Most of the money, $6m, will fund de-mining and rehabilitation in the nation's north after decades of violent conflict, while the rest will go towards housing, food and resettlement services.

The two countries also signed a memorandum of understanding aimed at increasing joint anti-people-smuggling efforts and intelligence-sharing.

The talks follow a surge this year in the number of asylum-seeker boats leaving Sri Lanka for Australia.

Senior Australian envoy Brian McCarthy and people-smuggling ambassador Peter Woolcott will stay on in Colombo for a series of meetings aimed at hammering out the details of the agreements.

Yesterday, Sri Lankan Foreign Ministry secretary Romesh Jayasinghe said there was a need for a clear distinction between genuine refugees and those not in need of protection.

"The fact is that the (1951 Refugee Convention) provides for refuge in instances when there is a well-founded fear," Mr Jayasinghe said.

"I would submit to you that there is no such situation in Sri Lanka."

Mr Jayasinghe said the legal status of the separatist Tamil Tigers, or LTTE - whose defeat in May by the Sri Lankan government triggered the massive internal displacement Labor says is behind the surge in boats - was also a significant issue for Colombo.

"The LTTE in the form it was known is no more," Mr Jayasinghe said.

"But there are sinister elements that are endeavouring to try to re-stoke the cinders of secessionism. It is necessary to be vigilant and prevent such attempts.

"That's the position that was presented quite clearly by our side to our Australian guests."

At a press conference on Monday, Sri Lankan Foreign Minister Rohitha Bogollagama explicitly linked the Tamil Tigers with people-smuggling: "Sri Lanka's stand has always remained, that people-smuggling has been part of terrorist activities - it has previously been associated with LTTE activities."

The Tamil Tigers are a banned terrorist organisation in the US and Europe but have never been proscribed in Australia.

Yesterday, the 78 Sri Lankans on board the Customs ship Oceanic Viking managed to communicate by hand signals that they remained unwilling to come ashore to a detention centre at Tanjung Pinang, on Indonesia's Bintan island. As another delegation of Australian officials boarded the vessel in a bid to break the deadlock, some of the Sri Lankans made crossed forearm gestures to demonstrate there was still no deal. The major sticking point remains the issue of where the asylum-seekers would be held if they agreed to go ashore, with many having already spent several years in Indonesian detention centres.

Australian claims that the Indonesian side is considering a request to house the Sri Lankans in community facilities has been met with bewilderment by senior officials, on and off the record.

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net    http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___

[inti-net] Sayyaf beheads kidnapped man after family fails to pay

 

http://www.arabnews.com/?page=4&section=0&article=128305&d=10&m=11&y=2009

Tuesday 10 November 2009 (23 Dhul Qa`dah 1430)

Sayyaf beheads kidnapped man after family fails to pay
Al Jacinto | Arab News


ZAMBOANGA CITY: Abu Sayyaf gunmen beheaded a school principal they kidnapped in Sulu province in the southern Philippines after his family failed to pay ransom.

Security officials said the head of Gabriel Canizares was discovered in a bag left at a gas station in the capital town of Jolo at around 5 a.m.

The kidnappers initially demanded two million pesos for his liberty and eventually lowered this to one million pesos. His body is still missing.

The 36-year old principal of the Kanague Elementary School in Patikul town was kidnapped Oct. 19 in the town of Patikul in Sulu.

Canizares was in a jeep returning home to Jolo when a dozen gunmen flagged down the vehicle and took him away in front of his terrified Muslim teachers in the village of Tanum.

Teachers earlier appealed to the government in Manila to give importance and attention to Canizares in the same way as that of the kidnapped Irish Catholic priest Michael Sinnott.

The 79-year old Sinnott was taken at gunpoint by six men from his house in Pagadian City in Zamboanga del Sur province in Mindanao on Oct. 11.

The Abu Sayyaf is a small, but the most violent rebel group tagged by the police and military as behind the spate of attacks and terrorism in the troubled region.


[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Untuk bergabung di milis INTI-net, kirim email ke : inti-net-subscribe@yahoogroups.com

Kunjungi situs INTI-net    http://groups.yahoo.com/group/inti-net

Kunjungi Blog INTI-net
http://tionghoanet.blogspot.com/

*Mohon tidak menyinggung perasaan, bebas tapi sopan, tidak memposting iklan*
.

__,_._,___